bung intinya menghargai pendapat orang....kalau memang dimilis ini gak 
menghargai pendapt orang, silakan dikeluarkan.



________________________________
 From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, December 23, 2011 1:30 PM
Subject: Re: [saham] Saat Trading Yang Paling Enak
 

  
Saya ketika beli dan menjadi leader di satu saham, saya gunakan TA.
Beberapa kawan saya yg juga terkadang sebagai penggerak pasar, mereka juga 
pakai TA.
Silakan Pak GM mau percaya atau tidak, itu hak anda :)

Trading itu yg penting bisa dapat cuan, ngga peduli tekniknya mau pakai apa. 
Mau pakai rumors, mau pakai news, mau taping, mau TA, mau FA, mau lempar koin 
atau hitung kancing, mau duduk disebelah bandar atau orang bandar, atau 
apapun2, sah2 saja. Bukan sesuatu yg perlu diperdebatkan mana yg paling bagus 
dan tepat untuk digunakan.

Setiap orang bisa punya gayanya sendiri, punya caranya sendiri, punya tools nya 
sendiri. Kalau anda ngga cocok pakai TA, mungkin karena anda belum paham soal 
TA atau memang TA ngga cocok dengan trading style anda. Jadi, jangan pernah 
mengatakan TA tidak bisa digunakan di BEI, hanya karena anda tidak bisa 
memakainya. Sudah banyak trader di BEI yg sukses pakai TA dalam memperkirakan 
pergerakan harga.

Lebih baik anda rendah hati saja, tidak perlu menyombongkan diri dengan 
mengatakan TA tidak bisa digunakan di BEI karena faktanya TA bisa digunakan dan 
sudah banyak yg menggunakan. Itu sebabnya Pak Dokter Market ada menulis kalimat
"Buruk muka cermin dibelah."
Kalimat itu adalah penggalan dari peribahasa yg umum digunakan di Indonesia. 
Jadi, Pak doktermarket tidak sedang mengatakan muka anda buruk parasnya. Bukan 
itu maksudnya. Tapi lebih kepada, bila kita belum paham cara menggunakan tools 
tertentu, janganlah cepat menyalahkan tools tersebut ngga bener, ngga bisa 
dipakai. Dan hal tersebut ada dijelaskan di kalimat doktermarket setelah 
penggalan peribahasanya tersebut dengan mengatakan, "Karena tidak bisa 
menggunakan teknikal maka teknikal disalahkan."

Jadi, ini bukan menjelek2an anda, Pak GM, tapi karena anda sudah lebih dulu 
merasa paling tahu tentang TA sehingga berani mengatakan "namanya jg 
IHSG...teknikal gak ada efeknya....spekulasi semua alias judi." tentunya orang2 
yg tidak sepaham dengan anda bisa berargumen sebaliknya. Kalau tulisan anda 
tidak ingin dikomentari, sebaiknya jangan dikirim ke milis saham. Kalau di 
kirim di milis saham, berarti siap untuk dikomentari.

Akan berbeda kalau anda menulisnya sebagai berikut "Tampaknya saya tidak cocok 
dengan analisa teknikal, karena sering merugi kalau trading menggunakan 
grafik." Nah, kalau anda menulis kalimat seperti ini, maka tidak akan ada yg 
komplain. Mungkin malah bersimpati, dan mungkin malah ada yg mau bantuin 
mencari dimana letak kesalahan trading Pak GM selama menggunakan TA. 


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/12/23 Gun Mastercuan <[email protected]>


>
>
>kesimpulannya teknikal gak dipakai disini.
>
>
>
>
>________________________________
> From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Friday, December 23, 2011 12:35 PM
>Subject: Re: [saham] Saat Trading Yang Paling Enak
>
>
>
>  
>Pada saat IHSG sideways, itu artinya saham2 BC cenderung sideways juga. Pada 
>kondisi ini, bisa trading di BC dengan fokus pada support dan resistance. 
>Atau, kalau mau agresif, bisa lirik2 saham non BC alias saham2 2nd dan 3rd 
>liner yg market cap nya cenderung tidak besar.
>
>Itulah yg terjadi belakangan ini di BEI, dimana banyak saham2 2nd dan 3rd 
>liner yg berterbangan naiknya ngga keruan. Karena saya mengetahui situasi ini, 
>maka saya manfaatkan saja situasinya dengan nebeng gelombang besar tersebut 
>sehingga bisa dapat untung lumayanlah :)
>
>Jadi, kalau kita trading, pintar2lah baca situasi pasar. Trend nya sedang 
>gimana, maka trader pun yg seharusnya adalah trend follower, tinggal ngikut 
>maunya pasar saja.  Jadi, ngga peduli Bullish, Bearish, atau Sideways, trader 
>tetap bisa survive.
>Trader baru akan mati gaya kalau marketnya sepi alias valuasi perdagangan 
>rendah. Kalau kondisinya seperti itu, lebih baik dengerin musik dan nonton 
>tivi saja atau jalan2 ke mall :)
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>2011/12/23 Darmanto DLTS <[email protected]>
>
>
>>
>>
>>IMHO...kAlau di BEJ bisa Shortsell sih mestinya yang paling tidak enak 
>>trading itu pada saat sideways
>>
>>
>>2011/12/23 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>
>> 
>>>  
>>>Berikut ini saya sharingkan pendapat saya berdasarkan pengalaman sehari2 
>>>saja tentang saat yg menurut saya paling enak untuk trading. Kalimat ini 
>>>saya tulis di FB saya pagi tadi. :)
>>>
>>>Trading saham itu paling enak dan mudah pada saat market bullish, karena 
>>>kalau beli saham walaupun harganya sudah naik, masih bisa naik lagi. Selain 
>>>pada saat market lagi bullish, yang paling enak lainnya adalah pada saat 
>>>market sideways, karena kita tradingnya jadi lebih mudah karena tahu belinya 
>>>saat harga dekat support dan jualnya saat harga dekat resistance. Yang juga 
>>>tidak kalau menarik dan enaknya adalah trading pada saat market bearish. Hal 
>>>ini karena pada saat market bearish, akan banyak saham2 yg harganya sudah 
>>>jatuh dalam, sehingga kita bisa dapat sinyal beli dari grafik justru disaat 
>>>harga sahamnya dekat2 bottom/low, dan bisa jualan ketika sudah mantul 
>>>lumayan. Kesimpulannya, mau market bullish, sideways, atau bearish, tetap 
>>>asik untuk trading
 selama tahu cara manfaatinnya. :)
>>>
>>>Semoga bermanfaat ya.
>>>
>>>jabat erat,
>>>Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>
>>
>>
>
>
>
>
>

 

Kirim email ke