Keep posting om, nambah pengetahuan
.               _
               I  )                    
              /   I         
             /__',__           
           /(  ___ _)\                   
           I(  ____ _))            
           \(  ___ _))  TOP..      
            \(___ _)/ 

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 6 Jan 2011 14:28:13 
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] (jurus #1) Menerawang ELSA - Oil Services surpass Upstream Oil 
& Gas

Jurus #1 dari beberapa jurus menyusul nantinya, sesuai urutan skenario
tayang ELSA untuk menjaga dinamika ritme keputusan perdagangan/investasi
ELSA.

Jurus #1, saya ingin bagikan perspektif sektoral menerawang prospek ELSA
yang dikenal sebagai satu-satunya emiten 'integrated oil & gas services'.
Yang belum paham dengan 'integrated services, untuk mudahnya emiten jenis
ini tidak hanya tergantung kepada jumlah 'susu' yang diperah (ekstraksi)
hari ini, besok, lusa atau ntah kapan (upstream/downstream activities),
tetapi juga dari pekerjaan persiapan, selama dan sesudah memerah 'susu'
sapinya itu sendiri. Dalam hal ELSA "integrated services"-nya porsinya
justru lebih besar dari hasil perahan-nya. So, doesn't matter, ELSA dapat
susu atau tidak, dia pasti akan/sudah merasakan madunya susu. Clear ya.

Warren Buffett dalam 'stock pick' tradisional-nya hingga saat ini, tidak
pernah tertarik kepada saham yang hanya menggantungkan diri kepada 'output'
resources (tentu kecuali Anda tahu sesuatu/corporate action sebelum orang
banyak tahu, that's another story). Dalam pilihan 'energy/resources-based
company', Buffett pasti memilih emiten yang sifatnya 'integrated oil & gas
services', bukan semata-mata 'E&D (exploration & development) company',
misalnya pilihannya dalam status porto terakhirnya adalah ConocoPhillips.
Silakan telaah, business profile ConocoPhillips, misalnya bisa dilihat di
situs Reuters. Adapun mengenai ELSA, 'integrated services'-nya nanti diulas
pada jurus #2.

Dalam salah satu wawancaranya, Sandiaga Uno a.k.a Recapital pun mengakui
gigit jari atas lepasnya Elnusa dari deal selama 2010. Dalam rencananya
terhadap ELSA meski gagal, digarisbawahi sekali lagi sebagaimana Buffett,
'integrated energy services'. Berikut kutipannya:

*
*

*Jadi kasus Elnusa benar-benar kegagalan Recapital 2010 ini yah?*

Ya, ini kegagalan kita di awal tahun 2010, padahal sudah dipelototi 6 bulan
loh. Kita sebenarnya sudah siapkan US$ 150 juta.  Kita masih tertarik dengan
sektor tersebut. Jasa migas itu, karena Indonesia mempunyai historis menjadi
negara dengan cadangan migas terbesar di Asia Tenggara, tapi kita tidak
punya
perusahaan kelas dunia dibidang jasa migas.

Istilahnya tukang ledengnya nggak ada, seperti PGN hanya sebagai penyedia
infrastruktur, seharusnya kita punya perusahaan jasa migas yang kuat, Elnusa
punya peluang itu, dengan adanya sumber dana yang kuat, visi misi dan
dukungan manajemen.

Tapi ya sudah lah sudah lewat dan kita pasrah, mudah-mudahan pembeli baru
bisa mewujudkan Elnusa menjadi perusahaan kelas dunia. (
http://www.indomigas.com/sandiaga-uno-dan-kegagalan-saratoga-mengakuisisi-saham-elnusa/
)

Now, I want to show you something. Bagaimana prospek 'oil services' selama
tren kenaikan harga minyak bumi yang direpresentasikan oleh kekuatan
emiten-emiten upstream oil. Salah satu caranya yang lazim digunakan para
traders di Wall Street adalah melihat perkembangan/proyeksi ETF
('exchange-traded fund') sektoral. Dalam link berikut Anda bisa lihat
bagaimana ETF oil services berjalan beriringan dan pada suatu waktu, seperti
saat ini, akan memotong mendahului propsek emiten 'upstream oil' atau
perusahaan eksplorasi/produksi minyak. Salah satu ETF yang cukup kredibel
adalah HOLDR yang dikelola oleh Merril Lynch.  Silakan lihat komparasi 2 ETF
tersebut. Kurva biru yang mengikuti kurva merah adalah ETF yang berisi
emiten-emiten "oil services", sedangkan yang merah adalah emiten-emiten
'upstream oil & gas". (
http://www.holdrs.com/holdrs/main/index.asp?osymb=OIH&time=8&holdrcomp=XX&maval=50&ma=1&type=64&comp=&compidx=xoi:567&sid=464889&symb=OIH&action=ChartH&link=Source&x=47&y=17
)

The same case would happen with ELSA di tahun yang diekspektasi akan menjadi
tahun kebangkitan/kejayaannya setelah ketidakpastian regulasi aktivitas hulu
migas yang berpuncak di 2010 lalu. Pemerintah RI sudah mengambil langkah
konkret dengan merilis PP 'cost recovery' yang menjawab banyak tanda tanya
besar atas sejumlah ketidakpastian yang dihadapi investor. Dan Pemerintah RI
tidak punya pilihan di tengah meningkatnya permintaan bahan bakar atas
tuntutan pertumbuhan ekonomi. Masih banyak 'reserve' yang bisa dikembangkan
selama insentif dan nilai ekonomisnya wajar dalam perhitungan investor. Dan,
berarti, banyak sekali prospek cemerlang untuk ELSA di tahun-tahun
mendatang. Manajemen ELSA perlu mendengar ini dan memanfaatkan setiap
kesempatan untuk meningkatkan value bagi shareholder-nya.

'+'

Kirim email ke