Rekan-rekan milis
Pagi ini saya membaca berita di harian Warta Kota Jumat 13 Juni 2008 halaman 22
kolom (BODETABEK PLUK) yang memuat berita dengan judul "GURU SD JADI PEMULUNG -
KENA RAZIA SATPOL PP"
Salah seorang diantaranya yang kena razia Satpol PP Bekasi terhadap gelandagan
dan pengemis serta pemulung adalah mantan Guru SD TKM Strada I Cilincing -
Jakut.
Ia tidak tidak lagi mengajar di SD Strada Cilincing karena tidak memiliki
sertifikat mengajar sebagai seorang guru.
Setelah lama menganggur dia tak kunjung mendapat pekerjaan akhirnya
ia memilih menjadi pemulung.
Kamis kemarin dia terjaring rasia bersama gelandangan dan pengemis oleh satuan
Satpol PP Bekasi di kawasan GOR kota Bekasi.
Akhirnya dia dan para gelandangan serta pengemis yang terjaring rasia satpol pp
kota bekasi tersebut di bawa ke tempat penampungan Panti Sosial Bina Karya
Penghudi Luhur, Jl. Muljadi Joyomarto Bekasi untuk dibina.
Sungguh saya terenyuh dengan berita tersebut terlebih nasib yang dialami oleh
Pak Heri Ratna Prianto mantan guru SD Starada I Cilincing tersebut.
Adakah solusi terbaik dari Yayasan Strada Jakarta untuk membantu para guru
honorer yang tidak memiliki sertifikat guru, sehingga jangan sampai mengalami
nasib yang sama seperti yang dialami Pak Heri Ratna Prianto, mantan guru SD
TKM Strada I Cilincing - Jakut tidak terulang kembali.
Semoga berita yang dimuat di Warta Kota hari ini menyadarkan kita untuk peduli
terhadap sesama.
Salam
Vitalis.
=====