http://www.pondokrenungan.com 
 
Laporan dari Italia:
 
LEDAKAN DI STASIUN, KORBAN MENINGGAL DUNIA DAN LUKA-LUKA
 
Viareggio, Italia, 30 Juni 2009.
 
Tragedi, ketakutan dan kematian pada malam hari di kota Viareggio, Italia. 
Bagaikan neraka dan mimpi buruk. Sebuah kereta barang yang membawa gas cair 
(Lpg) keluar dari jalurnya dan meledak di stasiun Viareggio, merubuhkan 
bangunan-bangunan rumah dan apartemen di sekitarnya. Setelah ledakan yang 
pertama, segera menyusul ledakan-ledakan berikutnya, secara beruntun, yang 
mengakibatkan kematian dan kerusakan.
 
Beberapa petugas teknis dari kereta yang keluar jalur itu berteriak: “Kabin 
kereta diledakkan oleh gas, kami berhasil melarikan diri. Suatu mukjizat bahwa 
kami masih hidup”.
 
Korban yang berjatuhan saat ini mencapai 16 orang, beberapa anak-anak 
diketemukan terbakar hidup-hidup, 37 orang mengalami luka bakar, beberapa 
diantaranya 90% di tubuh mereka, beberapa puluhan lainnya menjadi korban 
luka-luka, tiga orang anak kecil dan seorang pria dewasa diketemukan dari 
reruntuhan dalam keadaan hidup. Sekitar empat orang lainnya dikabarkan hilang. 
Dan lagi: dua gedung apartemen rubuh akibat dari ledakan yang hebat.
 
Seorang sukarelawan “Green Cross” yang kantor pusatnya ikut terbakar akibat 
ledakan itu mengatakan bahwa dia mendengar ledakan dan segera keluar gedung 
bersama sukarelawan lainnya, “kami berhadapan dengan api dan, sayangnya, 
seorang diantara kami terbakar di lantai. Itu merupakan peristiwa yang 
menakutkan”. Seorang saksi yang tinggal di dekat lokasi kejadian melihat sebuah 
pemandangan apocalypse.
 
Para petugas pemadam kebakaran segera berdatangan ke lokasi kejadian bersama 
dengan kesatuan polisi militer Italia, polisi negara, polisi pengontrol, para 
dokter dari nomor darurat 118 dan beberapa sukarelawan dari Badan Perlindungan 
Rakyat. “Satu buah kabin kereta keluar jalur yang diikuti dengan 
ledakan-ledakan beruntun – kata Antonio Gambardella, komandan dari Pusat 
Pemadam Kebaran Nasional.
 
Situasi beresiko itu belum lagi selesai meskipun kebakaran telah dapat 
ditangani. Di akhir sebuah pertemuan singkat bersama para petugas, kepala dari 
Badan Perlindungan Rakyat, Guido Bertolaso, masih terus menempatkan sinyal 
tanda bahaya dan menggarisbawahi bahwa “semua wilayah stasiun dilarang untuk 
dimasuki umum”.  “Masih ada 13 lagi tangki yang penuh dengan gas cair Lpg yang 
harus dikosongkan dan empat diantaranya telah rusak – demikian kata orang nomor 
satu dari  Badan Perlindungan Rakyat – ini merupakan sebuah operasi yang 
beresiko tingi dan sangat sulit.”
 
Kereta yang keluar jalurnya itu adalah sebuah kereta barang, yang terdiri dari 
14 kabin dan berasal dari wilayah La Spezia dengan tujuan kota Pisa. Hanya satu 
yang kedapatan mengalami kebocoran gas.
 
Ribuan orang segera melarikan diri meninggalkan tempat tinggal mereka. Mayor 
kota dari wilayah Toscana, Luca Lunardini, telah mengumumkan pendirian sebuah 
pusat pertolongan pertama di Balai Kota dan mengantisipasi hipotesis untuk 
menggunakan hotel-hotel wilayah Versilia untuk menampung para korban evakuasi. 
Di lapangan depan Balai Kota telah dibangun lima buah tenda yang menampung 
ratusan orang. 
Lunardini menjelaskan juga bahwa gedung-gedung yang rubuh ada dua buah 
sementara 4 atau 5 menderita kerusakan hebat, meskipun tidak rubuh.
 
Atas kejadian tersebut, Jaksa di Lucca telah membuka sebuah penyelidikan. 
Diantara beberapa hipotesis pelanggaran-pelanggaran adalah: jalur kereta yang 
rusak, pembunuhan berantai tidak direncanakan, dan kebakaran tidak 
direncanakan. Kepala Kepolisian Maurizio Manzo dan Kepala Distrik Carmelo 
Aronica menjelaskan bahwa pihak kehakiman sedang menerima laporan-laporan dari 
petugas pemadam kebakaran dan dari petugas kepolisian. Di Viareggio dan semua 
kota dalam wilayah Versilia telah ditetapkan dua hari berkabung rakyat.
 
Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, telah terus menerima laporan 
kerusakan kereta dari sekretaris PM, Paolo Bonaiuti, dan dari penanggungjawab 
Badan Perlindungan Rakyat, Guido Bertolaso. PM akan melakukan kunjungan ke 
Viareggio pada sore hari ini: “Saya akan berada di lokasi kejadian untuk 
menangani situasi yang ada – katanya – Saya telah berbicara dengan Bertolaso, 
situasinya parah, bahkan mengagetkan”. 
 
Di Viareggio telah tiba juga Menteri Dalam Negeri Italia, Roberto Maroni. “Jika 
diketemukan bahwa norma-norma untuk keamanan dalam trasportasi untuk material 
berbahaya tidak memadai, maka akan kami ganti. Juga di Eropa”. Di sampingnya, 
Menteri Infrastruktur dan Trasportasi, Altero Matteoli, telah membentuk sebuah 
Komisi penyelidik. Sementara itu dapat dikabarkan bahwa pemerintah akan 
membahas kejadian itu pada hari Rabu di rapat Parlemen.
 
Begitu mendapatkan berita atas pertistiwa tragis itu, Bapa Suci Benediktus XVI 
juga menyampaikan kesedihannya dan menyatakan “keikutsertaannya yang 
dalam” akan “kesedihan yang dialami seluruh kota”. 
 
 
(Oleh Shirley Hadisandjaja Mandelli, 30 Juni 2009 dari sumber Il Giornale dan 
Corriere della Sera) 
 
 
Shirley Hadisandjaja Mandelli
Via dei Martiri, 1
20020 Cesate, Milano
Italy
http://www.pondokrenungan.com 
 


      

Kirim email ke