Rekan-rekan milis

Berikut ini saya teruskan sebuah berita yang dimuat di kompas.com hari ini 
(lebih lengkap dapat diakses sendiri di website kompas: www.kompas.com) 
mengenai Kematian seorang Oma tua di Jalan Latuharhari Nomor 6A Menteng, 
Jakarta. 

Sungguh sangat mengharukan nasib yang dialami kedua nenek atau Oma tua ini. 

Semoga berita ini menjadi bahan permenungan bagi kita untuk semakin peduli 
terhadap sesama dan mengajak kita semua untuk mengasihi dan mencintai kedua 
orang tua kita.

Selamat membaca. 
Salam,


Vitalis
======



BAU BUSUK MASIH BAYANGI RUMAH OMA LOUISE



                                 
                                                                                
                
                                        RITA AYUNINGTYAS                
                                        Keadaan di dalam rumah Oma Louise 
Komala (81) di Jalan Latuharhari 6A Jakarta, Minggu  (21/9).
                                  
                                  
                                                
                        
            
            
            /                        
                                                        
                                        Artikel Terkait:
                                        Oma Louisje, 4 Bulan Hidup dalam 
KegelapanBERITA FOTO: Rumah Baru Sang OmaPagi Ini Nenek Louisje PulangOma 
Louisje yang Kesepian...Balada Dua Nenek di Rumah Tua
                                
                                                
                        
                        
                                                                
        Minggu, 21 September 2008 | 17:38 WIB
        
                JAKARTA, MINGGU
- Lebih dari sebulan, Erfiene Komala (84), telah meninggal dunia.
Namun, bau busuk yang menusuk hidung masih menebar di rumah tua di
Jalan Latuharhari Nomor 6A Menteng, milik Louisje Komala (81) adik dari
Erfiene.Bau menyengat ini mulai tercium ketika rombongan
wartawan memasuki gerbang rumah yang bersebelahan dengan Gereja Kristen
Indonesia (GKI) Menteng. Rombongan kemudian menutup hidung ketika bau
yang semakin menyengat datang dari kamar kedua sebelah ruang tamu.Di
kamar itulah kedua nenek malang tersebut ditemukan pada 8 Agustus 2008
silam. Louisje yang kini ditampung oleh keluarga Gereja Santo Ignatius
Menteng ditemukan lemas karena dehidrasi dan kurang gizi. Sementara,
kakaknya tercinta, Erfiene ditemukan telah membusuk di bawah tempat
tidur dalam kamar berukuran 3x2 meter itu.Pada saat tewas, tubuh
Erfiene telah dipenuhi belatung. Polisi memperkirakan nenek tersebut
telah berpulang setidaknya 10 hari sebelum ditemukan. Di bawah tempat
tidur itu, masih terdapat sisa-sisa cairan tubuh Erfiene dan sejumlah
dus makanan. Sejumlah pakaian kotor yang tergantung pada seutas tali
rafia dan tempat tidur yang telah jebol menambah miris siapapun yang
melihatnya."Ya Allah!" celetuk seorang wartawan ketika melihat
pemandangan tersebut. Rumah yang terbilang mungil untuk ukuran rumah di
Menteng itu sekilas tampak seperti rumah kosong. Kondisinya sangat
kotor dan memprihatinkan.Tepat di balik pintu pagar, ada
tumpukan daun kering, kertas koran, dan masker bekas berwarna hijau.
Halaman rumahnya, tak terawat. Daun jambu dan jeruk nipis kering
berserakan di seluruh pekarangan dan teras. Sarang laba-laba menghiasi
seluruh dinding dan plafonnya.Setelah pintu dalam dibuka, rumah
tua itu terlihat sangat berantakan. Beberapa kantung plastik putih
berisi koran, terjejer hampir di seluruh bagian rumah. Ada juga plastik
putih berisi pakaian bekas, seprei, korden yang terselimuti debu
berwarna coklat muda.Foto OrangtuaPerabot-perabot
di tengah seperti meja dan bufet tertumpuk kasur-kasur bekas dengan
sobekan di sana-sini, sehingga kapuknya mencuat keluar. Akibatnya,
perabot tersebut tak dapat menunjukkan keunikan funitur zaman Belanda.Hanya
ada satu meja yang masih dapat dilihat wujudnya. Meja itu merupakan
tempat di mana foto kedua orang tua Louisje dan Erfiene. Sepasang
pigura antik terbuat dari kuningan adalah satu-satunya hiasan di ruang
tengah tersebut yang masih terlihat jelas. Di sekelilingnya, terdapat
lilin-lilin yang tinggal separuh karena meleleh dan bungkusan plastik
berwarna putih.Kembali ke RumahMinggu
(21/9) pagi ini, Louisje telah dijemput oleh keluarga Gereja Santo
Ignatius Menteng dari Rumah Sakit Carolus Jakarta. Sementara, oma itu
ditampung di rumah bendahara Paroki Santo Ignatius di Jalan Pandeglang
Nomor 41 Jakarta. Jika telah sembuh benar, oma yang masih kuat daya
ingatnya itu ingin kembali ke rumah di Jalan Latuharhari."Pengen
(pulang). Tapi aman tidak? Nanti rumahnya jadi bersih lagi
(dirampok.red)," candanya sambil tersenyum. Rencananya, setelah
mendapat izin dari Louisje, pihak gereja akan membersihkan rumah
miliknya tersebut


      

Kirim email ke