Debt swap ga mudah jg kan kalau peberi kredit kaga mau di swap dengan saham 
nya? 

Atau memang sudah di setujui dari awal? 
Kalau engga apa mungkin memang ada value yg di liat oleh pemberi kredit. 


Sent from my BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Hendrik Limbono <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 11 Dec 2011 20:45:07 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] TBLA sebenarnya bagus tidak?

Menurut saya si sektor cpo ini...tbla yg plg jelek..... Der paling 
tinggi...bandungkan dengan lsip dan aali yg jauh lbr rendah...sehibgga tbla 
walau growth plg tgi namun jg dihargai plg rendah.....setuju dgn.pak tong...klo 
trus2 an debt swap....saham kita bakal tersilusi dan hal ini memberikan 
gambaran bahwa kondisi keuangan oerusahaan sedang tudak prima....dan hati2 pada 
saat krisis perusahaan dgn hutang besar akan sangat rawan..dan yg hutang kecil 
biasanya lebih bertahan...

n Sun, Dec 11, 2011 8:50 PM MST Nico Adhitya wrote:>Terima kasih penjelasannya 
pak tong>>>________________________________> From: tongnyangkong 
<[email protected]>>To: [email protected] >Sent: Monday, December 
12, 2011 9:56 AM>Subject: Re: Bls: [saham] TBLA sebenarnya bagus tidak?> >>  
>Perusahaan yang melakukan debt swap memiliki "image" tidak baik bagi semua 
kreditur.>>Soal BHIT debt swap itu sudah sejak awal diumumkan pada penerbitan 
prospektus mereka sehingga ada yang namanya Obligasi Konversi, berbeda dengan 
TBLA yang dikonversikan adalah hutang yang jatuh tempo yang sebelumnya tidak 
ada dalam rencana pelunasan hutang. Lagi pun BHIT hanya melakukan reschedule 
utang sedang TBLA tercatat sudah 2x dalam setidaknya 2 tahun ini melakukan hal 
demikian dengan nilai kurang lebih hampir sama. Lagipun nilai utang yang 
dikonversi tidak terlampau besar dengan perolehan laba perseroan sepanjang 2011 
ini, menjadi pertanyaan perusahaan bagus mana yang
 melakukan model seperti ini ?>>--- In [email protected], Nico Adhitya 
<nico.adhitya@...> wrote:>>>> Cmiiw. BHIT right issue jg buat konversi utang jg 
tetap melaju pak tong.>> >> On Fri, Dec 9, 2011 6:48 AM PST Tong Nyang Kong 
wrote:>> >> >Menjadi BIG QUESTION ? Jika perusahaan bagus kok pre emtive mulu, 
malahan lebih konyol lagi pre emtive untuk konversi utang. Piye dunk ?>> >>> 
>>> > >> >Salam,>> >>> >>> >ttd.>> >>> >>> >Tong Nyang Kong>> >>> >>> 
>---------- NOTE : MAAF tidak menerima pesan lewat chatting ---------->> >---- 
semua pesan harus diberi judul dan kenal dari mana agar lebih -->> >- 
diprioritaskan untuk dibaca, tapi itupun tidak ada jaminan dibaca ->> >>> >>>>>>

Kirim email ke