Mr Positif Lagging

10 Feb samapai sekarang justru uptrend
penjelasan nya menjelaskan fenomena Januari -9 Feb




--- In [email protected], positif01 <positif01@...> wrote:
>
> Dengan pertumbuhan industri perbankan yang positif ditopang pertumbuhan
> ekonomi Indonesia secara umum maka kinerja perbankan Indonesia tetap
> merupakan aset yang prospektif. Hanya persoalannya terkait dengan
> harga-harga saham perbankan, itu adalah 2 hal yang berbeda. Kinerja
> perbankan dan harga saham memiliki juri penentu kelayakan sendiri dengan
> parameter sendiri. Direksi perbankan adalah pihak yang menentukan
> pengelolaan bisnis perbankan, sementara kinerja saham perbankan disandarkan
> kepada ekspektasi pelaku pasar/investor. Meski kinerja perusahaan diklaim
> baik atau terbaik, realitas harga sahamnya belum tentu sinerji dengan
> kinerja bisnis. Inilah pentingnya valuasi. Jika dalam pengelolaan bisnis ada
> istilah "besar pasak dari tiang" maka dalam pergerakan harga saham bisa
> dimunculkan istilah "besar harapan dari kenyataan" atau frase teknikalnya
> "overpriced" alias kemahalan, dan itu tidak ada urusannya dengan kinerja
> direksi, tetapi semata karena ekspektasi dan persepsi Anda-Anda spekulan,
> trader, investor yang lebih sering kebabalasan.
> 
> Dan itu, menjelaskan mengapa saham-saham 'banking' Indonesia perlu dan harus
> 'sell-off', khususnya 5 'large caps' bank (market caps > Rp50 triliun) yang
> secara kumulatif menyumbang 12,1% dari laju pergerakan IHSG, diperdagangkan
> dengan besaran PBV forward 3,5 kali di atas PBV regional emerging markets.
> Jika melihat grafik perbandingan regional emerging markets saham-saham
> perbankan berikut (
> http://graphics.thomsonreuters.com/11/02/ID_FNCLSCTR0211.gif), dan Anda
> seorang investor asing baru, apa alasan Anda masuk dan memelihara
> saham-saham 'large caps' Indonesia ketika Anda bisa mendapatkan saham-saham
> 'large caps' Korea, Selatan yang merupakan salah satu grup favorit emerging
> markets baru Goldman Sachs bersama Mexicod, Indonesia dan Turki (MIKT),
> hanya dengan PBV forward 1,7?
> 
> Sektor finansial khususnya sub-sektor perbankan, dengan bobot besarnya
> terhadap IHSG menjadi faktor utama yang mengurangi 'attractiveness' IHSG.
> Mengapa yang menjadi kunci sub-sektor perbankan dengan ke-5 large caps
> tersebut? Karena itulah sub-sektor yang tidak sinkron dengan siklus ekonomi
> yang tengah berlangsung. Penyesuaian yang masih belum memadai sebagai aset
> yang rentan tekanan inflasi, dipandang pasar sebagai potensi koreksi yang
> selalu menggantung. Hingga "mereka" selesai dan diselesaikan maka kondisi
> IHSG akan tertawan. Ada beberapa hal penting yang menjadi catatan:
> 
> 1. HSBC memperkirakan BI rate akan ke 7,25% pada April 2011, sementara UBS
> AG dan Royal Bank of Canada adalah sekian dari beberapa 'investment bank'
> yang memproyeksikan BI rate akan naik ke 8% pada tahun 2011;
> 
> 2. Pelajaran dasar investor/trader dalam mengenal dan menyesuaikan siklus
> ekonomi dan 'group rotation' diringkaskan dengan tepat oleh 'market
> technician' seperti Martin J. Pring, "...one might consider emphasizing
> interest-sensitive (among other, Energy Index) and other issues with leading
> tendencies *when* the Financial Index momentum bottoms" atau "...penekanan
> kepada saham-saham yang sensitif positif terhadap suku bunga (di antaranya
> indeks Enerji) dan lainnya yang cenderung positif selama inflasi harus
> dilakukan *ketika* Indeks Finansial mencapai zona terendahnya".
