Judul aslinya "Gereja dan Gerakan SAMIN"

(Untuk melihat gambar sampul dan Kutipan Isi Sajian Utama silahkan klik link 
ini: http://sampulhidup.wordpress.com/ )

Info bagi teman-teman milis.

MajalahHIDUP edisi 28 Minggu 12 Juli 2009 ini memuat Sajian Utama berjudul 
"Gereja dan Gerakan SAMIN"
Berikut Ringkasan SAJUT-nya:“Keberanian dan kerelaan mengorbankan kepentingan 
diri demi cita-cita
bersama yang lebih besar adalah semangat yang dapat dipelajari umat
Katolik dari Sedulur Sikep,” demikian Koordinator Pusat Sejarah dan
Etika Politik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Pastor Dr F.X.
Baskara Tulus Wardaya SJ. Sedulur Sikep dikenal juga dengan masyarakat
Samin. Kata “Samin” sendiri sudah salah kaprah, bahkan berkonotasi
negatif. Samin diartikan sebagai orang aneh, bodoh, tidak mau mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi, selalu mengisolasi diri, dan
membentuk komunitas sendiri. Padahal, Gunritno tidak asing dengan
laptop, internet, telepon seluler. Mereka tidak tinggal dalam satu
wilayah khusus, melainkan menyebar di daerah-daerah sekitar Blora,
Pati, Purwodadi, dan Bojonegoro. Konsentrasi terbesar Sedulur Sikep
memang di Sukolilo, Pati. Tetapi, mereka bermukim di tengah masyarakat
heterogen.

Wasalam,
Pemerhati HIDUP 


      

Kirim email ke