Informasi yang menarik, tapi ini data lumayan jadul, sebelum 1993, internet
belum banyak dipakai. Kalau kondisi sekarang, dengan maraknya online
trading, barangkali hasilnya malah semakin parah.

2012/6/8 agnes dian <[email protected]>

>
>
> Semoga berguna ya...
>
>
> Agnes (www.analisis-saham.com)
>
> *---------------------------------
> *
>
> *Seorang professor dari University of California yang bernama Terrance
> Odean menunjukkan suatu bukti mengenai adanya fenomena  disposition effect.
> Disposition effect ini adalah suatu tendensi untuk menyimpan investasi
> merugi terlalu lama dan menjual investasi yang menguntungkan terlalu cepat.
> *
>
> * *
>
> *Apa yang dia lakukan? Dengan bantuan data dari sebuah perusahaan
> sekuritas besar di NYSE ia menganalisis catatan perdagangan 10.000 akun
> aktif. Adapun perioda datanya adalah mulai dari Januari 1987 sampai dengan
> Desember 1993.*
>
> *
> Hasilnya pengolahan data yang dilakukannya menunjukkan bahwa investor
> cenderung untuk menjual saham yang memberikan gain bagi mereka, dan tidak
> menjual saham yang mengalami loss atau penurunan harga. Hal itu terjadi di
> semua bulan dalam 1 tahun, kecuali bulan Desember. Fenomena ini konsisten
> dari tahun ke tahun.*
>
> * *
>
> *Apa artinya? Kebanyakan investor tidak menerapkan strategi cut lossdengan 
> beberapa alasan
> *
>
> *(1) secara psikologis, kerugian akan menyebabkan “luka” secara emosional
> sehingga hal ini dihindari oleh investor kebanyakan.*
>
> *(2) dalam posisi laba, secara umum investor cenderung lebih risk adverse
> sehingga gain direalisasi secepatnya.*
>
> *(3) dalam posisi rugi, secara umum investor cenderung risk taker
> sehingga loss nya tidak direalisasi *
>
> *(4) proporsi realisasi loss atas saham yang menurun kebanyakan terjadi
> di Bulan Desember karena investor berkepentingan terhadap kerugian guna
> mengurangi pendapatan kena pajak.*
>
> * *
>
> *Sebelumnya Odean ini juga beranggapan bahwa disposition effect itu bisa
> saja terjadi karena pertimbangan:*
>
> *1.      **menyimpan saham rugi karena memiliki ekspektasi bahwa saham
> losers (merugi) akan menjadi winners alias akan menguntungkan dikemudian
> harinya. *
>
> *2.      **investor menata ulang portfolionya.*
>
> *Namun dengan data yang ada dan pengujian yang dilakukan dalam artikel
> itu, kedua pertimbangan itu tidak terbukti. Bahkan saham winners kinerjanya
> masih jauh di atas kinerja saham losers setelah beberapa tahun kemudian.
> Artinya, jika investor focus pada saham2 yang kinerjanya bagus, dan cut
> loss pada saham yang kinerja pasarnya baik hasilnya lebih baik. Disinilah
> peran penting PENGETAHUAN terhadap TREND.*
>
> * *
>
> *Note:*
>
> -          *Artikel di atas adalah hasil riset yang dipublikasikan di
> Journal of Finance Vol. 53.*
>
> -          *Di bursa banyak yang setuju dengan cut loss strategy dan
> banyak juga yang menentang. Perbedaan itu tidak bukan focus yang
> diperdebatkan dalam tulisan ini. Siapkan strategi Anda sendiri berdasarkan
> preferensi risiko yang Anda miliki.*
>
> * *
> oleh: Dedhy Sulistiawan (www.analisis-saham.com)
>
> 

Kirim email ke