"Kasih yang Engkau berikan kepadaKu ada di dalam mereka dan Aku di dalam 
mereka." (Kis 22:30; 23:6-11; Yoh 17:20-26)
"Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, 
yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi 
satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar 
mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah 
mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau 
berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 
Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi 
satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau 
mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, 
di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang 
telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah 
Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia 
dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku 
mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; 
dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan 
memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam 
mereka dan Aku di dalam mereka." (Yoh 17:20-26), demikian kutipan Warta Gembira 
hari ini.  
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
•       Sebagai orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita diharapkan 
senantiasa berada di dalam kasihNya alias menjadi sahabat-sahabat Yesus. 
Sebagai sahabat Yesus tentu saja juga sungguh mengenal Yesus, bergaul akrab dan 
mesra denganNya, dan karena Ia adalah Tuhan maka mau tak mau kita pasti akan 
dikuasai atau dirajaiNya, harus selalu berada dalam Tuhan alias hidup baik atau 
berbudi pekerti luhur. Maka marilah kita mawas diri: sejauh mana kita selalu 
berusaha untuk berbudi pekerti luhur, memperdalam dan memperteguh iman kita 
kepada Tuhan. Kebetulan hari ini, tgl 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional, 
kenangan akan kebangkitan generasi muda bangsa kita perihal jati diri bangsa. 
Tgl 20 Mei 1908 sekelompok generasi muda yang cerdas mendirikan organisasi Budi 
Utomo dengan tujuan pembebasan bangsa dari penjajahan, dan dalam perjalanan 
berikutnya tgl 20 Mei dinyatakan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Maka 
baiklah seiring dengan kenangan akan kebangkitan nasional, usaha pembebasan 
dari penjajahan, marilah kita sebagai orang beriman bangkit dan bekerja keras 
untuk membebaskan diri dari penjajahan setan atau kejahatan. Kita tunjukkan 
melalui cara hidup dan cara bertindak kita bahwa kita adalah orang-orang yang 
sungguh cerdas beriman, kenal dan bersahabat dengan Tuhan. Sebagaimana 
organisasi Budi Utomo boleh dikatakan sebagai embriyo wawasan kebangsaan atau 
persaudaraan sejati sebagai bangsa Indonesia, marilah sebagai orang yang 
beriman kepada Yesus kita bangun dan perdalam persaudaraan atau persahabatan 
sejati dengan siapapun dan dimanapun. 
•       "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah 
bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi 
bersaksi di Roma." (Kis 23:11), demikian sabda atau pesan Tuhan kepada Paulus. 
Kesaksian iman Paulus di Yerusalem, dihadapan Mahkamah Agama, menyingkapkan 
jati diri para anggota Mahkamah Agama, Farisi dan Saduki, yang percaya kepada 
kebangkitan orang mati dan yang tidak percaya.  Pesan atau sabda Tuhan kepada 
Paulus tersebut di atas kiranya juga menjadi pesan atau sabda Tuhan kepada kita 
orang-orang beriman, khususnya yang beriman kepada Yesus Kristus. Marilah kita 
tanpa takut dan gentar menjadi saksi-saksi iman di dalam hidup kita 
sehari-hari, entah di dalam keluarga, masyarakat maupun tempat kerja dimanapun 
dan kapanpun. Yerusalem atau Roma pada waktu itu merupakan kota besar, maka 
rasanya bagi rekan-rekan yang tinggal dan bekerja di kota-kota besar atau 
metropolitan sungguh dipanggil untuk menjadi saksi iman. Kesaksian iman di 
kota-kota besar atau metropolitan rasanya mendesak dan up to date, mengingat 
dan memperhatikan ada kecenderungan pada warganya kurang beriman dan lebih 
mengarah ke materialistis alias berbakti kepada berhala-berhala modern atau 
aneka macam kenikmatan duniawi seperti mabuk-mabukan, ganja/narkoba, seks, 
makanan/minuman, uang, harta benda, dst.. Maka menjadi saksi iman di tengah 
kota memang akan menghadapi aneka tantangan dan hambatan, namun demikian 
`Kuatkan hatimu'  untuk terus bersaksi, memperjuangkan kebenaran, kejujuran, 
ketertiban, dst… Entah pak Susno juga bersalah atau tidak bersalah, menurut 
saya keberaniannya membuka korupsi atau makelar kasus membuahkan hasil antara 
lain penyingkapan para koruptor yang selama ini disembunyikan. Semoga semakin 
banyak orang berani, tanpa takut mengungkapkan atau menyingkapkan aneka 
kejahatan dalam hidup dan kerja bersama.

"Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam 
hati nuraniku mengajari aku. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia 
berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan 
jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau 
tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu 
melihat kebinasaan."
(Mzm 16:7-10)     Jakarta, 20 Mei 2010.     Note: pamit, saya tgl 20 s/d 29 Mei 
 pergi mendampingi ziarah ke Tanah Suci. Minat tulisan saya selama pergi, 
buka:www.ekaristi.org. 


Kirim email ke