Saya selalu menyambut dengan baik berita yang positif, selama itu masuk akal dan sesuai dengan fakta. Sebab ilmu saya cenderung: kalo sesuatu diniatkan positif, dihembuskan positif, dilakukan secara positif, dan diterima secara positif pula, energi positifnya akan benar2 terasa. Btw, bukan ngomongin orang dgn nick yg mengandung "positif" lho :D
"Positive" in its true form :) Thanks. 2011/7/31 caknoval <[email protected]> > ** > > > Good nyuuss.... :-) > > http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/415306/44/ > > Indonesia Incaran Korporasi Global > Monday, 25 July 2011 > JAKARTA¡V Perkembangan ekonomi Indonesia kian menarik di mata dunia. > Sejumlah perusahaan global berniat menanamkan modal hingga miliaran dolar di > berbagai sektor bisnis. > > Peningkatan daya beli masyarakat, komposisi penduduk yang sebagian besar > usia produktif, dan kondisi makroekonomi yang mendukung membuat korporasi > global melirik Indonesia sebagai negara tujuan investasi. > > ¡¨Makronya cukup mendukung,¡¨ ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal > (BKPM) Gita Warjawan kepada harian Seputar Indonesia (SINDO) kemarin. > Berdasarkan catatan SINDO, sejumlah korporasi global berencana menanamkan > modal dalam jumlah besar di Indonesia. > > Produsen ban terbesar asal Korea Selatan, Hankook, misalnya sedang > membangun pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan nilai investasi > USD1,1 miliar. Selain Hankook, dari Korea Selatan ada pula Pohang Steel > Corporation (Posco) yang menggandeng Krakatau Steel untuk membangun pabrik > pelat baja dan Lotte Group. > > Nama besar lainnya adalah Mitsubishi, Microsoft,dan Google. Staf Khusus > Kepala BKPM Silmy Karim menuturkan, Indonesia memiliki banyak kelebihan > dibandingkan negara lain sehingga bisa menarik minat investor asing. > > Kelebihan dimaksud adalah potensi pasar yang menarik akibat besarnya jumlah > penduduk, situasi makroekonomi yang stabil, dan ukuran ekonomi yang > berkembang cepat. ¡¨Indonesia juga kaya sumber daya alam. Berbagai faktor > itu membuat potensi keuntungan berinvestasi di Indonesia sangat > besar,¡¨ucapnya. > > Silmy mengatakan, aliran investasi ke Indonesia akan bertambah besar > apabila dua persoalan,yakni kondisi infrastruktur dan regulasi yang masih > tumpang tindih, bisa dituntaskan. Sejauh ini dia mengakui kedua masalah ini > menghambat aliran modal ke Indonesia. > > ¡¨Kalau itu bisa diperbaiki, investasi yang masuk akan semakin banyak. Yang > penting saat ini adalah angka investasi kita menggembirakan. Buktinya, Posco > dan Hankook merealisasikan investasi di Indonesia,¡¨ujarnya. > > Silmy menambahkan, situasi keamanan yang relatif kondusif turut mendorong > penanaman modal ke Indonesia. Adapun gonjang-ganjing politik relatif tidak > berdampak. ¡¨Yang penting Indonesia aman,¡¨ucap Silmy. > > BKPM memproyeksikan investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) > bersiap masuk ke Indonesia dalam dua atau tiga tahun mendatang. Komitmen > investasi itu diketahui saat Indonesia menggelar Forum Ekonomi Dunia Asia > Timur (World Economic Forum on East Asia) bulan lalu. > > Dalam forum itu, Kepala BKPM mengklaim mendapatkan komitmen serius dari > pabrikan automotif Nissan, Daihatsu,dan Tata Motor India yang berniat > melakukan pembangunan pabrik baru di Indonesia. Grup GMR India berniat > melirik infrastruktur seperti rel kereta api,bandara, dan pembangkit dengan > nilai investasi sekitar USD5 miliar. > > Dari Korea, ada Grup Lotte yang siap masuk. Demikian pula Grup SK yang > berniat menanamkan sekitar USD3 miliar¡V5 miliar. Dari AS, P&G dan General > Electric berniat menanamkan investasi ratusan juta dolar AS. Adapun dari > Eropa, ada Grup Unilever dan Nestle. > > Sebelumnya,Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, investor melihat > Indonesia sebagai tempat yang sangat menarik untuk berinvestasi, terutama > jika dibandingkan dengan China. Demi menjaga kepercayaan investor tersebut, > pemerintah berjanji terus berupaya memperbaiki peraturan untuk mengurangi > ekonomi biaya tinggi. > > Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani > mengatakan, Indonesia memiliki pasar yang luas dan besar.¡¨Dan dari > Indonesia, investor bisa mendapatkan pasar ASEAN dan China dengan keuntungan > dari FTA (free trade agreement). Keamanan kita juga stabil,¡¨ katanya. > > Kendati demikian, Franky menegaskan, masalah birokrasi, regulasi,serta > kondisi infrastruktur masih menghambat investasi masuk ke Indonesia. ¡¨Kita > terbelit rumitnya regulasi dan birokrasi,¡¨ujarnya. > > Ekonom Universitas Atma Jaya Jakarta,A Prasetyantoko mengatakan, korporasi > global tertarik menanamkan modal di Indonesia lantaran melihat prospek > fundamental domestik dalam jangka menengah panjang bagus.Perkembangan > ekonomi Indonesia ke depan didorong oleh sektor konsumsi yang memang > memiliki potensi besar. > > ¡¨Perusahaan asing yang bergerak pada sektor konsumsi pasti akan lebih > tertarik lagi untuk berinvestasi di Indonesia.Apalagi kalau kita masuk dalam > investment grade, posisi ini sangat meyakinkan bagi investor,¡¨paparnya. > > Dia berpandangan, dalam menyongsong aliran investasi global ini, Indonesia > harus bisa memastikan telah melakukan transformasi demi meningkatkan > produktivitas ekonomi. Indonesia juga harus meningkatkan daya saing, > terutama menyangkut infrastruktur dan ketersediaan energi. > > ¡¨Secara garis besar, saya sangat optimistis akan lebih banyak lagi > perusahaan asing yang menaruh investasinya di sini karena pasar kita > prospektif, terutama sektor konsumsi,¡¨ ujarnya. Ekonom Universitas Gadjah > Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro mengatakan, tren investasi di Indonesia, > khususnya yang berasal dari perusahaan besar berskala internasional, bisa > berlanjut asalkan pemerintah bisa menjaga momentum ekonomi. > > Menurutnya, saat ini di Indonesia masih ada tiga faktor utama yang > menghambat investasi. Faktor pertama, birokrasi pemerintah yang tidak > efisien, kedua, masih maraknya pungutan liar,dan terakhir sarana > infrastruktur yang tidak memadai. Jika tiga faktor penghambat investasi ini > diselesaikan, aliran investasi ke Indonesia akan lebih besar. > > ¡¨Namun untuk melakukan perbaikan itu bukanlah hal yang mudah jika tidak > didukung niat dan keseriusan pemerintah.Ambil contoh,untuk perizinan antara > daerah dan pusat masih berbeda, ini juga harus dibereskan,¡¨ tuturnya. > ƒÏƒnsandra karina/bernadette lilia nova/rini harumi /okezone > > > >
