Moses Mendelsohn, kakek dari seorang komposer
Jerman terkenal, bukanlah orang yang rupawan.
Ia pendek, dan punggungnya bongkok (humpback).

Suatu hari, ketika ia mengunjungi seorang saudagar
di Hamburg, Moses bertemu dengan Frumtje, anak
gadis saudagar itu. Seketika Moses jatuh hati,
namun Frumtje menolaknya karena penampilan Moses
yang menyedihkan.

Ketika akan pulang, Moses memberanikan diri
berbicara kepada Frumtje, katanya, "Percayakah
kamu bahwa perjodohan itu diatur di surga?"

"Ya," jawab Frumtje tanpa sedikitpun memandang
Moses, "apakah kamu juga percaya?"

"Saya juga percaya." Lanjut Moses, "Di surga,
Tuhan menunjukkan kepada setiap anak lelaki yang
akan lahir calon pasangan hidupnya. Namun Tuhan
berkata, 'Istrimu nanti akan bongkok punggungnya.'

"Saya segera menukas, 'Tuhan, amat tidak pantas
seorang wanita berpunggung bongkok. Biar saya
saja yang bongkok, dan jadikan istri saya cantik
gemilang.'"

Saat itu Frumtje memandang Moses lekat-lekat,
dan seolah terkenang kembali akan sesuatu yang
telah lama terlupa. Ia menggenggam tangan Moses
dan menjadi istrinya yang setia.

Barry and Joyce Vessel.
dari Chicken Soup for the Soul.


Sorry kalau terjemahannya payah. Maklum.
Leo


 
____________________________________________________________________________________
Sucker-punch spam with award-winning protection. 
Try the free Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html

Kirim email ke