Judul SAJUTNYA "SRI di Tangan Gatot (Konferensi Petani Asia Tenggara di 
Keuskupan Purwokerto)" (Untuk melihat gambar sampul dan Kutipan Isi Sajian 
Utama silahkan klik link ini:
http://sampulhidup.wordpress.com/2009/09/17/sri-di-tangan-gatot-konferensi-petani-asia-tenggara-di-keuskupan-purwokerto/

Info bagi teman-teman milis.
Sajian Utama HIDUP Minggu ini: 
GATOT membeli beras hitam satu kilogram. Di antara beras itu, ia
mendapatkan empat butir gabah. Bermodal empat butir itulah ia
mengembangkan bibit padi beras hitam. ”Bertani organik itu juga wujud
penghormatan kepada Sang Pencipta dengan melestarikan ciptaan-Nya,”
papar warga Paroki St Agustinus Purbalingga ini. Kini, Gatot memiliki
koleksi 100 jenis benih padi lokal. Rumahnya yang sederhana menjadi
’bank’ benih padi yang telah dikoleksinya sejak tahun 1997. Kisah empat
bulir benih itu pun diceritakan Gatot kepada tujuh petani dan
pendamping petani yang live-in di rumahnya. Mereka, termasuk Gatot,
adalah peserta South East Asia Farmers’ Conference yang berlangsung di
Keuskupan Purwokerto, 9-16 Agustus lalu. Konferensi diikuti 35 petani
dan pendamping dari Karitas Negara Asia Tenggara, seperti Kamboja,
Thailand, Myanmar, Filipina, Indonesia, serta Mongolia. Kegiatan ini
digelar Karitas Asia dengan panitia pelaksana Karitas Indonesia
(Karina) dan Karitas Purwokerto (Karito). Uskup Purwokerto, Mgr
Julianus Sunarka SJ membuka konferensi pada Minggu, 9 Agustus.

Demikian infonya.
http://www.facebook.com/search/?o=69&init=s%3Agroup&q=Pemerhati+HIDUP#/pages/Jakarta/Pemerhati-HIDUP/103575312702
 KONTAK MAJALAH HIDUP: 021-3501414 / 021-2314403 SMS: 0813-10561036 



      

Kirim email ke