minggu siang, mata agak sepet, kurang tidur; kacamata kupasang, bukan bergaya, hanya menahan sengatnya cahaya matahari; bersama motor kupacu diriku, bersama dengan rekan-rekan mudika, jalan salib keliling
berharap ada teman sekerja-seprofesi menemani, namun hanya bersama motor saja, ia setia, aku maklum ada harapan ingin bertemu dengan rekan-rekan seprofesi, banyak harapan, banyak cerita, banyak segala yang bisa dibagi. oh .rasanya semangat, menginjakkan kaki ini diperhentian pertama, ingin secepatnya bertemu dengan rekan seprofesi, ia tidak ada, ada acara di tempat lain, aku maklum rombongan bergerak lagi, kini perjalanan bertambah ramai, berbagai merek motor beriringan, seperti hewan bebek berbaris, pelan tapi berisik, aku maklum harapan terkabul, ada teman sekerja-seprofesi, walaupun hanya sempat bersalaman saja, walaupun hanya satu orang, aku maklum seandainya setiap perhentian ada teman sekerja-seprofesi, seandainya bisa bercakap lebih lama, seandainya bisa berbagi cerita, seandainya bisa berbagi pengalaman, seandainya bisa bertukar pemikiran, seandainya punya kesempatan untuk belajar bersama, seandainya banyak waktu untuk kaum muda, seandainya bisa menjadi teman dekat dengan orang muda, seandainya .seandainya . tapi aku hanya berusaha memahami semua keadaan ini, dan hanya ada satu kata: aku maklum. (1 Juni 2008 - terima kasih kepada teman-teman kerja-seprofesi yang sudah berjuang demi pengembangan kaum muda di paroki kita ) http://akudanomk.wordpress.com/2008/06/06/seandainya-aku-maklum/ <http://akudanomk.wordpress.com/2008/06/06/seandainya-aku-maklum/>
