Diatur saja mana yang terbaik menurut gaya trading masing2 :) Karena dalam dunia trading, yang dilihat pada akhirnya adalah berapa profit yg didapat, dan target pribadi yang diraih.
Soal sinyal buy di TA, ada banyak tekniknya, bukan soal candlestick semata. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/10/10 HY <[email protected]> > > > ikut nimbrung ya bang... > kalo menurut saya belakangan ini analisa TA sedikit dimelencengkan. > pada saat TA mengeluarkan sinyal buy... satu candle berikutnya diberikan > angin segar, > dan pada candle berikutnya justru yang terjadi sebaliknya... [image: :D > big grin] > > mungkin trik bandar sudah mulai dirubah. > *semoga para big boss ngga baca postingan saya... nanti bingung cari > strategi lagi...* > > Dan pada saat harga saham umumnya sudah berada di area overbought terutama > bluechip dan 2liner. > mereka akan buang barang terus mainkan saham 3liner alias > goreng-menggoreng. > > bagi saya pribadi, jika dana dialokasikan untuk swing maka kesampingkan FA > cukup memakai TA. > tapi kalo untuk mid & long term harus memakai keduanya baik FA maupun TA. > > itu pendapat saya bang... kalo salah mohon di ampura. > > > " Hidupmu adalah Imajinasimu " <http://thepowerofwe.webs.com/> > <http://thepowerofwe.webs.com/> > > ------------------------------ > *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Wednesday, October 10, 2012 12:44 PM > *Subject:* Re: [saham] Ticker Saham > > > Saya pakai contoh saja ya, saya ambil dari komentar salah seorang sahabat > FB saya atas status tsb. Dia memberikan contoh dengan saham BBRI dan BUMI. > Kalau analisa TA di saham BBRI walaupun sinyalnya SELL, akan cenderung > jadi hold atau malau berani nampung/beli. > Tapi kalau analisa TA di saham BUMI sinyalnya BUY sekalipun, akan takut > untuk beli karena sahamnya BUMI. > > Apesnya kita sebagai trader, hampir setiap ticker di BEI kita terlanjur > tahu itu saham apa. :) > Hanya sedikit yg kita mungkin tidak ketahui, dan lucunya, pas kita ngga > tahu itu ticker saham apa, eh malah mencari2 tahu itu saham apaan dan > bergerak di sektor apa. > > Ini masih terkait soal eksperimen grafik dari hasil lempar koin waktu itu. > Ketika kita tidak ketahui itu grafik saham apa, maka analisa TA nya > menjadi lebih murni. Level masuk dan keluarnya jadi lebih obyektif dan > lengkap. Sebagian, malah ada yang penasaran dan mencoba mengait2kan dan > mencari tahu kira2 itu bentuk grafik saham apaan atau di sektor apaan, lalu > mulai membuat analisa TA dengan di pikirannya sudah terpateri itu kira2 > saham apa atau sektor apa sehingga analisa TA nya jadi bias karena sudah > mulai tercampur opini pribadi atas perkiraan prospek sektor tertentu. > Lalu, ketika waktu itu saya sebutkan grafiknya berhubungan dengan logam > (tidak saya sebutkan dengan industri logam atau saham logam), maka > tampaknya ada yang terpengaruh dalam membuat analisanya jadi membuat > perkiraan jangka panjang dari grafik tersebut berdasarkan pemahamannya > tentang prospek saham pertambangan. :) > > Seberapa besar kita menjadi bias dalam analisa TA akibat mengetahui ticker > nya, silakan di cek ke diri masing2 saja. Saya pribadi, terkadang masih > suka bias karena terlanjur tahu sahamnya dari ticker tersebut. Sulit untuk > tidak tahu sahamnya karena untuk analisa TA, memang harus ketik ticker nya > agar bisa muncul di amibroker. Tinggal melatih diri mencoba masa bodoh > dengan ticker/emiten ketika melakukan analisa TA. Saya belum 100% bebas > dari pengaruh ticker, sedang terus berusaha agar bisa bebas 100% dari > pengaruh ticker. Sejauh ini baru bisa sekitar 80-90% bebas pengaruh ticker > saham. :) > > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2012/10/10 Jumper <[email protected]> > > > > Cukup membuat bingung Bang Ian, bisa dijelaskan dgn bahas yang lebih > sederhana bang. > > Ini asumsi saya, klu kita tau kode dari saham tsb artinya analisa kita > untuk mengetahui trend dari saham tsb akan menjadi 'diintervensi" oleh > keberadaan dari saham tsb, sehingga tidak full objective. > > Akan lebih objective jk kita melihat & mengevaluasi dahulu chartnya yg > kita tdk tau persis ini chart dr saham apa, baru setelah yakin chart > tersebut trendnya cenderung turun atau naik...baru terakhir kita liat ini > saham kode apa? > > Apakah betul gitu bang? > > > @Jumper > > > 2012/10/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > > ** > > "Hal yang bisa membuat seorang trader saham yang mengandalkan grafik > menjadi bias analisa grafiknya adalah ketika dia mengetahui ticker > (kode) dari saham tersebut." --- IAN --- > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > > > > > >
