Rakyat amerika,eropa,jepang sebagai negara kapitalis sudah menikmati enaknya hidup dlm kemakmuran,saatnya china,india,indonesia jika bersatu akan menjadi kekuatan baru,krisis eropa akan terus berlanjut termasuk amerika krn hutang menumpuk,harapan saat ini hanya pada china,tetapi china tdk mau terseret dlm carut marutnya finansial amerika,eropa,soal indonesia ke depan byk peluang menarik bagi investor,tinggal bagaimna pemimpin negara menyikapi peluang ini Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Tong Nyang Kong <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 17 Nov 2011 23:02:55 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran stimulus/QE Saya tidak percaya krisis Eropa akan selesai sampai akhir tahun depan, terlalu banyak kepentingan pribadi (negara masing-masing anggota) ketimbang kepentingan bersama. Sewaktu krisis moneter pada 1997 melanda Asia, masyarakat Asia yang terkena krisis harus rela dipotong gaji sampai 70% dan perusahaan dengan sakit juga berkorban tetap mempekerjakan para pegawai demi membantu para pegawai (tentunya dengan pemotongan gaji) sedang rakyat eropa cendrung sudah terlena hidup mewah selama ini. Mereka tidak mau hidup susah disaat susah, masa negara RRC yang masih miskin dipaksa untuk memberi bantuan pada blok ekonomi kaya ? Orang RRC, India, Indonesia masih mau menjadi pembantu rumah tangga, apakah rata-rata orang Eropa juga mau menjadi pembantu rumah tangga dengan gaji yang sangat terbatas juga ? Rasanya mustahil eropa akan bisa menyelesaikan krisis mereka sampai dengan perpecahan di zona euro itu terjadi, sampai gejolak itu benar-benar memaksa mereka tidak bisa menolak hidup susah. Itu pendapat saya pribadi tentang krisis eropa, tidak lebih. Salam, ttd. Tong Nyang Kong ________________________________ Dari: positif01 <[email protected]> Kepada: Dikirim: Kamis, 17 November 2011 15:45 Judul: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran stimulus/QE Dari Eropa meskipun bukan EU: sementara di AS, sedang dihangatkan kembali wacana tersebut Bank of England Governor Mervyn King’s alarm over the danger posed by Europe’s debt crisis suggests officials may be ready to add more stimulus as soon as next month to shield Britain from further turmoil. The current round of bond purchases through so-called quantitative easing is due to end in early February. Jamie Dannhauser, an economist at Lombard Street Research in London said a move before then is possible. Michael Saunders, chief European economist at Citigroup Inc. in London, also said the central bank may not wait to increase the target. It “may be announced at the December or January meetings - - especially if data are weak and financial markets remain strained,” Saunders said. http://www.bloomberg.com/news/2011-11-17/king-s-alarm-stokes-boe-stimulus-suspense-as-europe-s-debt-turmoil-rages.html '+'-- Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
