---------- Forwarded message ----------
From: abu aisyah alinda <[EMAIL PROTECTED]>


Allah berfirman :
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu)
orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan bertemu Rabb-nya, dan behwa
mereka akan kembali kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah : 45-46)
Ibnu Katsir, dalam tafsir al Qur'ani al ¡Azhim (1/89) menerangkan ayat di
atas dengan bertutur : "Allah memerintahkan hambaNya untuk menjadikan sabar
dan shalat sebagai pijakan bantuan dalam meraih apa yang mereka harapkan
dari kebaikan dunia dan akhirat".
Dari sahabat Hudzaifah, ia berkata, "Bila kedatangan masalah, Nabi
mengerjakan shalat. (Hadist hasan riwayat Ahmad dalam Musnad (5/388) dan Abu
Dawud (2/35). Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (1/245).)
Itulah shalat yang sebenarnya, yang berperan sebagai piranti bagi seorang
muslim dalam meminta perlindungan dan mengadu kepada Allah Ta'ala dari
berbagai macam kesulitan dan kesedihan,permasalahan dan kepenatan. Dia tidak
akan merasa sendirian, tetapi mendapatkan dukungan dari Allah, Pemilik
langit dan bumi.
Maka, tidak disangsikan lagi potensi yang tersimpan pada shalat. Sebab
kondisi seorang hamba sangat dekat dengan Allah dalam sholat. Nabi bersabda,
"Seorang hamba akan menjadi paling dekat dengan Rabb-nya saat ia sedang
sujud. Maka, perbanyaklah doa (di dalamnya)." (HR. Muslim)
Oleh karena itu, semestinya seorang muslim memperbanyak doa saat bersujud,
bertadharru' (tunduk) kepada Allah, supaya Dia menyingkirkan berbagai
permasalahan dan kesulitan, serta memberi kita anugerah kebaikan dunia dan
akhirat.
Ibnul Qayyim menjelaskan faedah shalat, "Shalat termasuk factor dominant
dalam mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, dan menyingkirkan keburukan
dunia dan akhirat. Ia menghalangi dari dosa, menolak penyakit hati, mengusir
keluhan fisik, menerangi kalbu, mencerahkan wajah, menyegarkan anggota tubuh
dan jiwa, memelihara kenikmatan, menepis siksa, menurunkan rahmat dan
menyibak tabir permasalahan." (Zadu al Ma'ad (4/120)
Shalat sendiri akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman jiwa. Dan
seorang muslim, ia akan menggapai ketenangan jika dekat dengan Allah Ta'ala.
Disebutkan dalam firman Allah, Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan
siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat
kepada-Nya. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati
menjadi tentram." (QS. Ar Ra'du : 27-28).
Nabi berkata kepada Bilal, "Wahai Bilal, kumandangkan iqamah shalat. Buatlah
kami tenang dengannya." (Hadist hasan, Shahihu al Jami' : 7892)
Wahai orang yang mencari ketenangan dan ketentraman, dan kesejukan mata,
tujulah shalat dengan penuh khusyu dan rasa hina di hadapan Allah,
sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah, agar engkau dapat merengkuh
keinginanmu. Kalau tidak, maka janganlah mencela kecuali kepada dirimu
sendiri.
Penulis : Syaikh Muhammad bin Sholeh Utsaimin
(Diangkat dari ash Shalatu wa Atsarahu fi  Zayadati al Iman wa Tahdzibi an
Nafs, karya Husain al ¡Awaysyah, Dar Ibni Hazm, Beirut, cet. III, Th. 1418
H)
Sumber : Majalah Assunnah Edisi 05/Tahun X/1427H/2006M, Hal. 07


-


~~ www.myjodoh.net ~~
Segalanya bermula di sini

Kirim email ke