--- Pada Jum, 29/8/08, Stanislaus Budi Agustino <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Stanislaus Budi Agustino <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV?
Kepada: "Aaron Adrian Sugandi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Agnes Kartika Sari" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Agus Senjaya" <[EMAIL PROTECTED]>, "Agustina Tina" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Andika Karthovlet" <[EMAIL PROTECTED]>, "Andy Suhendy" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Anna Listi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Beatrik" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Chang Weny" <[EMAIL PROTECTED]>, "Chiung Yanto" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Christian Lukman" <[EMAIL PROTECTED]>, "Christina Poppy" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Christina Santoso" <[EMAIL PROTECTED]>, "Colleen Clara Grazia" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Damrah Lampung" <[EMAIL PROTECTED]>, "Danny Salim" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Darmawan Rina (SEP20)" <[EMAIL PROTECTED]>, "Denny 
Suwanto" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dervia Chai" <[EMAIL PROTECTED]>, "Devi 
Yantimala" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dewi Melaniawati" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dewi 
Surya" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dwi Tungga Dewi"
 <[EMAIL PROTECTED]>, "Edi Prabowo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Elisabeth Zakarias" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Eugenia Agata" <[EMAIL PROTECTED]>, "Fabiola Yoannie" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Fenny Efendi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ferdi Muljadi" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Frida Florentina" <[EMAIL PROTECTED]>, "Fuji Mulia" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Gabriela Julia" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hanny WO" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Haryati Thayib" <[EMAIL PROTECTED]>, "Helmiawan" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Huyanti" <[EMAIL PROTECTED]>, "Intanty Tantono" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Iwan Gunawan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Jenny Brown" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Joseline Yudith" <[EMAIL PROTECTED]>, "Kathy WO" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Kevin Alexander" <[EMAIL PROTECTED]>, "Kho Siu Ping" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Kim Hui" <[EMAIL PROTECTED]>, "Kristin Halim" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Kurniawati Adjie" <[EMAIL PROTECTED]>, "Lie Evi"
 <[EMAIL PROTECTED]>, "Lie Ing" <[EMAIL PROTECTED]>, "Liely Laurensia" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Lieve Faustina" <[EMAIL PROTECTED]>, "Lilie Johanes" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Lim Lie Tjhen" <[EMAIL PROTECTED]>, "Lisa Lisnandari" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Lita Chan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Margaretha Etha" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Maria Meilanny" <[EMAIL PROTECTED]>, "Mariman Kartoyo" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Mary Widjaja" <[EMAIL PROTECTED]>, "Meike Basuki" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Meiliani Tjandrahadi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Meiliani Tjandrahadi" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Melia Savitri" <[EMAIL PROTECTED]>, "Michael Cong" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Monica Suratmi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Mulyani Setiawan" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Natalya Siswojo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Neneng Nurjanah" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Nike Soethiono" <[EMAIL PROTECTED]>, "Novida Soekardi" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Randy Kun"
 <[EMAIL PROTECTED]>, "Renja Sumera" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rico Gosal" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Ririn Haryani" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sesilia Kusuma" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Shirly ASP" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sinthia Sumali" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Susi Purwati" <[EMAIL PROTECTED]>, "Susy Suryanti" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Sylvia Ong" <[EMAIL PROTECTED]>, "Thia Thia" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Tina Orima" <[EMAIL PROTECTED]>, "Tony Wiguna" <[EMAIL PROTECTED]>, "Valeska 
Krisna" <[EMAIL PROTECTED]>, "Veronica" <[EMAIL PROTECTED]>, "Vigita Lia" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Widie Darudewi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Widyawati Dermawan" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Wim Surjadi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Yanti Kusdaryanti" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Yiska Novilia" <[EMAIL PROTECTED]>, "Yovita Anastasia" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Yudi Sofian" <[EMAIL PROTECTED]>, "Yuliana Chow" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Ferdi Muljadi"
 <[EMAIL PROTECTED]>, "Iwan Gunawan" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Jumat, 29 Agustus, 2008, 11:46 AM










 







Artikel menarik dari situs Kick Andy....

LENTERA JIWA

source: http://kickandy. com/?ar_id= MTEzOA==

Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi 
Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya 
bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya Paloh, bukan karena 
sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa 
aneh pada posisi yang tinggi, dengan power yang luar biasa sebagai pimpinan 
sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. 
Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP 
Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah
 Tinggi
 Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. 
Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro 
TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, 
sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya 
keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam.
Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut 
terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama 
saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV.
Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My 
Cheese..Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. 
Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju.
Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka 
tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga
 stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap 
mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin 
sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya 
untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat 
menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu 
hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat 
lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu 
sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu 
menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang 
selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh 
lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan
 sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan 
diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang 
tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati 
digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang 
menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya 
untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya 
sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah tersedia di depan mata. Saya 
juga ingin mengikuti lentera jiwa saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. 
Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang dinyanyikan Nugie, 
hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie 
dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin 
membagi kerisauan saya kepada banyak orang.

Dalam
 perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak 
bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah 
menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak 
bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya 
bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia 
takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap 
jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa 
hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan 
banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. 
Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang 
ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena 
solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka
 tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti 
keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita 
dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup 
mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan 
Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok 
arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang 
sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara 
masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. Saya sangat 
bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya 
menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk 
menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari 
British Council. Kini Adit bahkan membuka
 sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta 
mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama 
memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan 
komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini 
memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public 
speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang 
singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana 
cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang 
dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira 
dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. 
Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat 
bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, 
Yon tampak penuh
 enerji.
Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu 
melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena saya 
mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya, 
katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang 
sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan 
lentera jiwa mereka.




 


      




      


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke