*
*
*Kisah Seorang Pelaut yang Gagah Berani

Pada jaman dahulu kala, ada seorang pelaut muda yang bernama Arthur.
Sehari-harinya Arthur hidup miskin dengan ayahnya karena ibunya telah lama
meninggal. Selama ini Arthur hanya menggantungkan hidupnya dari mencari
ikan di laut. Hasil dari mencari ikan hanya cukup untuk biaya hidup dan
kalaupun berlebih, sisanya yang sangat sedikit itu berusaha ia tabung
sebisanya.

Ayah Arthur tidak lama ini sakit keras dan membutuhkan biaya pengobatan
yang tidak sedikit. Hal ini membuat Arthur menjadi sangat sedih karena
tidak dapat membantu Ayah yang sangat dicintainya itu. Dalam
keputusasaannya, ia pergi ke kedai minum dan berusaha melupakan dengan cara
minum minuman keras hingga mabuk.

Saat sedang minum, ada teman baiknya, Marley, si pembuat kapal yang handal,
kebetulan lewat dan heran melihat Arthur yang tidak pernah menyentuh
minuman keras sedang minum-minum dengan mimik sedih. Marley mendatanginya
dan menanyakan mengapa Arthur terlihat sedih.

Arthur menceritakan segala masalah yang sedang dihadapinya kepada temannya
itu. Marley yang mendengar hal tersebut berusaha membantunya. Marley ingat
bahwa Gubernur di kota tersebut baru-baru ini mengadakan sayembara bahwa
siapapun yang dapat mengambil surat penting dari pejabat yang terletak di
benua Eropa dalam waktu tidak lebih dari 6 bulan akan mendapatkan hadiah
3000 koin emas, jumlah yang lebih dari cukup untuk mengobati ayah Arthur.

Mendengar hal itu Arthur merasa pesimis karena ia tidak memiliki pengalaman
dan keahlian untuk berlayar jauh dan tidak memiliki kapal untuk mengarungi
samudra dengan ombak yang besar. Lagipula adalah mustahil untuk berlayar ke
benua Eropa dalam waktu 6 bulan.

Setelah berpikir sejenak, Marley menceritakan rahasia masa lalunya, bahwa
dahulu di masa mudanya, ia adalah anak buah bajak laut Blackbeard yang
tersohor. Ia menambahkan bahwa benua tersebut dapat dicapai dalam waktu
kurang dari 6 bulan asalkan tahu rute singkatnya dan hanya bisa dicapai
melalui jalur tengkorak. Jalur tengkorak adalah jalur melewati perairan
berbahaya dengan banyak karang tajam, melewati perairan dangkal, dan ombak
yang besar. Konon 95% kapal yang melewatinya hilang di jalur tersebut
karena karam terhantam karang tajam atau hilang ditelan ombak.

Sambil menenangkan Arthur, Marley mengatakan bahwa ia sanggup membantu
menyiapkan kapal dan memandunya melewati jalur tengkorak untuk memenangkan
sayembara tersebut. Dengan kapal bekas yang dimilikinya di dermaga dan
bantuan tabungan uang dari Arthur, Marley akhirnya dapat merenovasi kapal
tersebut agar dapat mengarungi perairan dalam. Dua minggu kemudian setelah
semuanya siap, mereka memulai ekspedisi pelayaran dengan dibantu beberapa
awak anak buah Marley.

Arthur dengan pengalaman berlayar yang minim, mau tidak mau harus belajar
banyak dari Marley tentang cara membaca arah mata angin, menggunakan
teropong untuk mengamati topografi pulau-pulau disekitarnya, dan membaca
peta laut yang membantu navigasi ke benua Eropa. Marley hanya dapat
menjelaskan secara lisan karena matanya telah rabun dan tidak dapat melihat
jauh dengan jelas.

Kadang kala, Arthur yang belum berpengalaman terlambat menyadari bahwa ada
karang tajam yang menghadang, sehingga kapal mereka terkena karang dan
harus diperbaiki. Dari kesalahan-kesalahan ini dan seiring berjalannya
waktu, Arthur menjadi semakin mahir dalam dunia pelayaran meskipun di
saat-saat awal ia hampir putus asa karena jalur tengkorak sangat sulit
untuk pelaut pemula sepertinya. Satu-satunya hal yang memicu semangatnya
adalah ketika teringat ayahnya yang sakit di rumah.

Tidak terasa, 3 bulan telah berlalu dan Arthur telah menjadi seorang pelaut
yang cukup mahir mengatasi segala halangan di laut berkat bimbingan dari
Marley. Tidak lama kemudian, setelah sampai di benua Eropa mereka segera
menyampaikan pesan dari Gubernur kepada pejabat setempat yang ternyata
merupakan teman baik Gubernur mereka. Dan setelah beramah tamah, mereka
segera pamit kepada pejabat tsb dengan membawa surat penting yang dimaksud.
Sang pejabat juga memberikan hadiah koin emas yang cukup digunakan untuk
membeli kapal baru setelah menjual kapal lama mereka.

