Kitab Kejadian menceritakan bahwa Tuhan menciptakan
segala sesuatu yang baik. Pada saat itu, karena belum
ada kejahatan, jadi segala sesuatu itu identik dengan
yang baik-baik saja.
Kejahatan datang kemudian dengan peristiwa pohon
pengetahuan, dan pembunuhan Abel.
Kesimpulannya, tokoh profesor dalam cerita di bawah
cuma mau ngajak debat kusir.
Leo.
--- hendra wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> sally darmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED]
> From: sally darmat <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Sun, 18 Nov 2007 01:46:44 -0800 (PST)
> Subject: [AGB'35] Fwd: [ FW: Tuhan Menciptakan Kejahatan?]
>
>
>
> Note: forwarded message attached.
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
> Date: Fri, 16 Nov 2007 14:06:29 +0700
> (WIT)
> Subject: [ FW: Tuhan Menciptakan Kejahatan?]
> From: "SALLY DARMAT" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
> -----Original Message-----
> From: Evit Kholili
> Sent: Friday, November 02, 2007 1:57 PM
> To: All Div. JBTK VAS Sales
> Subject: Tuhan Menciptakan Kejahatan?
>
>
>
> Mohon maaf jika yang tidak berkenan...
>
>
> Tuhan Menciptakan Kejahatan?
>
>
> Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
> Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah
> universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan
> ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"
>
> Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
> semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
> "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
>
> Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan
> menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
> kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa
> berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
>
> Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
> tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali
> lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
>
> Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya
> bertanya sesuatu?"
>
> "Tentu saja," jawab si Profesor
>
> Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
>
> "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah
> sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
>
> Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
> Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan
> panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel
> menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita
> menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
>
> Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
>
> Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
>
> Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
> tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa
> kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
> memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai
> panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap.
> Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di
> ruangan tersebut.Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan
> ketiadaan cahaya."
>
> Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
>
> Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah
> kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak
> perkara kriminal dan kekerasan di antara
> manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
>
> Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah,
> Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti
> dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
> mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
> Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
> Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul
> dari ketiadaan cahaya."
>
> Profesor itu terdiam.
>
> Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
>
>
>
> @page Section1 {size: 612.0pt 792.0pt; margin: 72.0pt 90.0pt 72.0pt
> 90.0pt; } P.MsoNormal { FONT-SIZE: 12pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt;
> FONT-FAMILY: "Times New Roman" } LI.MsoNormal { FONT-SIZE: 12pt;
> MARGIN: 0cm 0cm 0pt; FONT-FAMILY: "Times New Roman" } DIV.MsoNormal {
> FONT-SIZE: 12pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; FONT-FAMILY: "Times New Roman" }
> H2 { FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 18pt; MARGIN-LEFT: 0cm;
> MARGIN-RIGHT: 0cm; FONT-FAMILY: "Times New Roman" } A:link { COLOR:
> blue; TEXT-DECORATION: underline } SPAN.MsoHyperlink { COLOR: blue;
> TEXT-DECORATION: underline } A:visited { COLOR: purple;
> TEXT-DECORATION: underline } SPAN.MsoHyperlinkFollowed { COLOR:
> purple; TEXT-DECORATION: underline } P { FONT-SIZE: 12pt;
> MARGIN-LEFT: 0cm; MARGIN-RIGHT: 0cm; FONT-FAMILY: "Times New Roman" }
> SPAN.EmailStyle17 { COLOR: windowtext; FONT-FAMILY: Arial }
> DIV.Section1 { page: Section1 }
>
> -----Original Message-----
> From: Evit Kholili
> Sent: Friday, November 02, 2007 1:57 PM
> To: All Div. JBTK VAS Sales
> Subject: Tuhan Menciptakan Kejahatan?
>
>
> Mohon maaf jika yang tidak berkenanÂ… Tuhan Menciptakan Kejahatan?
> Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
> Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah
> universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan
> ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"
> Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
> semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
> "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
>
> Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan
> menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
> kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa
> berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
>
> Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
> tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali
> lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
>
> Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya
> bertanya sesuatu?"
>
> "Tentu saja," jawab si Profesor
>
> Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
>
> "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah
> sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
>
> Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
> Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan
> panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel
> menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita
> menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
>
> Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
>
> Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal.
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
http://overview.mail.yahoo.com/