“ORANG Katolik itu NU-nya umat Kristen.” Demikian Choirul Huda (26), mantan Ketua PMII ranting Salatiga. NU dan Katolik memiliki kemiripan dalam prinsip-prinsip kemanusiaan. Pandangan itu terwujud dalam bentuk perjuangan bagi orang kecil, miskin, dan tertindas….(demikian salah satu kutipan isinya). Judul SAJUTNYA "Kristen di Mata Islam" (Untuk melihat gambar sampul dan Kutipan Isi Sajian Utama silahkan klik link ini: http://sampulhidup.wordpress.com/2009/09/04/kristen-di-mata-islam/ Info bagi teman-teman milis. Sajian Utama HIDUP Minggu ini: SITI Eka Puspitasari berkeyakinan bahwa semua orang dipersatukan oleh nilai-nilai dan sikap-sikap etis dasar. Keagamaannya menunjang nilai-nilai dasar kemanusiaan yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati setiap orang. Keislamannya membuka diri terhadap nilai-nilai yang berakar dalam hati nurani setiap manusia. ”Saya bersama dengan teman-teman pondok pernah piknik ke Gua Maria Tritis di Wonosari. Saya pernah tidur dan mencuci bersama tamu-tamu Kristen dan Katolik dari Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Sanata Dharma di Edi Mancoro,” kata Pita, Santri Pondok Pesantren Edi Mancoro Salatiga, Jawa Tengah. Awal bulan Juli, 18 frater, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta, tinggal di Edi Mancoro selama 2 minggu. ”Dunia telah berubah, demikian pula dengan konteks misi Gereja. Tantangan di ’tapal batas’ mendesak kita untuk ikut memeluknya,” jelas Dr Y.B. Heru Prakosa SJ, dosen Islamologi di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Demikian infonya. http://www.facebook.com/search/?o=69&init=s%3Agroup&q=Pemerhati+HIDUP#/pages/Jakarta/Pemerhati-HIDUP/103575312702
