INCO Dapatkan Dana USD 150 Juta, Siap Menuju Rp 4000
Holding company dari PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang berkedudukan di Kanada dikabarkan akan segera mengucurkan dana untuk INCO supaya dengan segera memulai produksi di lahan tambangnya baru di daerah Bohodopi, Sulawesi Selatan. Pihak asing tidak segan-segan akan mengucurkan dana sebesar USD 150 juta atau senilai lebih kurang Rp 1.38 triliun untuk tambang baru ini. Diperkirakan dari lahan baru ini, INCO dapat memproduksi nikel sekitar 30 ribu metrik ton per tahunnya. Jumlah ini akan dapat menutupi kekurangan produksinya dalam memenuhi kebutuhan konsumer yang mencapai 72 ribu metrik ton pada tahun 2012 ini. Pihak manajemen perusahaan menjelaskan bahwa dana yang diberikan akan digunakan untuk segera memulai tambang baru juga untuk memperbaiki salah satu tungku pembakarannya yang rusak. Dengan rencana ini ke depannya diharapkan INCO dapat kembali bergerak agresif dan menjadi salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia. Salah satu pelaku pasar memprediksi harga saham INCO akan bergerak positif hingga mencapai target di level Rp 4000. Pada perdagangan kemarin INCO ditutup menguat 75 poin ke level Rp 2800 dengan total nilai transaksi sebesar Rp 31.64 milyar.
