"Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu" adalah penggalan bagian terakhir puisi Rendra yang
diwariskan kepada Adi Kurdi sebelum meninggal.
Judul aslinya "Rendra (1935 - 2009)" (Untuk melihat gambar sampul dan Kutipan
Isi Sajian Utama silahkan klik link
ini:http://sampulhidup.wordpress.com/2009/08/26/rendra-1935-2009/
Info bagi teman-teman milis.
Sajian Utama HIDUP Minggu lalu: ”HARI ini, kami mengadakan Misa untuk mengenang
Mas Willy dan mendoakan
arwahnya. Besok malam, saudara- saudara yang Muslim akan mengadakan
tahlilan. Mas Willy memang milik semua orang. Jadi, yang mendoakannya
juga banyak orang,” kata Adi Kurdi usai perayaan Ekaristi, tujuh hari
meninggalnya W.S. Rendra. Selain sebagai adik ipar, Adi Kurdi adalah
pengagum dan ’murid’ Rendra di Bengkel Teater. Kata Adi Kurdi, sebelum
meninggal, Rendra sempat mewariskan sebuah puisi. Puisi itu ia buat
saat dirawat di rumah sakit, Jumat, 31/7. Rendra mengujarkan puisi,
sementara Adi Kurdi menuliskannya di secarik kertas. Baris terakhir
berbunyi: ”Tuhan, aku cinta ada-Mu.” Agama, bagi Rendra, tak berhenti
pada firman, tapi harus mewujud dalam ucapan, tindakan dan karya. Pada
Sajian Utama edisi ini, kami juga memuat secara utuh salah satu
karyanya yang bersentuhan dengan kekatolikan, yakni Khotbah.
Demikian infonya.