> 
> 3. IHSG bukan yang pertama dari indeks 'emerging market' yang mengalami
> tekanan inflasi pasca-'recovery' krisis global 2008. Cina sudah lebih dulu
> mengalami sepanjang 2010 sehingga indeks komposit-nya tertekan -14% selama
> 2010, dan saham-saham perbankan menjadi motor penyesuaian turun untuk dapat
> mengembalikan atraksi valuasi indeks dan saham-saham Cina secara
> keseluruhan. Satu hal yang perlu dicatat dalam strategi investasi sub-sektor
> perbankan adalah indikator sensitif pada awal tahun yang akan menentukan
> arah saham perbankan selama setahun. Apa itu?
> 
> Pertumbuhan kredit awal tahun baru. Setelah tertekan selama setahun, baik
> Cina dan AS, kita menyaksikan data pengucuran kredit yang gemilang pada
> minggu pertama di tahun baru 2011 Januari lalu.
> 
> Analysts also focused on new-loan growth in January so far. Chinese banks
> lent out a total of 480 billion yuan of new loans over the first week of the
> year, "with the sector on pace to reach 1 trillion yuan [in] new loans for
> the month," UOB KayHian analyst Nan Sheng said in a note to clients. "We
> view this as a positive trend for the sector, as the new loans combined with
> the higher interest-rate environment will boost the sector's earnings,"
> Sheng said. UOB KayHian forecasts 2011 new-loan growth to be around 7
> trillion yuan, implying year-on-year growth of 14.6%. (
> http://www.marketwatch.com/story/china-banks-may-profit-despite-tighter-policy-2011-01-11
> )
> 
> Bagaimana dengan perbankan Indonesia di awal tahun? Terimalah kenyataannya
> sebagai tanda-tanda pasar yang jelas meski di bulan pertama Anda akan selalu
> katakan, "deny-deny-deny". Berkebalikan dengan Cina dan AS yang emiten
> perbankannya tertekan lebih dahulu di 2010, berita dan data dari perbankan
> Indonesia:
> 
> Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit perbankan turun
> signifikan selama pekan pertama Januari 2011. Bank sentral mencatat di awal
> tahun 2011 kredit
> perbankan turun sebesar Rp 17,97 triliun sehingga menjadi Rp 1.724,88
> triliun. (
> http://www.detikfinance.com/read/2011/01/11/190007/1544408/5/kredit-perbankan-jeblok-rp-18-triliun-di-awal-2011
> )
> 
> Masih "in state of denial", keukeuh, ngeyel dan bahkan malah mengajak? :d
> 
> Apa yang harus dilakukan dengan tekanan inflasi dan awal yang buruk di awal
> tahun bagi perbankan? Apakah IHSG akan kolaps 'primary bullish cycle'-nya,
> dan pelaku pasar lari ke 'developed market' begitu saja? Oh...tentu jawabnya
> tidak. Untuk 'developed market', kemarin malam Gubernur Bank Sentral AS,
> Bernanke, telah memberikan 'clue' yang jelas bahwa jalan masih jauh
> (Bernanke: No Jobs, No Recovery).
> 
> "Until we see a sustained period of stronger job creation, we cannot
> consider the recovery to be truly established." Federal Reserve Chairman Ben
> Bernanke, February 9, Before the Committee on the Budget, U.S. House of
> Representatives. Bernanke said last month that it might take two years for
> the unemployment situation to substantial improve. Between the lines, the
> Fed chief is warning that any complete and robust recovery will not be
> evident until 2013. (
> http://247wallst.com/2011/02/09/bernanke-no-jobs-no-recovery/)
> 
> So, what to do? Ikuti siklus ekonomi dan arahkan porto Anda ke sana. Oil &
> gas dan coal related, dan saham lain dengan tendensi positif terhadap
> tekanan inflasi. Jauhi dan lepas bank, kecuali harga entry rata-rata Anda
> 35% di bawah target atraktif ideal 5 'large caps' bank berikut:
> 
> Penyesuaian terhadap target harga ideal pada kisaran forward PBV 2,5 'peer'
> regional-nya akan mengembalikan 'attractiveness' IHSG
> 
> BBCA: Rp3.575
> BMRI: Rp4.200
> BBRI: Rp3.525
> BBNI: Rp2.900
> BDMN: Rp5.050
> 
> '+'
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke