"Kamu juga harus bersaksi karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
(Kis 16:11-15; Yoh 15:26-16:4a)

"Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang 
keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus 
bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." "Semuanya ini 
Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan 
dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu 
akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, 
karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini 
Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah 
mengatakannya kepadamu." (Yoh 15:27-16:4a) 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
•       Seorang saksi adalah orang yang diharapkan menyampaikan 
kebenaran-kebenaran, antara lain apa yang telah dialami maupun dilihatnya. 
Kebenaran-kebenaran yang disampaikan akan berfungsi untuk mencerahkan aneka 
masalah atau persoalan. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, kita 
dipanggil untuk menjadi saksiNya karena kita telah mendengarkan sabda-sabdaNya 
serta mengalami bersamaNya secara spiritual dan menjadi nyata dalam berperilaku 
baik atau berbudi pekerti luhur. Dengan kata lain kita dipanggil untuk 
mensharingkan pengalaman iman kita kepada saudara-saudari kita, pengalaman 
mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui cara hidup dan cara 
bertindak sehari-hari. Sharing pengalaman iman dapat dilakukan bersama dengan 
semua umat beriman, tanpa pandang bulu atau SARA. Banyak orang mengaku beragama 
tetapi belum tentu beriman, mengingat dan memperhatikan masih maraknya korupsi 
atau kejahatan yang terjadi di hampir semua bidang kehidupan masa kini, maka 
orang yang sungguh beriman pada masa kini sering harus menghadapi aneka ancaman 
atau usaha pengucilan. Maka untuk menghadapi ancaman atau usaha pengucilan kami 
berharap kita dapat saling membagikan pengalaman iman dengan siapapun yang 
berkehendak baik dilingkungan hidup maupun kerja kita. Marilah kita saling 
bertukar aneka macam kebenaran atau perbuatan baik yang kita lihat dan kita 
lakukan guna memperkuat dan memperdalam iman kita dalam menghadapi aneka macam 
ancaman dan hambatan. Jangan takut kepada orang yang sering mengatasnamakan 
Allah, namun mengancam dan menteror kita. 
•       "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, 
marilah menumpang di rumahku." (Kis 16:15), demikian kata seorang perempuan 
bernama Lidia kepada Paulus setelah ia menerima pembaptisan dari Paulus. Apa 
yang dilakukan oleh Lidia kepada Paulus ini rasanya juga terjadi pada masa kini 
dalam bentuk atau warna lain, antara lain perhatian para ibu atau perempuan 
terhadap para pastor atau gembala mereka. Dan ada sementara pastor menanggapi 
perhatian ini tanpa kendali sehingga sering menumpang di rumah sang perempuan 
atau ibu tersebut sehingga pada suatu saat lengket kepadanya, tak mungkin mau 
dipisahkan lagi alias menjadi suami-isteri. Maka dengan ini kami berharap 
kepada rekan-rekan ibu maupun perempuan serta para pastor untuk tetap menjadi 
saksi Yesus Kristus dalam saling berkomunikasi atau memperhatikan satu sama 
lain. Untuk menjaga agar tetap setia sebagai saksi Yesus Kristus alias 
panggilan hidup masing-masing, hendaknya ada pihak ketiga atau saksi yang 
mendampingi; pihak ketiga ini terutama dan pertama-tama adalah Tuhan sendiri, 
yang mungkin menjadi nyata dalam `keterbukaan'. Terbuka maksud kami antara 
lain: pertemuan hendaknya diselenggarakan di tempat terbuka, jika anda 
mengalami ada sesuatu yang tidak baik/tidak beres dalam saling berkomunikasi 
atau memperhatikan hendaknya membuka diri kepada rekan atau atasan yang dapat 
dipercaya alias berkonsultasi. Memang harus diakui dalam kenyataan yang sungguh 
memberi perhatian terhadap kegiatan pastoral pada umumnya lebih banyak rekan 
perempuan daripada laki-laki. Sebagai contoh: mayoritas anggota koor pada 
umumnya perempuan, di beberapa paroki jumlah misdinar laki-laki tergeser oleh 
jumlah misdinar perempuan, dst… Secara umum memang kami berharap agar 
rekan-rekan pastor memperoleh perhatian dari umat yang dilayani, sebaliknya 
kami juga berharap agar rekan-rekan pastor tidak terikat untuk melayani 
orang-orang tertentu saja, yang memang sungguh memperhatikan. Semoga berbagai 
macam komunikasi dan perhatian antara gembala dan umatnya semakin memperkuat 
masing-masing dalam menjadi saksi iman, iman kepada Yesus Kristus. 

"Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah 
orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah 
bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka! Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya 
dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan 
kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang 
rendah hati dengan keselamatan." (Mzm 149:1-4)
Jakarta, 10 Mei 2010


Kirim email ke