thank you pak.. biar saya baca-baca dulu.. :) --- Pada Sab, 26/3/11, Dimas Yoga <[email protected]> menulis:
Dari: Dimas Yoga <[email protected]> Judul: Re: [saham] Re: Garuda menuju 600 Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 26 Maret, 2011, 9:14 AM Pak Grande, Ini ada sedikit tulisan yang saya baca dari dari salah satu blog favorit saya, siapa tahu bisa sedikt menginspirasi bapak Salam kompak, Dimas ------------- Sumber : http://teguhidx.blogspot.com/2011/03/garuda-indonesia-vs-air-asia.html Selasa, 15 Maret 2011 A Good Stock Doesn't Need Praises Kira-kira market news apa yang paling menarik perhatian akhir-akhir ini? Tsunami Jepang? Ah itu sih kabar umum. Dan meskipun banyak orang mulai berspekulasi mengenai bagaimana kira-kira efek tsunami tersebut terhadap IHSG, namun bagi penulis pribadi, ada sesuatu yang lain yang lebih menarik daripada hal tersebut. What is that? Garuda Indonesia (GIAA), yang penurunannya ternyata berhenti di posisi 500, dan saat ini sudah naik lagi ke posisi 540. Beberapa waktu lalu, penulis membaca sebuah kolom di salah satu koran bisnis nasional, yang ditulis oleh Tanri Abeng, seorang pengusaha sekaligus mantan pejabat pemerintah, yang juga pernah menjadi komisaris PT Telkom. Di kolom tersebut, Mr. Tanri memuji-muji GIAA setinggi langit. Beliau mengatakan bahwa GIAA itu sangat bagus, dan secara tidak langsung mengatakan bahwa sahamnya layak dikoleksi. Entah apa yang menjadi pertimbangan beliau untuk berkomentar seperti itu, karena kalau dilihat dari laporan keuangannya, GIAA ini nggak ada bagus-bagusnya sama sekali. Tapi Mr. Tanri nggak sendirian. Sebelumnya, seorang pengusaha lainnya yaitu Sandiaga S. Uno, juga merekomendasikan GIAA. Dan seolah itu masih belum cukup, Dirut GIAA yaitu Emirsyah Satar, juga mendapat gelar sebagai man of the year dari sebuah majalah penerbangan. Beliau dianggap berprestasi dalam mengubah Garuda dari perusahaan yang merugi melulu, hingga menjadi perusahaan yang layak go public. Mengingat GIAA mengalami crash landing pada hari perdana perdagangannya, maka wajar jika kemudian banyak orang yang mempertanyakan pemberian gelar tersebut. Dan oh ya, beberapa waktu lalu penulis menulis sebuah artikel berjudul Garuda's Affair (kalau anda belum baca, coba baca dulu). Disitu ditulis bahwa Pemerintah, ataupun pihak-pihak lainnya yang berkepentingan, akan berusaha keras untuk menjaga harga saham GIAA agar tidak terjerembab terlalu dalam, setidaknya sampai para penjamin emisinya dapat melepas saham GIAA yang (terpaksa) mereka pegang, pada harga premium. Dan belakangan ini, hal itu terbukti. Saham GIAA ditahan agar tidak turun dibawah 500. Selain itu, media mulai dipenuhi oleh kabar-kabar dan rumor terkait GIAA, yang diharapkan bisa menaikkan harga sahamnya. Kemarin ada kabar kalau Grup Rajawali dan Djarum akan membeli GIAA. Sebelumnya Recapital, perusahaan investasi milik duet Sandi Uno dan Rosan P. Roeslani, juga dikabarkan mengincar saham GIAA. Juga ada kabar kalau harga GIAA akan normal, atau dengan kata lain kembali ke harga IPO-nya, dalam 6 bulan kedepan. Terus seperti yang sudah disebut diatas, seorang tokoh sekaliber Tanri Abeng juga merekomendasikan GIAA. Dan terakhir, wajah Mr. Emirsyah hadir di sampul majalah Forbes Indonesia, sebagai headline. Well, wanna join the game? Saham GIAA kemarin sempat naik 14% ke 570 lho. Secara fundamental, GIAA pada harga 500 masih kemahalan. Jadi wajar ketika GIAA naik karena dipicu oleh berbagai macam rumor, kenaikan tersebut hanya sebentar, dan berikutnya langsung turun lagi. Meskipun untuk saat ini GIAA kecil kemungkinannya untuk turun dibawah 500, karena harganya akan dijaga oleh para pihak-pihak yang berkepentingan, namun mari kita lihat: sampai kapan dia akan bertahan. Kecuali tentu, kalau pada FY10 ini GIAA ternyata menunjukkan peningkatan kinerja. We’ll