Bidik Konsumen Retail, TIFA Ekpansi Ke Pembiayaan Otomotif Pasca IPO, Manajemen berniat menambah porsi pembiayaan di sektor konsumen. Porsi pembiayaan sektor konsumen ditargetkan pada 2011 ini meningkat menjadi 25% dari porsi keseluruhan target pembiayaan. Sebagaimana diketahui, sepanjang 2010 lalu manajemen berhasil merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 600 miliar. Dengan data itu, maka sama halnya pada tahun ini TIFA mengharapkan pertumbuhan minimal 66,66 persen dalam hal kinerja pembiayaannya. Sementara pada tahun lalu, sebanyak 85 persen dari total pembiayaannya mengandalkan dana hasil pinjaman perbankan. Dari kinerja itu, pihaknya berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 28,229 miliar hingga akhir tahun. Dan, pada tahun ini perseroan mengincar laba bersih sekitar Rp 35 miliar. Dengan kinerja yang kinclong dan respon yang baik dari pasar pada listing perdananya, saham TIFA melejit kencang pada perdagangan Rabu 13 Juli 2011. Sejumlah investor disebut – sebut tengah melakukan akumulasi beli seiring dengan kabar yang beredar di pasar bahwa TIFA hendak diangkat ke Rp 500 Pada perdagangan kemarin, TIFA ditutup auto reject pada harga 310 per lembar atau naik 60 poin (+24%) dengan volume perdagangan sebesar 37.93 juta senilai 11.36 milyar Rupiah
