Seperti dipaparkan pada Laporan Keuangan terbaru, PT Bank Bukopin
Tbk (BBKP) pada semester I 2011 meraih laba bersih hingga Rp337,3 miliar
dari Rp223,7 miliar di semester I 2010. Kinerja ini didorong pendapatan
bunga dan syariah mencapai Rp2,1 triliun dari Rp1,8 triliun di 2010
semester I. Dalam semester II 2011 ini BBKP tinggal mengejar 2 Trilyun
lagi dari target kredit komersil. Sebelumnya sampai pada akhir Juni
2011, BBKP berhasil menyalurkan kredit komersil sebesar Rp 11 Trilyun
yang tersebar merata di empat sektor, yaitu sektor energi, transportasi,
kontruksi, dan industri. Untuk penyaluran kredit sebesar itu, kredit
macet atau NPL di bidang komersil hanya sebesar 2% saja, yang merata
pula di ke empat sektor tersebut.
Mengenai beberapa proyek yang akan
dialiri dana pinjaman oleh BBKP, pihak korporasi menyebutkan salah
satunya adalah anak perusahaan dari Intiland Development untuk
pembangunan proyek properti barunya. Dengan kinerja yang sangat
mengesankan tersebut, BBKP menjadi salah satu target incaran investor
asing yang hendak mengalihkan portofolio mereka ke Indonesia karena
berdasarkan proyeksi bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang
paling kecil terkena dampak jika resesi terjadi di AS dan Eropa. Disebut
– sebut BBKP dapat mencapai harga Rp 1000 dalam waktu dekat. Pada
perdagangan Senin kemarin BBKP stagnan di level 730 dengan volume
perdagangan sebesar 26.66 juta lembar dengan nilai Rp. 19.08 milyar.