"Sesungguhnya pemungut cukai dan perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke 
dalam Kerajaan Allah".
(Zef 3:1-2.9-13; Mat 21:28-32)

"Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia 
pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari 
ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu 
orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu 
menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah 
di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang 
terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya 
pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu 
masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan 
kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut 
cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu 
melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya 
kepadanya." (Mat 21:28-32), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
. 
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
• Banyak orang melecehkan mereka yang pada umumnya disebut penjahat, seperti 
pencopet, penodong, gelandangan, pelacur, dst,,, dan dengan mudah menghormati 
mereka yang berpakaian rapi: memakai jas dan berdasi serta naik mobil Mercy, 
dst.. Jika dicermati secara mendalam hemat saya mereka yang dinilai jahat 
tersebut tidak sejahat sebagaimana dipikirkan dan dinilai kebanyakan orang: 
mereka terpaksa berbuat jahat karena keserakahan dan kesombongan orang lain. 
Sementara itu mereka yang dipandang terhormat belum tentu baik, mungkin adalah 
penjahat kelas kakap. Memang para petugas resmi pada umumnya takut menangkap 
dan mengadili penjahat kelas kakap. Akhir-akhir ini ada berita yang cukup 
menarik dan mengesan: (1) saudara-saudara kita, orang Madura, mengambil besi, 
yang tidak seberapa jumlahnya, yang akan digunakan untuk membangun jembatan 
Suramadu ditangkap dan diadili, (2) seorang ibu tua di daerah Jawa Tengah 
mengambil tiga butir buah kakao diadili dan dihukum, dst.. sementara para 
koruptor milarydan rupiah dibiarkan tetap bebas berkeliaran ke sana kemari. 
Maka benarlah apa yang disabdakan oleh Yesus bahwa "pemungut-pemungut cukai dan 
perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah", 
artinya mereka yang dipandang dan dinilai sebagai penjahat pada umumnya lebih 
mudah bertobat dan memperbaharui daripada para pejabat korup yang terhormat dan 
dipandang baik. Sama-sama diberi kesempatan untuk bertobat dan memperbaharui 
diri, mereka yang dinilai jahat lebih mudah daripada mereka yang dinilai dan 
dipandang terhormat.
• "Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan 
durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan 
menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan 
lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. Di antaramu akan Kubiarkan 
hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari 
perlindungan pada nama TUHAN" (Zef 3:11-12). Mereka yang dipandang sebagai 
`sisa', rendah atau jahat di masyarakat pada umumnya akan muhdah menjadi "umat 
yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama 
Tuhan". Sementara itu orang yang dipandang terhormat begitu percaya diri dan 
hanya mencari perlindungan pada dirinya sendiri, alias sombong. Kepada siapapun 
yang dipandang dan dinilai jahat atau jelek oleh kebanyakan orang kami harapkan 
untuk tidak marah dan membenci mereka yang menjelekkan tersebut, melainkan 
tanggapi dengan rendah hati dan lemah lembut sambil mawas diri dan menyadari 
bahwa kita memang orang yang lemah dan rapuh. Dengan kata lain ketika kurang 
dihargai dan dihormati oleh sesama hendaknya hal itu menjadi kesempatan untuk 
menyadari dan menghayati diri sebagai orang berdosa yang dipanggil Tuhan, orang 
yang mencari perlindungan pada nama Tuhan. Marilah kita mempersiapkan diri 
bagaikan para gembala yang di malam Natal kesepian di padang rumput, namun 
terbuka terhadap Penyelenggaraan Ilahi dan kemudian menjadi umat pertama yang 
bertemu dengan Penyelamat Dunia, yang baru saja lahir di dunia. 

"Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di 
dalam mulutku.Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah 
hati mendengarnya dan bersukacita. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka 
mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang 
tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala 
kesesakannya" 
(Mzm 34:2-3.6-7)


Yogya, 15 Desember 2009


Kirim email ke