Ouw,ya kalo itu seh emang kesalahan fatal..harusnya emang dikalikan dengan harga sahamnya untuk mendapatkan value transaksi kemudian baru dibandingkan tiap2 saham.
Regards... Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Oguds <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Feb 2011 18:45:13 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re[4]: [saham] FYI Saturday, February 26, 2011, 6:03:25 PM, you wrote: ingc> Kayak ga tau aja,inilah.com mana penah jelek2in bumi. ingc> Rekomendasinya selalu manas2in bumi biar tambah hot. Bukan soal sahamnya, tapi salah menyampaikan data. Ini berlaku untuk semua saham, yg harusnya ditulis lembar malah ditulis rupiah. Lagipula, bicara lembar itu membingungkan pembaca, karena nilainya beda2. Dikonversi donk jadi rupiah, pembandingnya jelas. Lihat saja, per 25 Feb lalu katanya MIRA yg net buy terbesar. Padahal secara rupiah dia ada di urutan 9 dengan nilai Rp 4,5 milyar. Beda jauh dengan urutan pertama ASII dengan Rp 34 milyar. Lalu per 24 Feb, katanya KIJA terbesar, padahal dia ada di urutan 8 dengan Rp 13,3 milyar. Jomplang dibanding urutan pertama PTBA dengan Rp 80,7 milyar. Jadi cukup menyesatkan saya kira. Bukan masalah tidak percaya, tapi salah menyampaikan data. Coba cermati tulisan2 yg berjudul "Inilah 10 Top Foreign Buy Hari Ini", pasti salah semua. -- Tertanda, Oguds [960000031]
