D. 
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: nendro saputro <[email protected]>
Date: Tue, 2 Mar 2010 23:15:23 
To: <[email protected]>
Subject: [StThomas_Kelapa2] (((- KEUSKUPAN SIBOLGA mengkritisi BELIS (Mas 
Kawin) dalam ADAT NIAS -)))

"Gereja dan Adat Nias" 
[Sampul EDISI 10, Minggu 07 Maret 2010;= klik link di bawah ini]

http://hidupkatolik.blogspot.com/

Minggu ini HIDUP menyajikan Sajian Utama berjudul "Gereja dan Adat Nias". 

Adat-istiadat itu baik, jika tidak memberatkan warganya. Namun di zaman 
modern ini masih terdapat adat-istiadat yang justru membebani hidup 
warganya secara ekonomis dan turun temurun. Misalnya saja adat pemberian belis, 
atau jujuran dalam bahasa Nias. Karena mahal. Upaya Gereja 
Katolik pun belum berhasil membebaskan umatnya dari belenggu adat ini. 
Keuskupan Sibolga, contohnya, ia terus menerus mengupayakan bagaimana 
meringankan beban warga agar tak terbelit hutang untuk jujuran ini. Maka adat 
yang memberatkan warga perlu ditinjau ulang bersama. 

http://majalahhidup-cover-sampul.blogspot.com/2010/03/edisi-no-10-tanggal-07-maret-2010.html

Demikian Infonya.
Salam Damai Kristus,
Nendro.

http://www.facebook.com/group.php?gid=138915757726#/group.php?gid=138915757726
KONTAK MAJALAH HIDUP: 021-3501414 / 021-2314403 SMS: 0813-10561036


      

Kirim email ke