Sejalan dengan penurunan target akhir tahun 2011 MSCI Indonesia Index oleh Morgan Stanley, posisi ASII sebagai saham dengan bobot indeks terbesar secara teknikal mid-term/intermediate sudah dalam posisi yang matang untuk melanjutkan perjalanan mid-cycle-nya pada semester ke-2 sebagaimana pola tahunan rutinnya.
Dalam Chart 1, ditampilkan secara sederhana melalui indikator yang mengelola multiple ROC price action, volume dan kombinasi data transaksi asing. Tampak jelas, posisi ASII yang sudah siap meluncur ke bawah untuk mencapai target fundamental-nya pada kisaran Rp50.000-an. 'Technical rebound' sekalipun sebagaimana 1 minggu terakhir yang signifikan dan cepat sekalipun tidak akan mengubah posisi indikator yang mengkonfirmasi 'downtrend' pada 'bear market'. Reversal akan datang jika waktunya memadai, dan tidak akan dapat dipaksakan. Chart ASII ini hanya salah satu sampel yang menggambarkan posisi serupa dari 10 komponen indeks MSCI IMI terbesar. *Chart 1*: ASII (closing 18 August 2011) [image: ASII (August 18).gif] '+' 2011/8/19 positif01 <[email protected]> > Dalam rilis terbaru, Morgan Stanley (MS) resmi mengumumkan pemotongan > target/estimasi MSCI Indonesia Index (MSCI IMI) sampai Desember 2011 menjadi > 1% (satu persen) dari sebelumnya 13%. Pengumuman ini tidak lama setelah MS > memotong target pertumbuhan global tadi malam yang juga menyulut 'global > market sell-off' (http://www.cnbc.com/id/44186209). > > MSCI Indonesia Index mayoritas secara umum berisikan saham-saham yang > memiliki kesamaan dengan indeks LQ45. Duduk pada urutan teratas dengan bobot > ('weighting') indeks terbesar: PT Astra International, Tbk. (ASII) dan > diikuti dengan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. > > Antisipasi pasar: Posisi MS sekaligus pihak yang memiliki hubungan > profesional dekat dengan pengelola indeks MSCI (Morgan Stanley Capital > International) diperkirakan akan segera menjadi panduan pelaku pasar asing, > yang menguasai pangsa 65% ekuitas Indonesia, terhadap posisi pasar > saham-saham konstituen MSCI. Berkaitan dengan hal ini, pantau dan waspadai > aksi pasar berbasis 'short-selling' terhadap sekurang-kurangnya 10 saham > teratas dalam MSCI IMI, dan faktor-faktor berikut: > > 1) non-komoditas dan terisolasi dari efek langsung rencana QE3 yang sedang > diantisipasi pasar jelang 26 Agustus. Morgan Stanley dan Goldman Sachs tetap > bullish atas minyak bumi dan komoditas terkait. > 2) saham-saham berkapitalisasi besar dengan mayoritas holding asing. > > Sebagaimana post kami sebelumnya, aksi pasar 'short-selling' menjadi > pilihan paling logis terkait tren pasar global bagi para hedge/fund manager > besar, khususnya terafiliasi asing, untuk segera menutup kerugian akibat > volatilitas penurunan tajam pada bursa saham negara-negara maju. Loss recoup > ini dipandang perlu jelang persiapan tutup tahun buku 2011. > > Beberapa post kami terkait: > > 12 Agustus 2011: Trading plan local houses: Aug remainder-mid Sept-DX/OD > seem possible and plausible to sell short ( > http://groups.yahoo.com/group/saham/message/130016) > > 12 Agustus 2011: US/Indo Market (12 August): Another Up Day in Bear Market > - Market Still In Correction ( > http://groups.yahoo.com/group/saham/message/129981) > > 19 Agustus 2011: Morgan Stanley Cuts MSCI Indonesia Index Target ( > http://www.bloomberg.com/news/2011-08-19/indonesia-stocks-fall-as-morgan-stanley-cuts-target-correct-.html > ) > > '+' >
<<ASII (August 18).gif>>
