Asing Beli Saham BRMS, Target ke Rp 800

Rencana BUMI untuk 
melepas 20% kepemilikan saham BRMS kepada investor asing nampaknya akan 
segera direalisasikan. Kabar yang berkembang di pasar, saham BRMS 
disebut – sebut akan dijual di harga premium Rp 800. Hasil penjualan 
saham BRMS rencananya akan digunakan untuk mempercepat pembayaran utang 
kepada China Investment Corp (CIC) senilai US$600 juta pada Oktober 
2012. Sepanjang tahun 2011, 
PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) 
mencatat laba bersih mengesankan yaitu sebesar Rp 664 miliar dan 
penjualan bersih sebesar Rp 182 miliar. PT. BRMS juga sedang 
mengembangan fase 6 di wilayah tambang Batu Hijau yang sedang berjalan. 
Jika fase 6 selesai akhir tahun ini, akan ada peningkatan produksi 
tembaga dan emas BRMS di tahun 2013. 
BRMS berharap bisa segera 
memulai produksi bijih besi dari konsesi di Mauritania pada semester 
pertama tahun ini. Pemboran eksplorasi di konsesi tembaga dan emas yang 
dioperasikan oleh Gorontalo Minerals dan Citra Palu Minerals juga 
direncanakan selesai akhir tahun ini. 
Transaksi BRMS pada Jumat 22 
Juni 2012, juga marak pada perdagangan warrantnya. Hal ini seiring 
dengan rencana perusahaan untuk mengincar dana USD 170 juta dari 
eksekusi waran pada akhir 2012. Perseroan menerbitkan 2,2 miliar waran 
seri I saat IPO saham pada 2010. Dana hasil eksekusi waran akan 
digunakan untuk membiayai investasi proyek yang digarap 2 anak usaha, 
Gorontalo Minerals dan Citra Palu Minerals. Dalam waktu dekat, 2 proyek 
tersebut akan masuk dalam tahap pengembangan dan diharapkan dapat 
berproduksi pada 2014-2015.
BRMS ditutup menguat 35 poin (+8.33%) ke 
level Rp 455 per lembar dengan total nilai transaksi sebesar Rp 17.92 
milyar dengan didominasi net buy beberapa broker besar dalam negeri.

-DISCLAIMER-

Kirim email ke