Dalam rilis laporan risetnya pagi ini (*Indonesia's Mining Regulations:
Will Official Rhetoric Tunnel Its Way To Implementation?*), lembaga
pemeringkat terwahid di dunia Standard & Poor's (S&P) menyatakan bahwa
sejumlah usulan regulasi baru akhir-akhir ini terkait pembebanan pajak dan
pembatasan ekspor produk pertambangan di Indonesia mustahil akan
diimplementasikan oleh Pemerintah Indonesia mengingat sejumlah kondisi, di
antaranya, sentralnya peran pemasukan dari pertambangan itu sendiri dalam
menstimulasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan prospek *sustainable
growth*ke depan yang menjadi acuan
*investment grade* Indonesia.

Lebih lanjut S&P menegaskan:

*Miners in Indonesia can likely absorb royalty rate increases of five to 10
percentage points without a material weakening in their credit profile.
Moderate levels of debt of most large coal companies and high
diversification of international mining companies should offset lower
profitability and cash flows from higher royalties.*

http://www.alacrastore.com/research/s-and-p-credit-research-Indonesia_s_Approach_To_Mining_Regulation_Execution_Is_Likely_To_Be_Pragmatic_Says_S_P_Report-957088
-- 
'+'

Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo

Persetujuan *request followers* baru diberikan hanya satu kali tiap akhir
kuartal maks 500 *request */ diskresi kami.

Kirim email ke