Kalau masih nanya seperti di bawah, berarti tanda2 masih belum yakin ya Pak
Dimas :)
Kalau menurut saya, lakukan saja apa yang kita yakini agar tidur bisa
nyenyak, hati damai.

Saya pribadi kurang tertarik dengan emas, karena tingkat keuntungannya yang
rendah dibanding dengan saham. Di saham, saya bisa keluar masuk dengan
cepat. Kalau kondisi lagi volatile, bisa nyopet dapat keuntungan sekitar
2-3% dalam hitungan jam :)
Saya juga lakuinnya hanya dari depan komputer saja, ngga perlu pergi keluar
untuk beli jual emas. Belum lagi harga emas di pasar internasional belum
tentu sama ketika kita mau jualan ke toko emas :)
Ditambah lagi kalau kita bawa emas, katakan sekilo, untuk kita jual ketika
merasa harganya sudah tinggi, kita harus bawa emas tersebut ke toko. Harus
nyari toko yg mau terima segitu banyak emas yg mau kita jual. Itu juga kalau
dijalan ngga pas kita dirampok. Resiko2 seperti ini dan juga kerepotan dalam
hal transaksi beli jual seperti itulah yg membuat saya malas bisnis di emas.
Jauh lebih mudah bagi saya bisnis di saham ketimbang di emas. Walau saya
tidak mengatakan bisnis di emas itu tidak prospektif, karena saya tahu dan
ada saudara saya yg jadi pedagang emas selama puluhan tahun, dan hasil dari
dagang emas itu keuntungannya juga besar. Masing2 orang ada spesialisasinya
menurut saya. Silakan fokus saja dengan bidang yg dikuasai :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/8/23 Dimas Yoga <[email protected]>

>
>
>
> Saya berusaha untuk tidak percaya, tetapi dengan keadaan seperti sekarang
> ini kok sepertinya berlaku kondisi
>
>    - Saham : High Risk, Low Return
>    - Emas   : Low Risk, High Return
>
> Gimana menurut teman-teman? Strategi apa yang teman-teman pakai menyikapi
> kondisi yang seperti tersebut diatas? Terutama buat Bang Ian, mohon petunjuk
> dan instruksi lebih lanjut.. :)
>
>
> Salam,
> Dimas
>
>
> 

Kirim email ke