know it soon. Tapi intinya sih, yang penulis hendak sampaikan di artikel ini cuma satu hal: A good stock doesn’t need praises. Yup, saham yang bagus gak perlu pujian, ataupun rekomendasi yang berlebihan, agar dapat dilirik oleh investor. Saham yang bagus harganya akan naik dengan sendirinya, tanpa perlu didorong oleh rumor-rumor murahan! Jadi jika ada sebuah saham yang terus menerus diberitakan secara berlebihan di media (sekali lagi, secara berlebihan!), maka saham tersebut justru patut dicurigai. Dan kalau anda perhatikan, GIAA bukan satu-satunya saham yang mendapat perlakuan ‘istimewa’ seperti ini bukan? Penulis pribadi tentunya masih percaya kalau GIAA, kalau memang dikelola dengan baik, maka kinerjanya suatu hari nanti akan membaik juga. That’s our national flying flag, anyway. Masa kita harus kalah sama Air Asia-nya Malaysia? Sudah cukup kita kalah di Piala AFF kemarin! Tapi kalau untuk saat ini, saham GIAA jelas belum bisa direkomendasikan (seperti biasa, ini kita bicara long term ya). Pada 26 Maret 2011 10:11, <[email protected]> menulis: Mantap, setuju bos. Tapi klo pas ngegorengnya bisa bikin gemuk wakakaka. Loe kumpuling 10 org dgn dana 1 M per orang, klo rame2 ngegorengnya kan enak, bs maen bareng hehehe, kaya pesta wisata kuliner getoch heee, klo pun kena minyak panas, kena bareng wakakaka Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: "Ä̶̶̶̸̶̶̶g̶̶̶̸̶̶̶u̶̶̶̸̶̶̶š̶̶̶̸̶̶̶™̶̶̶̸̶̶̶ --> @AgusBarli" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Mar 2011 02:02:31 +0000To: Milis Saham<[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: Garuda menuju 600 Morning, hv a nice weekend :) *sambilminumkopi Semakin bnyk saham yg nyangkut akan membebani portofolio terutama keuangan kita. Awalnya kita niat u/ trading malah jd invest,dan kita tak tahu kapan waktu nya harga kembali naik. Seperti kata pa Dimas Yoga,cb switch ke saham yg bkn gorengan. Menurut saia ITMG masi ok,koreksi yg cukup dlm hr kemarin masi wajar. Cb lht history nya ITMG sdh naik -/+ 20% dlm wkt 2 minggu. U/ GIAA BNGA sebaiknya dihindari saja pa grande. Terlalu bnyk makan gorengan kurang baik u/ kesehatan. Sent from Far Far Away™From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Mar 2011 02:58:54 +0000To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: Garuda menuju 600 Wakakaka kirain di sayang bini hehe, waduh gmn inih, lama gak maen eh liat porto udah bergeraakkk. Wah lagi ngumungin fundamental nehhh, asik asik,,, kapan ada pelatihannya neh ??? Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Dimas Yoga <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Mar 2011 08:41:10 +0700To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: Garuda menuju 600 Sabar pak Grande, orang sabar disayang bandar... :) Salam kompak,Dimas Pada 26 Maret 2011 08:38, <[email protected]> menulis: Nyangkutnya ada di BNGA juga pak, tapi nampaknya sudah mulai bergerak keatas si BNGA nya :) . Saya kadang teralu terburu-buru kalo buy pak.. Makanya jadi begini.. Sent from BlackBerry® on 3From: "Äguš™ -- @AgusBarli" [email protected] Sender: [email protected] Date: Fri, 25 Mar 2011 16:14:24 +0000To: Milis Saham<[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: Garuda menuju 600 Pak Grande gawat kalo begini caranya. Apa masi ada lagi stok yg nyangkut selain ITMG GIAA? Nyangkut disana sini,apa kata dunia? Sent from Far Far Away™From: "Grande Boss" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 25 Mar 2011 11:34:19 -0000To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] Re: Garuda menuju 600 saya masih nyangkut garuda di 610 , moga2 bisa cepat lepas dari nyangkut ini --- In [email protected], "Dragon One" <duroboroo@...> wrote: > > Setelah kmrn sebagian besar saham naik,hari ini giliran garuda terbang. Go > garuda, tp. 650 ! > > Sent using a Sony Ericsson mobile phone >
