Rekan-rekan milis yang dikasihi Kristus,
   
  Berikut saya kirimkan sebuah berita menarik dari Maumere yang berhasil 
diliput oleh Kantor Berita Katolik Asia (UCAN, Union of Catholic Asian News) 
mengenai patung Bunda Maria yang berada di tempat ziarah di Bukit Nilo, Maumere 
berputar-putar selama beberapa menit.
   
  Peristiwa ini berhasil dilihat oleh beberapa orang yang kebetulan melihat ke 
arah Patung Bunda Maria yang berada di atas Bukit Ziarah Nilo, Maumere.
   
  Reporter kami berhasil mewawancarai beberapa orang yang kebetulan melihat 
langsung peristiwa langkah dan ajaib tersebut. 
   
  Komentar-komentar mereka dan apa tanggapan Gereja terhadap peristiwa ini 
berikut laporannya.
   
  Selamat membaca.
   
   
   
  Terima kasih 
  ====================
   
   
  PATUNG MARIA YANG BERPUTAR MENDORONG WARGA LOKAL KE TEMPAT ZIARAH 
   
              MAUMERE, NTT (UCAN, 7/9/2007) -- Cerita seorang warga lokal 
tentang patung Maria yang berputar itu telah mendorong banyak umat Katolik 
untuk pergi ke Pulau Flores yang mayoritas Katolik.
   
              Patung Maria Bunda Segala Bangsa setinggi 12 meter dan terbuat 
dari perunggu yang terletak di tempat ziarah Maria di Bukit Nilo dilaporkan 
berputar selama beberapa menit pada 31 Agustus pagi hari. Bukit Nilo terletak 
dekat Maumere, pusat pemerintahan Kabupaten Sikka. 
   
              Andreas Duli, seorang tukang ojek, mengatakan kepada UCA News 31 
Agustus bahwa Marselus Mita, penjaga tempat ziarah Maria itu, adalah orang 
pertama yang mengklaim melihat kejadian ajaib tersebut. 
   
              "Mita mengatakan bahwa ia sangat ketakutan melihat patung Maria 
yang berputar itu, tapi pergi ke desa terdekat dan menceritakan kejadian itu 
kepada penduduk setempat," kenang Duli. Banyak warga desa kemudian pergi ke 
tempat ziarah Maria itu dan melihat patung Maria sedang berputar, lanjutnya, 
seraya mengatakan bahwa beberapa orang meletakkan lilin bernyala di bawah 
patung Maria dan berdoa.
   
              Romanus Moang Nong mengatakan UCA News bahwa ia sedang berdiri di 
dekat sebuah pompa bensin di Maumere dan melihat patung Maria sedang berputar. 
"Saya melihatnya," katanya.
   
              Seorang pria bernama Kobus, yang tinggal di Maumere, mengatakan 
bahwa ia terkejut melihat banyak orang pergi ke tempat ziarah Maria itu. Karena 
penasaran, pergi juga dia ke tempat ziarah Maria itu dan dia melihat patung 
Maria sedang berputar. 
   
              Kobus menggunakan ponselnya untuk merekam apa yang dilihatnya, 
tapi ia mengatakan rekaman itu memperlihatkan bahwa patung Maria menghilang 
selama beberapa detik dan kemudian terlihat kembali.
   
              Yohanes Kia Miang juga mengatakan bahwa ia melihat patung Maria 
itu sedang berputar dan mencoba merekam fenomena tersebut dengan ponselnya. 
“Namun dalam rekaman, saya melihat bayangan yang mirip dengan sebuah salib,” 
katanya kepada UCA News. 
   
              Bupati Sikka Alexander Longginus dan ajudannya, Kamilus Keraf, 
keduanya Katolik, juga pergi ke tempat ziarah Maria itu pada 31 Agustus setelah 
mendengar tentang kejadian ajaib tersebut. Namun Keraf mengatakan bahwa mereka 
tidak melihat patung Maria itu berputar. 
   
              Pastor Yoseph Yoseph CP dari Paroki St. Maria Magdalena di 
Nangahure, penanggung jawab tempat ziarah Maria itu, mengatakan kepada UCA News 
bahwa ia mendengar kejadian ajaib itu dari sejumlah umat paroki.
   
              “Saya tidak melihatnya sendiri, tapi mendengar dari umat paroki 
saya. Saya pikir ini merupakan fenomena iman dan patut menjadi refleksi bagi 
diri kita masing-masing,” katanya.
   
              Pastor Frans Fao, vikjen Keuskupan Maumere, mengatakan kepada UCA 
News 31 Agustus bahwa ia tidak bisa membuat pernyataan resmi sebelum melakukan 
penyelidikan mendalam. 
   
              Ia mengaku bahwa setelah menerima sebuah pesan pendek di 
ponselnya, ia pergi ke tempat ziarah Maria itu. Di jalan, kenangnya, ia melihat 
banyak orang berdiri di sepanjang jalan di Kota Maumere dan memandang ke Bukit 
Nilo untuk melihat apa yang terjadi dengan patung Maria itu.
   
              Setiba di sana, ia menemui banyak orang di tempat ziarah Maria 
itu. “Namun patung Maria tidak berputar,” katanya.
   
              Meski demikian, harapan yang luar biasa dari umat atas fenomena 
ajaib yang terjadi kembali tersebut mengesankan dia karena mereka “berdoa 
dengan khusuk di depan patung Maria.” 
   
              Menurut imam itu, patung Maria itu diletakkan sedemikian rupa 
sehingga orang bisa melihat wajahnya dari berbagai arah. “Bila kita berdiri di 
Kota Maumere, misalnya, kita bisa melihat patung Maria sedang menghadap kita,” 
jelasnya, seraya mengatakan bahwa pemandangan serupa juga bisa dilihat dari 
Desa Nele dan Desa Koting. 
   
              Mita mengatakan kepada UCA News 5 September bahwa sejak kejadian 
ajaib itu menyebar, semakin banyak orang mengunjungi tempat ziarah Maria itu 
untuk berdoa di depan patung Maria tersebut. 
   
              Anggota imam-imam Pasionis Provinsi Indonesia mendirikan tempat 
ziarah Maria itu untuk Maria Bunda Segala Bangsa. Mereka menggunakan bantuan 
dana lokal dan asing untuk mendirikan patung Maria itu pada Agustus 2004. 
   
              Almarhum Uskup Agung Ende Mgr Abdon Longinus da Cunha memberkati 
patung Maria itu dan secara resmi membuka tempat ziarah itu pada 31 Mei 2005, 
akhir bulan Maria. Keuskupan Maumere dibentuk dari wilayah Keuskupan Agung Ende 
pada Desember 2005.
   
              Pada 21 Januari 2006, hujan lebat dan badai menumbangkan patung 
Maria itu dari pondasinya setinggi 13 meter. Tempat ziarah Maria itu ditutup 
selama enam minggu agar para pekerja bisa memperbaikinya. 
   
  -END-
   
  
       
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.

Kirim email ke