Http://www.pondokrenungan.com 
  PONDOK RENUNGAN
   
  Lanjutan Kasus Protes dan Pembatalan Kunjungan Paus ke Universitas La 
Sapienza, Roma
   
  VATIKAN-ITALIA
   
  Roma, 17 Januari 2008
   
  Dalam lanjutan kasus protes dan pembatalan kunjungan Paus ke universitas La 
Sapienza kota Roma, Gereja Katolik Roma, para pemimpin politik Italia serta 
beberapa profesor universitas dan kelompok besar mahasiswa yang bergabung dalam 
Gerakan Katolik Communion and Liberation menyerukan solidaritas mereka kepada 
Sri Paus.
   
   
  Para pemimpin Italia cemas atas pembatalan pidato kepausan
   
  Para pemimpin politik Italia telah menyampaikan kecemasan mereka atas sebuah 
protes memalukan di universitas La Sapienza di Roma membuat Paus Benediktus XVI 
membatalkan rencana kunjungannya ke sana.
   
  Presiden Italia, Giorgio Napolitano mengeluarkan sebuah pernyataan yang 
mencela "sikap intoleransi yang tak dapat diterima" yang ditunjukkan oleh 
pemrotes kampus, yang telah merencanakan menyambut Paus dengan musik rock 
keras, poster-poster anti-klerik, dan parade-parade homoseksual militan. 
Perdana Menteri Romano Prodi mengatakan bahwa protes tersebut telah 
"menyebabkan ketegangan yang tak dapat diterima dan menimbulkan sebuah iklim 
yang tidak menghormati tradisi kesopanan dan toleransi Italia.
   
  Walikota Roma Walter Veltroni menambahkan penilaiannya bahwa penampilan Paus 
di kampus akan menjadikan "oportunitas besar lainnya bagi kota Roma untuk 
menunjukkan dirinya sebagai pusat dari dialog yang sopan." Sementara 
debat-debat intelektual diterima, katanya, "sikap intoleransi" dari minoritas 
di La Sapienza "buruk bagi demokrasi dan kemerdekaan." Mantan Perdana Menteri 
Italia, Silvio Berlusconi, menambahkan dan mengatakan bahwa insiden tersebut 
"memalukan" dan merupakan "sebuah hari yang memalukan" bagi Italia.
   
  Paus Benediktus membatalkan jadwal kedatangannya tanggal 17 Januari setelah 
sekelompok sekitar 100 mahasiswa sayap kiri menduduki kantor dekan La Sapienza, 
Dr. Renato Guarini, mereka meminta pembatalan atas undangan yang ditujukan 
kepada Sri Paus. Sebelumnya, sebuah kelompok dari 67 profesor - sejumlah 
minoritas kecil dari fakultas tersebut - telah menandatangani sebuah pernyataan 
yang menuduh bahwa sebuah kunjungan kepausan adalah tidak pantas karena, kata 
mereka, Paus berbahaya bagi ilmu pengetahuan.
   
  Renato Guarini, dekan universitas mengatakan bahwa ia telah menantikan Paus 
Benediktus XVI, seorang teolog dan profesor dan "pembawa damai", untuk 
menghidupkan "sebuah momen akan budaya yang tinggi" dan sebuah "pertukaran ide 
yang akan berbuah bagi seluruh komunitas universitas."
   
  Giorgio Israel, seorang ahli matematika yahudi dan profesor di universitas 
itu, mengatakan kepada surat kabar Vatikan L'Osservatore Romano bahwa pidato 
tahun 1990 itu justru membela Galileo.
   
  Kardinal Ratzinger pada saat itu mengatakan, "Iman tidak tumbuh dari sebuah 
kebencian dan penolakan atas rasionalisme, melainkan dari keyakinan yang 
mendasar."
   
  Israel menyesali kontradiksi dari mereka yang menentang kunjungan Paus 
Benediktus XVI, mereka yang membela sekularisme ilmu pengetahuan, namun yang 
juga menolak kebebasan berbicara. Artikel di L'Osservatore Romano ini 
dipublikasikan sebelum Vatikan mengumumkan Sri Paus menunda kunjungannya.
   
  "Sungguh mengaggetkan," kata sang ahli matematika, "bahwa mereka yang telah 
memilih sebuah frase dari Voltaire sebagai moto: "Aku tidak setuju dengan apa 
yang kamu katakan, tetapi aku akan membela sampai mati hakmu untuk 
mengatakannya", malah menunjukkan diri mereka menentang Paus untuk membawakan 
diskorso di universitas kota Roma."
   
  Padre Livio Fanzaga, seorang rohaniwan pendiri Radio Maria Italia, mengatakan 
sebagai tanda solidaritas dan dukungan kepada Bapa Suci, dia menganjurkan agar 
seluruh umat Katolik melakukan pantang dan puasa (roti dan air putih) terutama 
pada hari Jumat tanggal 18 Januari dan pada hari Minggu 20 Januari.
   
  
Aksi Dukungan Gerakan Katolik Communion and Liberation untuk Paus
   
  Pada hari Rabu tanggal 16 Januari, sebuah kelompok besar mahasiswa La 
Sapienza menghadiri audiensi publik Paus untuk menunjukkan dukungan mereka. 
   
  Pada satu kesempatan, seorang anggota dari kelompok mahasiswa itu -yang telah 
diorganisasikan oleh Gerakan Katolik Communion and Liberation- berteriak kepada 
Paus: "Universitas La Sapienza bersamamu!" 
   
  Paus Benediktus menjawab kepada kelompok mahasiswa: "Terima kasih atas 
kehadiran kalian dan simpati kalian."
   
  
Warga Roma menunjukkan kecintaannya kepada Paus
Akan berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu
   
  Kardinal Camillo Ruini, vikar kota Roma, menyarankan agar warga Katolik Roma 
bergabung dan berkumpul pada hari Minggu di Lapangan Santo Petrus, untuk 
audiensi Angelus Paus, sebagai sebuah tanda solidaritas dengan Bapa Suci. 
   
  "Dalam keadaan yang dengan menyakitkan telah memukul keseluruhan kota kita," 
Kardinal Ruini menambahkan, "Gereja Roma menyatakan kesetiaannya dan 
kedekatannya yang total kepada uskupnya, Sri Paus, dan menunjukkan cinta, 
kepercayaan, kekaguman dan rasa syukur kepada Benediktus XVI, yang ada dalam 
hati warga Roma."
  
(Ditulis dan diterjemahkan oleh Shirley Hadisandjaja, dari sumber: surat kabar 
L'Osservatore Romano, portal Zenit, surat kabar Il Giornale, tabloid Il Timone, 
Radio Maria Italia)

   
  Shirley Hadisandjaja
  Via dei Martiri, 1, 20020
  Cesate, Milano, ITALY
  http://www.pondokrenungan.com 

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke