PENERIMAAN RESMIUSKUP AGUNG COADIUTOR IGNATIUS SUHARYO
Katedral, 28 Oktober 2009
Rabu,
28 Oktober 2008, jam 10.00 di gereja Katedral Keuskupan Agung Jakarta
diselenggarakan perayaan Ekaristi, kesempatan penerimaan resmi Uskup
Agung Coadiutor Ignatius Suharyo.  Tanggal 28
adalah hari pesta rasul Simon dan Yudas Tadeus, yang keduanya
disandingkan dan dirayakan pada hari yang sama. Tanggal 28 adalah hari
Sumpah Pemuda, peringatan pada peristiwa  orang
muda bercita-cita membangun kesatuan Indonesia. Penerimaan resmi Uskup
Agung Coadiutor pada tanggal 28 Oktober ini memberi makna dan pesan
bahwa Gereja memang harus dimudakan terus-menerus.
Acara
pokok penerimaan resmi itu terjadi setelah homili ketika Duta Besar
Vatikan untuk Indonesia Mgr. Leopoldo Girelli memperlihatkan  bulla
(surat dari Bapa Suci) mengenai penunjukan Mgr. Suharyo menjadi Uskup
Agung Coadiutor Keuskupan Agung Jakarta kepada Collegium Consultores
Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Agung Semarang, kepada seluruh
umat dan kepada Uskup Agung Jakarta dan Uskup Agung Coadiutor. Kemudian
diadakan upacara penandatangan berita acara peristiwa penerimaan resmi
tersebut.
 
Pada
kesempatan homili Bapak Julius Kardinal Darmaatmadja, Uskup Agung
Jakarta menyampaikan keterangan, kesan dan pesan kepada seluruh umat
yang hadir pada perayaan Ekaristi tersebut.
Homili Bapak Julius Kardinal Darmaatmadja, Uskup Agung Jakarta
1.      Ketika
saya bersama Mgr. Suharyo memikirkan kapan Mgr. Suharyo dapat pindah
dari Semarang ke Jakarta, saya hanya mengikuti rencana beliau: yaitu
setelah tugas-tugas pokok di Semarang dapat diselesaikan, dan nanti
kalau Sidang KWI 2009 kami sudah muncul bersama sebagai pimpinan
Keuskupan Agung Jakarta. Maka tanggal 28 dipilih sebagai tanggal hyang
sesuai untuk memulai tugas beliau sebagai Uskup Agung Coadiutor. Atas
nama saya sendiri, semua imam, para biarawan-biarawati dan umat
Keuskupan Agung Jakarta kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada Bapak Uskup Agung Suharyo,mengucapkan
selamat datang dan selamat bertugas.
2.      Hari
ini Gereja merayakan pesta rasul Simon dan Yudas Tadeus. Menurut salah
satu pengarang para kudus, kedua rasul ini disandingkan dan dirayakan
pada hari yang sama karena dalam ketiga Injil Sinoptik mereka disebut
dalam daftar para rasul selalu berurutan. Alasan yang lebih mendasar
lagi, karena akhirnya dalam karya rasul Yudas menggabungkan diri dengan
rasul Simon yang berkarya di Persia (Iran) dan keduanya menjadi saksi
iman, mengakhiri hidup mereka di sana sebagai martir. Kami mengajak
umat untuk mohon berkaat dari kedua rasul Yudas dan Simon, karena kami
berdua juga akan bekerja-sama melayani keuskupan sama yaitu Keuskupan
Agung Jakarta. Dengan kehadiran Bapak Uskup Agung Coadiutor, Umat
Keuskupan Agung Jakarta pasti mendapat pelayanan yang lebih baik.
3.      Kami
berdua disatukan dalam melayani Keuskupan. Ada kepemimpinan “Dwi
Tunggal”, begitulah yang terjadi hari-hari berikut nanti. Itu berarti
bahswa kami berdua bersama dalam mengambil keputusan. Dapat pula
bersama-sama dalam tugas pastoral men gunjungi paroki, atau
bersama-sama menerimakan Sakramen Krisma di suatu paroki. Tetapi
kepemimpinan “Dwi Tunggal” ini juga dapat bilokasi, atau bersamaan di
dua tempat sekaligus, karena masing-masing dari kami melaksanakan suatu
tugas di tempat yang berbeda. Untuk tugas macam ini, kami berdua akan
membicarakan lebih dulu. Umat di tempat di mana Bapa Uskup Agung
Coadiutor melayani, di situ harus dihayati sama seperti saya ada di
situ, demikian pula sebaliknya uamt di mana saya melayani, di situ juga
dihayati seperti Bapak Uskup Agung Coadiutor ada di situ. Maka kami
berdua juga akan didoakan oleh umat yang merayakan Ekaristi. Pokoknya
sama sejalah antara saya dengan beliau, karena memang kepemimpinan Dwi
Tunggal. Maka dapat dikatakan bahwa Uskup Agung Jakarta itu mulai
sekarang berkaki empat.
4.      Seperti
Anda ketahui, ada 2 macam Uskup pendamping. Yang satu namanya Uskup
Auxilier, sedang yang kedua adalah Uskup Coadiutor; yang satu tidak
memiliki hak untuk menggantikan, sedang yang kedua yaitu Uskup
Coadiutor memiliki hak untuk menggantikan. Maka B apak Uskup Agung
Coadiutor Ignatius Suharyo disandingkan dengan saya hari ini juga dalam
rangka menggantikan saya nanti pada waktunya. Kapan itu terjadi, saya
kita tidak terlalu lama lagi. Setelah saya merayakan ulang tahun ke 75
pada tanggal 20 Desember nanti, seturut nasiha Bapa Duta Vatikan, saya
mengirimkan lagi surat permohonan berhenti sebagai Uskup Agung Jakarta.
Untuk pelayanan kami berdua, kami mohon didoakan dalam Perayaan
Ekaristsi ini. Demikian pula mohon didoakan persiapan-persiapan untuk
mengantar Bapak Uskup Suharyo menuju kepenuhan pelayanan sebagai Uskup
Agung Jakarta.  Amin.
 
Salam & Doa
Alexander Yusup


      

Kirim email ke