minggu siang, mata agak sepet, kurang tidur;
kacamata kupasang, bukan bergaya, hanya menahan sengatnya cahaya
matahari;
bersama motor kupacu diriku, bersama dengan rekan-rekan mudika, jalan
salib keliling

berharap ada teman sekerja-seprofesi menemani,
namun hanya bersama motor saja,
ia setia, … aku maklum

ada harapan ingin bertemu dengan rekan-rekan seprofesi,
banyak harapan,
banyak cerita,
banyak segala yang bisa dibagi.

oh….rasanya semangat, menginjakkan kaki ini diperhentian pertama,
ingin secepatnya bertemu dengan rekan seprofesi,
ia tidak ada, ada acara di tempat lain, … aku maklum

rombongan bergerak lagi, kini perjalanan bertambah ramai,
berbagai merek motor beriringan, seperti hewan bebek berbaris, pelan
tapi berisik, … aku maklum

harapan terkabul,
ada teman sekerja-seprofesi,
walaupun hanya sempat bersalaman saja,
walaupun hanya satu orang, … aku maklum

seandainya setiap perhentian ada teman sekerja-seprofesi,
seandainya bisa bercakap lebih lama,
seandainya bisa berbagi cerita,
seandainya bisa berbagi pengalaman,
seandainya bisa bertukar pemikiran,
seandainya punya kesempatan untuk belajar bersama,
seandainya banyak waktu untuk kaum muda,
seandainya bisa menjadi teman dekat dengan orang muda,
seandainya ….seandainya ….

tapi aku hanya berusaha memahami semua keadaan ini,
dan hanya ada satu kata: aku maklum.

(1 Juni 2008 - terima kasih kepada teman-teman kerja-seprofesi yang
sudah berjuang demi pengembangan kaum muda di paroki kita )

http://akudanomk.wordpress.com/2008/06/06/seandainya-aku-maklum/
<http://akudanomk.wordpress.com/2008/06/06/seandainya-aku-maklum/>

Kirim email ke