Kondisi yg dialami investor tanah air bisa dilukiskan dengan satu kata: galau. Apalagi menjelang lebaran, libur panjang dengan situasi ekonomi dunia yg simpang siur. Indikator TA juga ikut jungkir balik, karena naiknya merayap tapi turunnya lompat. Di bulan puasa ini, ternyata ujiannya cukup berat, dan harus banyak2 bersabar.
Bagaimana prospek Indonesia ke depan? Kita patut bersyukur, walau ini juga ironi, efek pasar modal terhadar ekonomi riil termasuk minim. Bahkan kepemilikan rakyat Indonesia terhadap bursa saham tidak sampai 1%. Gonjang ganjing di bursa, pada akhirnya diredam oleh ekonomi yg bergerak nyata di masyarakat. Fundamental ini yg akhirnya menyelamatkan kita semua, pemain2 di bursa saham. Modal boleh ludes, tapi gaji bulanan tetap jalan terus toh, bahkan naik, hehe. Saya juga sebenarnya risau. Tapi coba ingat ini, uang bisa dicari dan tidak dibawa mati. Kita hidup hanya satu kali, tapi bursa akan hidup mati berkali2. Jangan sampai kita menyia2kan hidup yg berharga ini. Jualan saham gak sukses, masih bisa jualan kambing toh. :-) Thursday, August 18, 2011, 9:55:06 AM, you wrote: srt> Bagaimana Arah pergerakan Bursa kita setelah mengalami koreksi tajam. srt> Bursa-bursa Saham global mengalami koreksi setelah merespon Turunnya Surat srt> Hutang Amerika dari AAA menjadi AA+ menambah kepanikan pasar global dan srt> FOMC yang menghasilkan keputusan membiarkan The Fed rate tetap hingga srt> pertengah tahunan 2013. Salah satu instrumen investasi yang menjadi safe srt> haven adalah GOLD. Rekor ketinggian baru dicetak di 1800an. srt> Bagaimana dengan IHSG ? Apakah warna hijau yang sedikit muncul srt> mengindikasikan sudah terjadi rebound, atau kah rebound semu yang dapat srt> digunakan investor/trader untuk melakukan stop loss di level yang lebih srt> baik? srt> Sepertinya pasar berkonsolidasi, berhati-hati, menunggu arah pergerakan srt> yang lebih jelas. srt> Di era globalisasi ini, IHSG tidak berdiri sendiri tetapi berkaitan dengan srt> instrumen lain seperti bursa global, regional, komoditi(emas, minyak) srt> bahkan pasar forex seperti EUR, USD dan Rupiah sendiri. Terlebih banyaknya srt> "pemain asing" yang membawa Hot Money ikut meramaikan bursa kita. Kita srt> perlu mempelajari mengamati prilaku mereka di Saham, Rupiah dan SUN/SBI. srt> Permainan mereka yang sering berputar di instrumen tersebut dapat menolong srt> kita untuk mendapatkan gambaran arah pergerakan mereka. srt> Pergerakan Rupiah dan IHSG sering berkaitan. Penguatan yang satu mendorong srt> penguatan yang lain. srt> IHSG ketika berada di 4,193, saat itu Rupiah diperdagangkan dipasar Spot srt> pada level 8455. Saat ini Rupiah di 8530-8550. Rupiah sendiri sering srt> dipicu penguatan EUR/USD. Dimana ketika EUR menguat, pasar menganggap USD srt> sebagai rivalnya sedang melemah. Dan Rupiahpun ikut menguat. srt> IDR dalam minggu terakhir ini masih belum mampu menguat di bawah 8500. EUR srt> yang sebagai katalisator tidak mampu bergerak banyak karena bayang-bayang srt> krisis Hutang di zona EURO tersebut. Sehingga untuk berharap IHSG bergerak srt> cepat dalam waktu dekat ini belum terlihat. Dengan kondisi yang masih srt> labil di pasar global, ada risiko koreksi yang berlanjut... srt> Tetapi bisa diyakini sekalipun dalam minggu ini, asing melakukan penjualan srt> bersih yang cukup besar di Bursa saham maupun di SUN kita, tetapi mereka srt> tidak meninggalkan Indonesia. srt> Indonesia masih menjadi lahan investasi mereka di tengah krisis US dan srt> hutang Eropa serta tingginya harga komoditi emas yang rawan koreksi. srt> Perlu membaca catatan, biasanya menjelang liburan Idul Fitri, IHSG rawan srt> koreksi. Para pelaku lebih aman memegang cash di tengah ketidak pastian srt> libur panjang. srt> IHSG sepertinya akan dibawa dan ditahan di level 4000 menjelang libur srt> panjang. srt> Bursa kita akan naik tetapi perlu menunggu Market Timing yang tepat untuk srt> kembali berselancar... -- Tertanda, Oguds [960000031] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
