"Jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki."
(Yer 31:1-7; Mat 15:21-28)

"Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka 
datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah 
aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat 
menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya 
datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan 
berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang 
hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia 
sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut 
mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada 
anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah 
yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai 
ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan 
seketika itu juga anaknya sembuh." (Mat 15:21-28), demikian kutipan Warta 
Gembira hari ini.  
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yohanes Maria 
Vianney, imam dan pelindung para imam, hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
•       Yohanes Maria Vianney dikenal sebagai pastor desa, yang dengan penuh 
kesabaran, kerendahan hati dan matiraga selama berjam-jam duduk di kamar 
pengakuan untuk menerimakan Sakramen Tobat bagi umat yang datang kepadanya. 
Baik Yohanes Maria Vianney maupun umat yang datang kepadanya kiranya memiliki 
sikap iman yang sama yaitu "kasihanilah aku, ya Tuhan" dengan penuh kepercayaan 
bahwa Tuhan akan menganugerahi apa yang terbaik demi keselamatan jiwa mereka. 
Maka baiklah kami mengajak rekan pastor khususnya maupun umat pada umumnya 
untuk memiliki sikap iman tersebut dalam rangka menghayati panggilan, tugas 
pengutusan maupun melaksanakan aneka kewajiban. Kepada rekan pastor kami 
berharap untuk senantiasa bersikap rendah hati dan terbuka bagi siapapun yang 
datang untuk minta bantuan atau secara khusus ingin mengaku dosa. Marilah kita 
melayani umat dengan kerendahan hati yang mendalam. Sedangkan kepada umat pada 
umumnya kami ajak juga untuk dengan rendah hati menyadari dan menghayati 
kelemahan dan kerapuhannya maupun kedosaannya serta tanpa malu-malu atau 
ragu-ragu untuk minta bantuan kepada para pastor, sejauh dibutuhkan, entah 
untuk berkonsultasi/bimbingan rohani atau mengaku dosa. Hendaknya berani 
mengimani sabda Yesus "Jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki". 
•       "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku 
melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, 
sehingga engkau dibangun" (Yer 31:3-4), demikian firman Tuhan kepada bangsa 
terpilih, kepada kita semua umat beriman. Marilah kita imani dan hayati firman 
ini di dalam hidup kita sehari-hari dimanapun dan kapanpun. Kasih setia Tuhan 
kiranya dapat kita lihat, hayati atau nikmati melalui siapapun yang berbaik 
hati kepada kita atau memperhatikan kita melalui aneka cara dan bentuk, 
lebih-lebih kita yang merasa lemah dan rapuh. Jika kita jujur dan terbuka 
kiranya masing-masing dari kita telah menerima kasih setia Tuhan secara 
melimpah ruah, maka kita juga dipanggil untuk saling membagikan kasih setia 
tersebut kepada sesama atau saudara-saudari kita. Ketika ada saudara-saudari 
kita menyalahi atau menyakiti kita hendaknya tidak balas dendam, melainkan 
kasihi dan ampunilah mereka. Marilah kita saling membangun atau menyehatkan 
diri, sehingga kebersamaan hidup kita dimanapun dan kapanpun dalam keadaan 
damai sejahtera dan aman tenteram. Tentu saja kami sungguh berharap bahwa hidup 
dalam kasih setia satu sama lain ini pertama-tama dan terutama terjadi di dalam 
keluarga atau komunitas kita masing-masing. Pengalaman hidup dalam kasih setia 
dalam keluarga atau komunitas akan menjadi modal atau kekuatan dalam hidup 
kasih setia dalam hidup bersama atau komunitas yang lebih luas seperti tempat 
kerja atau masyarakat. "Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu", demikian 
firman Tuhan, maka hendaknya firman Tuhan ini juga menjadi sikap hidup kita 
sehari-hari dimanapun dan kapanpun. Setiap kali bertemu atau berjumpa dengan 
orang lain dalam hati kita senantiasa berkata "aku melanjutkan kasih setiaku 
kepadamu". Kita  semua diharapkan menjadi orang-orang yang sosial dengan 
memberi perhatian kepada mereka yang miskin dan berkekurangan, yang lemah lesu 
dan kurang bergairah dalam hidup. 

"Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah 
pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan 
mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan 
dombanya! Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan 
orang yang lebih kuat dari padanya. Mereka akan datang bersorak-sorak di atas 
bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena 
gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup 
mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi 
merana." (Yer 31:10-12) 

Jakarta, 4 Agustus 2010     


Kirim email ke