"Adakah Ia mendapati iman di bumi?"
(Keb 18:14-16; 19:6-9; Luk 18:1-8)

"Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa 
mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota 
ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang 
pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan 
berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu 
menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut 
akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini 
menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia 
datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan 
hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya 
yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum 
menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan 
tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"(Luk 
18:1-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
•       Hidup  beriman atau beragama tanpa doa bagaikan makanan tanpa rasa 
alias hambar. Doa merupakan dimensi hidup beriman atau beragama yang tak dapat 
dilupakan atau diabaikan. Di dalam warta gembira hari ini kita diingatkan 
pentingnya hidup doa. Berdoa  berarti  berwawancara atau berdialog dengan Allah 
dalam dan oleh kasih. Karena Allah adalah kasih yang sempurna dan kita adalah 
hina dina, maka dari pihak kita berdoa berarti lebih banyak membuka diri dan 
mendengarkan daripada berbicara atau omong. Dengan kata lain agar kita dapat 
berdoa dengan baik dan benar, kita harus hidup dan bertindak dalam dan dengan 
rendah hati. Untuk itu kiranya sabda-sabda Allah sebagaimana tertulis di dalam 
Kitab Suci dapat membantu kita berdoa, karena "segala tulisan yang diilhamkan 
Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk 
memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."(2Tim 3:16). 
Mendengarkan, merenungkan dan melaksanakan sabda-sabda Allah merupakan salah 
satu cirikhas hidup beriman atau beragama. Selain apa yang tertulis di dalam 
Kitab Suci kita juga dapat menggunakan teks-teks doa terpilih yang telah 
dicetak dalam bentuk buku-buku doa. Bacakan untuk diri anda sendiri dan 
dengarkan isi doa tersebut, kemudian resapkan dalam hati. Dengan kata lain 
hendaknya doa-doa tidak hanya manis dan merdu di mulut saja, melainkan terutama 
dan pertama-tama manis dan merdu di hati dan jiwa sehingga menjiwai seluruh 
pribadi kita. Warta Gembira hari ini mengajak dan mengingatkan kita untuk 
menghayati nasehat ini: "menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati 
segala sesuatu dalam Allah". 
•       "Sungguh seluruh ciptaan dalam jenisnya dirubah kembali sama sekali 
oleh karena taat kepada perintah-perintah-Mu, supaya anak-anak-Mu jangan sampai 
mendapat celaka" (Keb 19:6). Ada seorang filsuf yang mengatakan bahwa `yang 
abadi di dunia ini adalah perubahan', artinya apa-apa yang ada di dunia ini 
senantiasa berubah, maka barangsiapa tidak siap sedia untuk berubah akan celaka 
atau menderita. Kita semua dipanggil untuk berubah, tidak hanya tubuh dan 
anggotanya yang berubah, tetapi juga hati, jiwa dan akal  budi; perubahan yang 
diharapkan adalah yang mengarah semakin taat kepada perintah-perintah Allah, 
sehingga kita semakin layak disebut sebagai anak-anak Allah, artinya orang yang 
senantiasa melaksanakan kehendak dan perintah Allah di dalam hidup dan kerja 
serta kesibukan sehari-hari. Kita hendaknya tidak hidup dan bertindak hanya 
mengikuti selera atau keinginan pribadi agar tidak celaka dan menderita. 
Kehendak dan perintah Allah dapat kita hayati dengan setia dan taat pada 
janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Suami-isteri hendaknya setia dan taat 
dalam saling mengasihi baik dalam untuk maupun malang, sehat maupun sakit, agar 
hidup bersama dalam keluarga selamat dan damai sejahtera; para pelajar maupun 
mahasiswa hendaknya setia dalam belajar, sehingga sukses dalam tugas belajar, 
selesai pada waktunya; para pekerja hendaknya setia dalam bekerja sehingga 
terampil dalam kerja dan dengan demikian berguna bagi kehidupan bersama dan 
dapat membahagiakan sesama, dan kita sendiri pasti akan selamat, bahagia dan 
damai sejahtera. Taat pada perintah, disiplin dalam melaksanakan aneka tatanan 
dan aturan hidup bersama merupakan cara agar kita tidak mendapat celaka dan 
dengan demikian kita selamat, damai sejahtera dan bahagia. 

"Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala 
perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah 
bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!"
 (Mzm 105:2-3) 
Jakarta, 14 November 2009


Kirim email ke