Sementara sebagian trading houses dengan mayoritas ritel mengubah 'mode'
trading menjadi 'risk-off' atau sederhananya 'menyingkir' pasca-rilis US
jobs report Jumat, 02 September lalu, sebagian trading houses/hedge fund
managers yang mayoritas menolak disebutkan identitas asalnya mengambil
posisi 'risk-on' atau menambah posisi di pasar dengan mengambil resiko penuh
atas ekspektasi volatilitas pasar ke depan.

Argumen sebagian 'risk-on' traders ini yang menarik untuk diulas sedikit.
Dan, kesamaan argumen posisi trading didasarkan kepada ekspektasi dan
antisipasi volatilitas pasar dengan kecenderungan upside pada minggu ini dan
beberapa minggu ke depan, khususnya pada bulan September ini. Para 'risk-on'
traders ini mengambil strategi 'buy the dip' atau menambah posisi pada
setiap kesempatan 'pull-back'. Argumen pokok mereka:

1) US market sudah 'bottoming' dan pasar sudah 'priced-in' ekspektasi US
housing/jobs market pada awal Agustus. Dengan data housing/jobs report pada
Agustus yang jauh lebih lemah ('weak') daripada Juli, volatilitas downside
pada Jumat kemarin sangat kecil dibandingkan awal Agustus. 'Trading
turnover'/volume perdagangan juga melemah menandakan lemahnya 'conviction'
behind selling;

2) 'Risk-on traders' menyadari pelemahan pasar, tetapi menolak kemungkinan
resesi. Pondasi perekonomian Amerika Serikat menjadi spotlight, sementara
Eropa lebih sebagai 'peripheral issues' yang akan bergerak 'on its own'.

3) Sejumlah 'risk-on traders' menyadari penuh bahwa serangkaian proposal
yang disampaikan oleh otoritas AS kepada publik telah dikelola dengan
mengantisipasi data-data yang dipandang buruk sebelum dirilis.

-17 Agustus: Gedung Putih mengumumkan rencana pidato Presiden Obama setelah
hari libur Labor's day tentang penciptaan lapangan kerja baru (
http://www.nytimes.com/2011/08/18/us/politics/18fiscal.html?_r=1);

-26 Agustus: Gubernur Bank Sentral AS, Bernanke, memilih menunda pengambilan
kebijakan ('tools') penting hingga September untuk menghadapi rilis
data-data ekonomi yang kurang mendukung. Pada saat yang bersamaan Bernanke
mendorong fiscal policy di bawah legislatif dan eksekutif untuk proaktif
mengambil kebijakan mendorong perekonomian AS, di antaranya lapangan
pekerjaan;

-01 September: Gedung Putih mengumumkan pidato Presiden Obama tentang
penciptaan lapangan pekerjaan akan disampaikan pada 'joint session Congress'
pada hari Kamis, 08 September pukul 07:00 PM EDT atau Jumat, 09 September
pukul 06:00 pagi BBWI;

-02 September: Data non-farm payroll mengindikasikan 'no growth' on
'hiring', bukan 'firing'.

-08 September: Pertemuan 'governing council' European Central Bank (ECB)
yang dipandang oleh pasar sebagai upaya kolektif Eropa untuk menyelamatkan
perekonomian global (
http://www.ecb.int/events/calendar/mgcgc/html/index.en.html).

Kronologi peristiwa penting di atas, menjadi argumen para 'risk-on traders'
untuk mengambil/menambah posisi. Mengapa? Karena semua peristiwa penting
telah direncanakan dilakukan setelah data 'non-farm payroll' diumumkan. 'No
coincidence'.

Dengan kata lain, serangkaian peristiwa penting akan menjadi orkestrasi
semangat global menyikapi 'bottoming' data-data perekonomian yang kurang
menguntungkan. Dan, untuk itu, tindakan paling efektif dilakukan setelah
'yang dipandang terburuk' telah dikeluarkan....ini yang biasa disebut
'penyelamatan'.

Dan, masih ada 1 atau 2 peristiwa penting yang akan melengkapi (to be
continued).

'+'

Kirim email ke