http://www.reuters.com/article/2011/08/01/us-usa-debt-obama-agreement-idUSTRE77004N20110801

--- On Sun, 7/31/11, sem susilo <[email protected]> wrote:


From: sem susilo <[email protected]>
Subject: [saham] Re: AMERICAN DEBT DEFAULT ???
To: "[email protected]" <[email protected]>, "saham 
yahoogroups" <[email protected]>, "amibroker-4-bei yohoogroups" 
<[email protected]>, "[email protected]" 
<[email protected]>, "Milis Asosiasi Analisis Teknikal 
Indonesia" <[email protected]>, "investium group" 
<[email protected]>, "[email protected]" 
<[email protected]>, "[email protected]" 
<[email protected]>
Date: Sunday, July 31, 2011, 8:46 PM


  











From: sem susilo <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>; saham 
yahoogroups <[email protected]>; amibroker-4-bei yohoogroups 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Milis Asosiasi Analisis Teknikal Indonesia 
<[email protected]>; investium group 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>
Sent: Monday, August 1, 2011 2:54 AM
Subject: AMERICAN DEBT DEFAULT ???





Debt Default & Demokrasi Primitif ?
American Debt Default ? Saya tetap yakin hal ini tidak akan dibiarkan terjadi. 
Kompromi politis demi kepentingan kenegaraan yang lebih besar akan menyingkiran 
tujuan-tujuan sempit politik pragmatis kepartaian. Amerika akan mundur dan 
kembali kepada demokrasi primitif, kalau memanfaatkan issue negosiasi pagu 
hutang [debt ceiling] sebagai alat politik hitam menjelang pemilu 2013. Selain 
tidak akan terjebak demi kepentingan-kepentingan sempit kepartaian, mereka juga 
cukup sadar akan rasionalitas pemilik hak suara yang tidak mudah dibodohi 
dengan aksi-aksi politik pragmatisme. Jadi pada akhirnya 'mereka' akan bermain 
cantik untuk menjaga simpati rasionalitas pendukungnya. American Debt Default ? 
Ini adalah masalah integritas dan harga diri semua bangsa yang telah susah 
payah mereka bangun selama ratusan tahun. Saya justru melihat peristiwa ini 
menjadi momentum emas bagi bangsa amerika untuk menyadari dan merekonstruksi 
secara total bangunan fundamental
 ekonomi bangsanya dan mulai berhenti sebagai bangsa yang boros, bangsa yang 
membiayai perang dengan hutang. Kalau tidak , era amerika tinggal menunggu 
waktu, sebagaimana yang pernah dialami bangsa inggris beberapa abad yang lalu. 
Jadi, kemungkian kebuntuhan negosiasi politik sangat kecil, kecuali politikus 
amerika telah didominasi politikus hitam dan sudah 'dibeli' oleh kapitalis 
hitam !













Kirim email ke