Baca yg beginian bikin hati panas aja. Tapi misal seandainya jika kalo
Freeport karena suatu hal tiba-tiba bisa listing di BEI pasti jd saham
sejuta umat juga deh... heheheehehe.....

On 31/10/2011, iching_prediction <[email protected]> wrote:
> kayaknya uda saatnya ada 'action'.... uda beberapa kali ditegur
> admin...masuk kuping kiri keluar kuping kanan...
>
> --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu
> <irwanariston@...> wrote:
>>
>> Topik yg seperti ini tidak untuk dibahas di milis saham.
>>
>> Cobalah fokus bicarakan saham, jangan habiskan energi untuk bahas hal
> yang
>> tidak terkait soal saham di milis saham.
>>
>> Analoginya begini, bagaimana anda bisa nyetir mobil di jalan tol
> dengan
>> kecepatan di atas 100 km per jam bila anda tidak fokus dalam
> menyetirnya?
>> Demikian juga dalam trading saham, ketika pikiran anda bercabang,
> tidak
>> fokus, maka anda susah untuk bisa ngebut di trading saham.
>>
>> Milis saham dibuat khusus untuk yang memiliki interest di saham agar
> bisa
>> ngebut di saham, agar bisa mendapatkan informasi2 ataupun pendapat2,
>> ataupun posting2 pembahasan yg terkait dengan saham, dan bukan
> pembahasan
>> akan topik lain di luar saham.
>>
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2011/10/30 caknoval noval.invest@...
>>
>> >
>> >
>> > Â
>> > Date: Thursday, October 27, 2011, 7:33 PM
>> >
>> > Salam kebangsaan yg terhina,
>> >
>> > Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat
> dalam
>> > majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di
>> > Washington
>> > DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and
> Freeport.â€
>> >
>> > Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak
> tahun 1967,
>> > namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun
> sebelumnya.
>> > Dalam
>> > tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur,
> demikian
>> > nama
>> > perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika
> terjadi
>> > pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.
>> >
>> > Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista.
> Oleh
>> > Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan.
> Freeport
>> > Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi
>> > perdananya
>> > terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease,
> berkali-kali CEO
>> > Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro,
> namun
>> > berkali-kali
>> > pula menemui kegagalan.
>> >
>> > Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959,
> Forbes
>> > Wilson
>> > yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan
> dengan
>> > Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam
> pertemuan
>> > itu
>> > Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian
> atas
>> > Gunung
>> > Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques
> Dozy di
>> > tahun
>> > 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna
> dan
>> > tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda.
> Van
>> > Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu
> dan
>> > membacanya.
>> >
>> > Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport
> Sulphur
>> > itu
>> > jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy
> juga
>> > menulis
>> > tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah
>> > lainnya
>> > diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur
> tubuh
>> > Gunung
>> > Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak
> tersembunyi di
>> > dalam
>> > tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera
> melakukan
>> > perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di
> dalam
>> > benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa
>> > bangkit
>> > kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.
>> >
>> > Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama
> atas
>> > Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak
>> > ditulisnya
>> > dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson
> menyebut
>> > gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk
> memperolehnya tidak
>> > perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di
>> > permukaan
>> > tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan
> ditimpa sinar
>> > matahari.
>> >
>> > Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena
> selain
>> > dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih
> emas
>> > dan
>> > perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD
>> > MOUNTAIN,
>> > bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson
>> > memperkirakan
>> > jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali
> modal.
>> > Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1
> Februari
>> > 1960,
>> > Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk
>> > mengeksplorasi gunung tersebut.
>> >
>> > Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir
> sama
>> > dengan
>> > yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas
> tanah Irian
>> > Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas
> dan
>> > Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.
>> >
>> > Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John
> Fitzgerald
>> > Kennedy
>> > agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya
>> > mendukung
>> > Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan
> Marshall
>> > Plan
>> > jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu
> memerlukan
>> > bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari
> puing-puing
>> > kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari
> Irian
>> > Barat.
>> >
>> > Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg
> sesungguhnya
>> > mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda
> mengetahui
>> > fakta
>> > sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari
> AS
>> > tidak
>> > ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.
>> >
>> > Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan
>> > perjanjian
>> > kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin
> Freeport
>> > jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket
> bantuan
>> > ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF
> dan Bank
>> > Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!
>> >
>> > Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden
> Kennedy
>> > tewas
>> > ditembak
>> > pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy
>> > merupakan
>> > sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang
> hendak
>> > mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.
>> >
>> > Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang
> bertolak
>> > belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan
> ekonomi
>> > kepada
>> > Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di
> belakang
>> > keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS
> tahun
>> > 1964,
>> > adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi
> Freeport.
>> >
>> > Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.
> Selain
>> > kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi
> Caltex
>> > (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun
> 1961
>> > memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan
> 60persen
>> > labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah
> satu
>> > dari
>> > tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh
> kebijakan
>> > Soekarno ini.
>> >
>> > Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan
> agar
>> > orang
>> > ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib.
> Augustus
>> > C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah
> dua
>> > kali
>> > menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika
> tempat
>> > ini
>> > merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.
>> >
>> > Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini.
> Antara
>> > tahun
>> > 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco.
> Apa saja
>> > yang
>> > dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai
> masa
>> > yang
>> > paling krusial.
>> >
>> > Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long
> terpilih
>> > sebagai
>> > Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus
> 1965,
>> > Long
>> > diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS
> untuk
>> > masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk
>> > menentukan
>> > operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah
> satu
>> > tokoh
>> > yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan
>> > menggerakkan
>> > sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local
> Army
>> > Friend.
>> >
>> > Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari
> 1965, pukul
>> > 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak
> angkatan
>> > darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno
> berhalangan.
>> > Mantan
>> > pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar
> adanya.
>> >
>> > Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah
> perwira
>> > loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan
> Direktur
>> > Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah
> siap
>> > mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika
> itu
>> > Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967,
> lalu
>> > darimana
>> > Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan
> Freeport?
>> >
>> > Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata
> sudah
>> > mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit
> Indonesia.
>> > Mereka
>> > adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius
> Tahija.
>> > Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu
> Soetowo
>> > dengan
>> > Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan
> darat
>> > karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.
>> >
>> > Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing
> (PMA) yang
>> > draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller,
> disahkan
>> > tahun
>> > 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani
> Suharto
>> > adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru
>> > dibuat.
>> > Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing
> selalu
>> > menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa,
> kontrak-kontrak
>> > seperti
>> > itu malah merugikan Indonesia.
>> >
>> > Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport
> mengandeng
>> > Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA.
> Direktur CIA
>> > John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA
>> > Richards
>> > Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.
>> >
>> > Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bobâ€
> Moffet dan
>> > menjadi
>> > perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS
>> > pertahun.
>> >
>> > Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley,
> menulis
>> > sebuah
>> > buku berjudul “Grasberg†setelab 384 halaman dan
> memaparkan jika tambang
>> > emas
>> > di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan
> untuk
>> > bijih
>> > tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.
>> >
>> > Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini
> tersimpan
>> > cadangan
>> > bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan
> menguntungkan 45
>> > tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika
> biaya
>> > produksi
>> > tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat
> itu
>> > merupakan yang termurah di dunia!!
>> >
>> > Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah.
> Seharusnya
>> > EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga
> mengandung
>> > tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan
> tanah,
>> > maka
>> > Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan
> sangat
>> > mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan
> membangun
>> > pipa-pipa
>> > raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer
> langsung
>> > menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang
> akan
>> > mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh
> perampokan
>> > besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!
>> >
>> > Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang
> emas
>> > Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas
> tersebut yang
>> > ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas,
>> > perak, dan
>> > tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika,
>> > meninggalkan
>> > limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang
> Papua
>> > yang
>> > sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.
>> >
>> > Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini,
> yang
>> > dari
>> > sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas
> terbesar di
>> > dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri
> sendiri dan
>> > keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk
> itu
>> > yang
>> > walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang
> kecil
>> > karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika
> Indonesia
>> > mau
>> > mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.
>> >
>> > Sumber : Blog Media Kata
>> >
>> >
>> >
>>
>
>


-- 
Pahit itu Sehat


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke