Mengenai dana yang dipisah nanti di sekuritas justru membuat beberapa orang 
jadi tidak begitu aktif. Mungkin duit nya mendingan taro diluar negeri. 

Apa lembaga seperti ksei itu independen? Apa pemerintah / tukang pajak tidak 
akan mengakses hal itu?


Sent from my BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "tongnyangkong" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 06 Dec 2011 17:58:09 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Trader kita bodoh2... :) kasian yaaa... :)

Selama beberapa tahun terakhir pasar menjadi optimis karena ada euforia 
investment grade, sepertinya tahun depan bisa terealisasikan tapi sudah menjadi 
sell on news, sementara kondisi gagal bayar di Eropa tetap tinggi. Seluruh dana 
dari negara yang tidak tahu dari mana yang dikendalikan oleh institusi dari 
negara Barat yang saat ini sedang sekarat tentu tidak mau saat Sell on News 
terjadi mereka baru menjual, karena itu secara perlahan mereka sudah mulai 
keluar dari pasar apalagi awal Feb nanti adanya rencana pemisahan dana akan 
otomatis membuat likuiditas di pasar semakin sepi, masa institusi kalah mikir 
sama TongNyangKong kan tidak mungkin kan. Mereka pasti jauh lebih pintar dan 
beribu langkah di depan.

Sengaja saya tulis di milis agar semakin tinggi kecemasan institusi, tetapi 
menyelamatkan para riteler alias para rakyat Republik Pasar Modal.

Satu hal lagi, tahun ini kalau tidak salah adalah tahun pertama reksadana saham 
kurang alias tidak memberikan gain, khusus 2008 saya kira special casse 
sehingga bisa diabaikan. Karena baru pertama tidak gain dari sekian tahun 
(kalau tidak salah dari 2006) saya kira rata-rata dari kita sudah tahu 
jawabannya, mana mungkin hanya 1 tahun tidak gain ? Alasannya, 1 hal yang 
paling mendasar krisis pemotongan utang Yunani yang 50% belum memakan korban, 
itu pun belum tuntas karena masih banyak anggota Euro yang masih seperti Yunani 
dan memiliki market cap jauh lebih besar dari Yunani. Setiap pemotongan alias 
gagal bayar pasti akan menelan korban lebih dulu.

itu pandangan saya mengapa saya tidak membeli dengan seluruh kemampuan keuangan 
yang saya miliki dan kesannya terpecah-pecah tidak fokus di satu saham dan 
lebih sering meledekin.

Jika kita meninggalkan pasar sepenuhnya juga ribet, bisa saja prediksi kita 
salah sehingga kesempatan tidak didapat makanya saya selalu antisipasi dengan 
saham murah yang disebut saham downtren oleh Hakitrader, saya juga tidak berani 
lantang membuat statement strong buy atas saham yang naik sudah tinggi, soalnya 
bila hal tersebut terjadi dan kalau ternyata ada yang ngikut dan nyangkut. 
Rasanya tidak enak juga meski saat itupun bisa saja saya juga ikutan rugi.





--- In [email protected], Alit Suwirya <alitws@...> wrote:
>
> ha.h.a.ha, data yang bgs gan.. nice share
> 
> 
> 
> ________________________________
>  Dari: Gun Mastercuan <gun_mastercuan@...>
> Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
> Dikirim: Selasa, 6 Desember 2011 21:48
> Judul: Re: [saham] Trader kita bodoh2... :) kasian yaaa... :)
>  
> 
>   
> setuju broo...trader kita memang bodoh2...yg krisis disana...eh kita dipaksa 
> ngikut mrk untuk krisis jg....apalagi ditakut-takutin yg katanya jago 
> teknikal lah atau fundamental. Mereka itu antek2nya BD luar sana.
>  
> Apa waktu kita krisis 1997 mereka ikutan kriris jg...ternyata tidak...jd 
> bener trader kita emang bodoh2 ..mau aja diajak krisis.
> ________________________________
> From: HY <h16y07@...>
> To: "[email protected]" <[email protected]> 
> Sent: Tuesday, December 6, 2011 8:56 PM
> Subject: [saham] Trader kita bodoh2... :) kasian yaaa... :)
> 
> 
> 
> ^DJI
> 21/07/2011 ---> 12724.4    05/12/2011 --->    12097.83    - 4.92 %
> 
> ^JKSE
> 21/07/2011 ---> 4068.07    05/12/2011 --->    3780.79      -7.06 %
> 
> Jadi sebenernya yang krisis Indonesia apa Amerika ?  :D
> Mereka telah sukses menciutkan nyali kita dengan rumor2 dan
>  sandiwaranya... wakakakakak
> 
> 
> " Hidupmu adalah Imajinasimu " 
>



Kirim email ke