SUATU hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara lain.
Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya. Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak. Betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras. Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat. Best Regards, ßµđΨ☀Đα®♏αωαƞ☺™ -----Original Message----- From: "katrin®" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 20 Apr 2011 13:51:32 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Makasih buat mba tutut Wuih ini lagi kampanye politic ya ? :d Wah kirain ini milis saham :d Sent With Love.......® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Wed, 20 Apr 2011 09:09:48 To: Obrolan Bandar<[email protected]>; Saham Milis<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Makasih buat mba tutut Org2 yg anti pak harto dan mba tutut pasti ga dpt cuan dari mncn hari ini. Yg pro demokrasi pasti bengong liatin mncn bagi2 duit :) Sudahlah.. Demokrasi itu makanan berat. Ga cocok buat bayi dan gorila. Mari kita dukung orde baru. Tegakan tangan besi dan tertibkan perdagangan saham. Merdeka.
