>terima kasih pak har atas infonya, wah sudah siap2 ke lourdes ya.

salam


suandi

Permohonan ini saya teruskan untuk pemantapan rencana kegiatan kami.
> Trimakasih dan Tuhan memberkati kita semua. Amien...
> Suharsono
> PT Indonesia Power
> Jl.Gatot Subroto Kav.18, Lt.6
> Tel : (62 21) 526 7666 (Hunting)
> Jakarta 12950
> -----Original Message-----
> From: Sahat Hutagalung
> Sent: 18 Januari 2007 16:03
> To: Binsar Siregar; Agnes Widyawati; Suharsono
> Subject: FW: Permohonan referensi untuk dasar ziarah : journey rohani
> atau tours semata mata ?
>
>
>
>
>   _____
>
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: 18 Januari 2007 15:18
> To: Sahat Hutagalung
> Subject: RE: Permohonan referensi untuk dasar ziarah : journey rohani
> atau tours semata mata ?
>
> Kepada Yth.
> Bpk. Sahat Hutagalung
> Di Tempat
>
> Terimakasih atas emailnya kepada kami.
> Mengenai pertanyaan bapak dari email sebelumnya dapat kami jawab sebagai
> berikut :
>
> Bagi umat Kristiani, datang ke Tanah Perjanjian sebagai suatu kegiatan
> ziarah, tidaklah wajib hukumnya, tidak seperti saudara muslim yang
> melakukan ibadah haji sebagai hukum ke 5 yang diwajibkan.
>
> Bagi umat Kristiani, ziarah dapat dipandang sebagai suatu jawaban akan
> iman kita sendiri. Hal inilah yang menjadi latar belakang mengapa dalam
> iman Kristiani berziarah itu tidak diwajibkan, namun terbukti sudah
> dilakukan dari jaman perkembangan kristen awal. Dan kaum orang percaya
> benar2 mau berusaha dan meluangkan waktu, bahkan mempertaruhkan hidup
> mereka agar dapat berziarah. Jika kita mengingat kisah perang Salib,
> perang ini timbul karena Tanah Perjanjian yang waktu itu dikuasai oleh
> pihak Muslim, mereka dengan sengaja menghalang-halangi orang Kristen
> untuk datang berziarah ke sana, sehingga timbul keinginan untuk merebut
> kembali Tanah Perjanjian dari pihak Muslim agar para peziarah Kristen
> juga tentunya dapat berziarah dengan bebas ke sana. Dari hal ini dapat
> ditarik kesimpulan bahwa tentunya Tuhan menuntut kesadaran dari umatNya
> untuk berziarah, bukan mewajibkannya. Karena sekali lagi, ziarah adalah
> sebagai jawaban dari iman kita, maka untuk dapat berziarah juga harus
> ada tantangan yang dilewati, bahkan harus ada usaha-usaha yang dilakukan
> untuk dapat melakukan ziarah tersebut.
> Dan alhasil, merupakan hal yang lebih indah dan tiada duanya untuk dapat
> melaksanakan sesuatu yang menjadi jawaban dari iman kita agar lebih
> dekat dengan Tuhan walaupun hal tersebut tidak diwajibkan.
>
> Ziarah bisa diartikan sebagai suatu pencarian atau perjalanan menuju
> sang Pencipta. Karena bentuk dasarnya adalah kata kerja, maka ziarah
> mengandaikan keaktifan dari seseorang yang hendak berziarah. Tak mungkin
> seorang yang hendak pergi berziarah hanya diam ditempat saja atau pasif.
>
> Oleh sebab itu Perjalanan Ziarah adalah salah satu Jawaban Iman kita
> terhadap Tuhan.
>
> Seperti Zakheus, untuk melihat Tuhan, dia perlu berlari mendahului
> orang-orang, lalu memanjat pohon (Luk 19 : 4). Dari atas pohon itu,
> Zakheus bisa melihat Yesus. Seorang peziarah melakukan hal yang sama
> dengan Zakheus. Untuk melihat Tuhan, peziarah perlu "memanjat" yakni
> meluangkan waktu untuk lepas dari kesibukannya sehari-hari, meninggalkan
> rasa aman di dalam lingkungannya sendiri dan pergi untuk mengalami dan
> melihat Tuhan. Tentu saja peziarah harus juga mengalami sentuhan untuk
> berani melakukan hal seperti Zakheus, inilah "panggilan".. Rupanya tidak
> hanya uang dan kesempatan saja seseorang bisa berziarah tetapi juga
> perlu adanya panggilan dari hati yang dalam yang datang dari Tuhan.
> "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat
> mengadakan ziarah" (Mazmur 85:5)
>
> Satu hal yang lagi yang mau saya tambahkan mengingat tujuan ziarah umat
> Kristen awal adalah selalu Jerusalem sebagai kota suci ( sebelum
> munculnya tempat ziarah lainnya ), hal ini sudah menjadi keinginan dalam
> hati kecil umat manusia untuk dapat datang ke Jerusalem, sebuah kota
> yang dihormati begitu lama, sebuah kota yang juga sudah menjadi kota
> suci sejak jaman Yesus, dimana setidaknya Yesus juga berziarah 3 x dalam
> 1 tahun ke Jerusalem pada hari raya Paskah, Pantekosta dan Pondok Daun.
> Bahkan dalam kitab Mazmur dikatakan juga demikian :
>
>
> 5 Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering
> tangan kananku!   6 Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika
> aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak
> sukacitaku!  (Mazmur 137 : 5)
>
> 122:1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang
> kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."   2 Sekarang kaki kami
> berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.   3 Hai Yerusalem, yang telah
> didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,   4 ke mana suku-suku
> berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN
> sesuai dengan  peraturan bagi Israel. (Mazmur 122)
>
> Jika ditanyakan, bagi umat Kristiani apa dasar hukum gerejawinya untuk
> berziarah, tentunya tidak ada secara explisit. Namun dalam salah satu
> butir dari Konsili Vatikan ke II, menyinggung hal tentang ziarah, yaitu
> sangat menganjurkan dan mendukung kegiatan untuk berziarah (untuk lebih
> pastinya hal ini dapat ditemukan dalam buku yang cukup tebal tentang
> Konsili Vatikan ke II tersebut, dimana saat ini saya lupa menaruh
> bukunya dimana...)
>
> Namun yang menjadi pertanyaan sekali lagi adalah jika memang ziarah
> tidak diwajibkan, mengapa sejak zaman Kristen awal hal ini sudah
> dilakukan? Bahkan tetap dilakukan di saat kondisi dan situasi yang tidak
> mudah bagi para peziarah itu sendiri untuk datang ke tempat ziarah.
> Jawabannya adalah karena kesadaran dari setiap umat manusia tersebut
> untuk dekat kepada Tuhan serta mencari Tuhan. Jadi dalam hal ini
> bukanlah masalah KEWAJIBAN, akan tetapi masalah KESADARAN untuk dekat
> kepada Tuhan.
>
> Jadi bukan karena dengan berziarah lalu kita mendapatkan sesuatu pahala
> dari Tuhan, bukan dengan berziarah kita mendapatkan pengampunan dari
> Tuhan, dan bukan dengan beriziarah kita mendapatkan kemungkinan lebih
> besar untuk masuk surga. Karena jika Tuhan kita membatasi umatnya dengan
> kewajiban seperti ini, maka Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak adil
> (karena belum tentu setiap orang punya kesempatan untuk berziarah).
> Jadi dalam iman Kristiani sekali lagi ditekankan bahwa berziarah dapat
> diandaikan sebagai jawaban dari iman kita kepada Tuhan, untuk mencari
> serta lebih dekat kepada Tuhan Kita, sehingga hal ini sangatlah
> dianjurkan....
>
> Dalam tour ziarah, perjalanan akan lebih seperti retreat rohani
> dibandingkan dengan wisata umumnya, karena setiap hari pasti ada doa,
> ibadah maupun misa serta kebaktian. Tidak layaknya seperti pada tour
> umum dimana sebagian besar waktu diisi dengan jalan2 ke tempat wisata
> serta berbelanja, dalam perjalanan ziarah mayoritas kunjungan pasti
> selalu berkaitan dengan Kitab Suci serta iman kita sendiri. Jadi
> dipastikan dalam kegiatan ziarah, perjalanan itu adalah PERJALANAN
> ROHANI.
>
>  Demikian sementara jawaban yang dapat kami berikan, semoga dapat
> berguna untuk memberikan keterangan kepada pihak lain mengenai apa itu
> arti ziarah bagi umat Kristian. Jika masih ada yang ingin ditanyakan,
> janganlah segan-sengan untuk kiri email lagi kepada kami....
>
> Hormat Kami,
> Aldo Rinaldi
> Stella Kwarta Wisata
>
> -----Original Message-----
> From: Sahat Hutagalung [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, January 18, 2007 7:21 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Permohonan referensi untuk dasar ziarah : journey rohani atau
> tours semata mata ?
>
> Syalom dan selamat pagi;
>
> Saya sedang merencanakan sesuatu kegiatan secara perusahaan berupa
> kegiatan untuk melakukan ziarah ke tanah perjanjian dan konsep ini telah
> disampaikan kepada pihak manajemen perusahaan kami, tetapi mereka
> menanyakan dasar dari aktivitas ziarah tersebut apakah  berupa suatu
> tour atau memang suatu journey rohani , kalau saudara yang beragama
> islam melakukan ibahah haji karena mereka memiliki dasar kunjungan
> tersebut berupa syariat hukum islam ke lima, apakah untuk kita yang
> kristiani ada dasar dari ziarah ketempat suci umat kristiani yang dapat
> lebih memperjelas status kegiatan tersebut merupakan suatu kegiatan
> spiritual dari seseorang yang berusaha untuk mendekati Tuhannya seperti
> yang di tuliskan dalam alkitab tentang Zakeus Lukas 19:4.
>
> Kami sangat membutuhkan informasi atas dasar secara hukum : hukum gereja
> ( katholik berupa devosi dan devosi diakui oleh Gereja , atau suatu
> masyab baik dari alkitab maupun ketentuan lain yang dikeluarkan oleh
> suatu institusi kristiani : gereja,lembaga kristen dst ) dan mengingat
> hal ini sangat urgent buat rencana kami , kami memohon bila dari pihak
> Stelle tours dapat memberikan refrensi ataupun juga suatu pentunjuk yang
> dapat di jadikan dasar bahwa ziarah ketanah  suci merupakan suatu bagian
> dari ibadah bukan berupa suatu tours semata mata.
>
> Demikian dan terima  kasih atas bantuan serta informasinya,Tuhan
> Memberkati kita semua , amien
>
> Salam / regards:
>
> SAHAT P HUTAGALUNG
> PT INDONESIA POWER
> JL GATOT SUBROTO KAV 18, 4th Flr
> JAKARTA 12950-INDONESIA
> Tel : 62-21-526-7666
>
>


Kirim email ke