Dengan kapal baru yang lebih cepat dan pengetahuan / pengalaman berharga
yang telah dimilikinya, Arthur dapat kembali ke kota mereka di benua
Amerika dalam waktu hanya 2,5 bulan. Dan sekarang Arthur menjadi semakin
yakin bahwa ia dapat berlayar melewati jalur tengkorak tanpa bantuan Marley
lagi karena ia pernah mengalami kejadian yang paling buruk sebelumnya dan
dapat menyelesaikannya dengan baik.
Akhirnya iapun sadar mengapa banyak pelaut yang gagal melewati jalur
tengkorak. Ia tahu para pelaut itu tidak memiliki pengetahuan dan
pengalaman yang cukup, bermodalkan nekad tanpa perhitungan, dan teknik
berlayar yang benar. Mereka tidak mampu untuk mengamati dan menterjemahkan
tanda-tanda alam bahwa sebentar lagi akan ada badai ataupun ada karang
tajam di depan.

Gubernur kota mereka sangat berterima kasih karena surat perjanjian penting
tersebut diterimanya dalam waktu kurang dari 6 bulan. Dan sesuai janjinya
ia memberikan $3000 koin emas. Sebagai rasa terima kasihnya, Arthur
memberikan $1000 koin emas kepada Marley dan sisanya ia gunakan untuk
mengobati ayahnya dan sebagai modal berbisnis ekspedisi cepat.

Lambat laun usaha Arthur berkembang semakin pesat karena ia telah
benar-benar menguasai jalur tengkorak dan setiap order selalu dapat
dipenuhi dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan pesaingnya. Arthur
sekarang telah menjadi salah satu orang terkaya di kotanya dan hidup
bahagia bersama ayahnya. *
-- 

*Alasan Yang Kuat*
*
*
Seringkali juga dalam kehidupan kita sehari2, beberapa hal mungkin nampak
sangat sulit, seperti belajar teknikal dan fundamental untuk pemula.

Pesan yang saya tangkap dari kisah di atas adalah pentingnya memiliki *alasan
yang kuat.  Alasan yang kuat membuat seseorang bangkit kembali ketika ia
menghadapi tantangan. Alasan yang kuat membuat orang mencapai tujuan dan
mengatakan PASTI BISA terhadap apa yang ingin dicapainya.*

Karena inilah banyak orang yang justru bangkit ketika sedang terdesak /
tertekan. Masalah bisa menjadi tekanan atau bisa juga menjadi tantangan.

Krisis finansial seperti tahun 2008 bisa membuat investor bangkrut,bisa
pula membuat investor yang jeli membeli di harga diskon kaya raya. Tahun
2008 juga menjadi titik balik dari hidup saya sebagai seorang trader di
mana saya belajar banyak bagaimana bertahan di masa krisis dan memanfaatkan
peluang dari krisis tersebut sehingga kerugian yg saya alami berbalik
menjadi keuntungan besar. Tahun itu juga merupakan tahun yang membuat
semangat belajar saya meningkat 10x karena ada satu desakan / tantangan
bahwa saya harus bisa berhasil di bidang ini.

*Untuk trader :* apakah Anda mempunyai alasan yang kuat mengapa harus
trading ? Mengapa saya harus disiplin utk menjual saham saya sesuai
planning? Mengapa saya harus belajar teknikal ?

*Untuk investor :* Mengapa saya harus menyimpan saham X dlm jangka waktu
lama & tidak menjualnya? Mengapa saya harus bersabar menunggu market
koreksi tajam untuk value investing ? Mengapa saya harus mengerti
fundamental perusahaan ?
*
*
*Jika Anda punya alasan yang kuat, akan lebih mudah dalam melakukan semua
hal tersebut. *Ketika teman traders menjual saham X Anda yang sudah
untung,Anda akan tetap teguh menyimpannya sesuai dengan rencana investasi
Anda. Demikian pula ketika teman investor Anda masih menyimpan saham dalam
waktu lama, Anda sebagai trader akan tetap disiplin ketika harus menjual
sesuai trading plan Anda.

*"2008" Akankah Terulang ?*

Setelah lewat 4 tahun, dan melihat kondisi global serta teknikal pada IHSG
yg sudah mulai sideways sejak 2011, ada potensi terjadi koreksi yang cukup
tajam berkaitan dengan primary trend (trend 5 tahunan) pada tahun 2012-2013
ini. Saya yakin sekali, banyak teman trader yang sudah menyadari hal
ini. Seringkali saya menerima pertanyaan yang bernada kekuatiran, seperti
"Akankah krisis th 2008 terulang?"

Jika melihat grafik weekly - monthly yang mulai sideways dan membentuk
double tops, ada potensi koreksi dengan suport 3600-3350-3000 yang bisa
saja terjadi th 2012 atau 2013 mendatang. Jadi ? Apakah kita akan
menjadikannya sebagai sebuah tekanan / tantangan ?

Tantangan yang saya maksud bukan berarti bahwa kita trading melawan arah
market. Namun tantangan yang saya maksuda adalah bagaimana kita bisa
mempersiapkan siklus tersebut sebaik mungkin, dan ketika tiba waktunya
koreksi besar, kita siap untuk memanfaatkannya dengan membeli barang
terdiskon.

Yang perlu kita lakukan saat ini adalah mulai waspada. Trading tetap dapat
dilakukan. Persiapkan dana juga untuk "menyambut" koreksi tajam yang
mungkin akan terjadi sehubungan dengan primary cycle pada market.

Semoga sharing ini bermanfaat... feel free to share :)

"Bull-markets are born on pessimism, grow on skepticism, mature on optimism
and die on euphoria." Sir John Templeton
*


Salam profit,


Ellen May


Twitter : @pakarsaham  <http://www.twitter.com/pakarsaham>

www.ellen-may.com


Learn,practice & pray, miracle happens. No action nothing happen
*

Kirim email ke