Penjualan Lampaui Rp2 Triliun, NIKL Siap ke Rp500 Berkembang rumor di pasar bahwa PT Pelat Timah Nusantara,Tbk (NIKL), anak perusahaan Nippon Steel dari Jepang, telah berhasil mencapai target produksi tinplate 160 ribu ton hingga kuartal III 2012 ini atau melebihi target awal sebesar 100 ribu ton. Ini juga berarti target produksi perseroaan untuk tahun 2012 terealisasi lebih cepat daripada yang diperkirakan. Peningkatan produksi yang sangat cepat ini juga diimbangi dengan peningkatan penjualantinplate yang disebabkan oleh pulihnya daya beli konsumen NIKL, terutama perusahaan-perusahaan di AS berkat membaiknya perekonomian Negeri Paman Sam tersebut. Penjualan NIKL dirumorkan meningkat hingga lebih dari 200% dalam laporan keuangan kuartal III 2012, atau mencapai lebih dari Rp2 Triliun. Ini menyebabkan posisi keuangan NIKL berbalik positif dari sebelumnya rugi lebih dari Rp35 Milyar pada kuartal II 2012 ini, menjadi untung lebih dari Rp40 Milyar. Secara teknikal pun, emiten ini sudah menembus channel sideways di Rp200 - Rp220 yang telah berlangsung cukup lama. Meski belum dikonfirmasi kuat, saat ini NIKL sudah membentuk up trend channel. Dengan didukung rumor peningkatan produksi, penjualan, dan membaiknya posisi keuangan NIKL ini, maka harga saham NIKL tidak akan sulit untuk bergerak naik menuju target Rp500. Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa kemarin (15/10/2012), harga saham NIKL naik 20 poin ke level Rp240, yang merupakan posisi tertingginya 4 bulan terakhir, dengan volume perdagangan sebesar 12,344 lot atau terbesar sejak seminggu terakhir. NIKL juga cukup ramai diperdagangkan, yakni sebanyak 175 kali senilai total lebih dari Rp1,3 Milyar.
-DISLAIMER-
