'Rebound'-nya minyak bumi dan 'industrial metals' yang ditopang dengan
keyakinan berlanjutnya 'quantitative easing' yang membanjiri pasar kembali
membawa hawa segar bagi komoditas, khususnya 'hard commodity'. Batubara juga
menjadi pemimpin kenaikan kemarin sekaligus memulai 'reversal' signifikan
atas tekanan beberapa hari terakhir ini. Indeks saham-saham batubara AS
kemarin mencatat penguatan yang luar biasa dan ditutup +3,98% (
http://finance.yahoo.com/q?s=%5EDJUSCL) dan hal ini dikonfirmasi dengan
indeks batubara yang lebih luas lagi mencakup 37 saham dari 5 benua yang
pada saat 'posting' ini ditulis mencatat kenaikan >+1,85%.

Selain itu, saham-saham enerji AS juga memimpin penguatan, di antaranya
Schlumberger Ltd. yang merupakan 'integrated oil services' seperti ELSA di
Indonesia, naik 2,2%.

Untuk konteks Indonesia, pilihan utama utama coal mining extraction jatuh
pada ITMG, dan coal mining contractor pada DOID. Keduanya ditopang oleh
ekspektasi 'earning guidance' kuartal 4-2010 dan rencana dividen pada
kuartal 1-2011. Selain itu, akumulasi asing sebagaimana terdeteksi
akhir-akhir ini pada kedua saham tersebut turut menjadi pemicu akumulasi
mid-long term. Adapun, BUMI sudah di-downgrade "sell" oleh Goldman Sachs dan
UBS AG, sementara ADRO di-downgrade "neutral" setelah sebelumnya "buy" oleh
UBS AG.

Di luar 'coal', sub-sektor 'oil and gas' dapat dipertimbangkan ELSA dengan
sejumlah antisipasi aksi korporasi ke depan dan 'leverage' financial bersama
pemegang saham mayoritas-nya PT Pertamina (Persero).

'+'

Kirim email ke