"Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit 
mereka"
(1Kor 6-1-11; Luk 6:12-19)

"Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia 
berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya 
kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya 
rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, 
Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak 
Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas 
Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan 
berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari 
murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari 
Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk 
mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang 
dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.Dan semua orang banyak itu 
berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua 
orang itu disembuhkan-Nya" (Luk 6:12-19), demikian kutipan Warta Gembira hari 
ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
•       Para rasul adalah pembantu Yesus Kristus serta penerus karya 
penyelamatanNya; fungsi para rasul ini untuk masa kini diemban oleh para uskup, 
para gembala kita. Sebelum memilih rasul-rasul Yesus berdoa semalam-malaman 
agar siapa yang dipilihNya sesuai dengan kehendak Allah. Pemilihan macam ini 
kiranya juga terjadi dalam pemilihan uskup. Jabatan rasul atau uskup memang 
penting dalam karya penyelamatan atau hidup menggereja, karena banyak orang 
datang kepada mereka untuk mendengarkan ajaran, arahan, nasihat, dst.. maupun 
disembuhkan dari aneka macam penyakit, entah sakit hati, sakit jiwa, sakit akal 
budi atau sakit tubuh. Maka baiklah ketika kita merasa sakit atau butuh 
diteguhkan serta diperkembangkan iman kita, hendaknya tidak ragu-ragu untuk 
datang kepada para gembala kita, entah uskup maupun para pembantunya, para 
imam/pastor. Sebaliknya hendaknya kita juga sering mendoakan para gembala kita, 
mengingat dan memperhatikan tugas mereka begitu berat dan mulia. Kepada Yang 
Mulia, para uskup maupun rekan-rekan imam atau pastor kami harapkan dengan jiwa 
besar dan hati rela berkorban dalam melayani umat yang datang untuk minta 
nasihat, saran, ajaran maupun disembuhkan dari aneka macam penyakit. Tentu saja 
bantuan umat bagi para gembala juga sangat dibutuhkan, entah dalam hal 
spiritual maupun duniawi, seperti harta benda, uang atau tenaga, guna membantu 
pelayanan para gembala. Sebagai orang beriman kita juga memiliki dimensi hidup 
rasuli maupun imamat umum kaum beriman, maka baiklah hal ini kita sadari dan 
hayati dalam cara hidup dan cara bertindak kita, artinya dengan segala rendah 
hati dan keterbatasan hendaknya siap sedia memberi pelayanan bagi mereka yang 
membutuhkan.
•       "Kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah 
dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita" (1Kor 
6:11), demikian peringatan Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua 
yang beriman kepada Yesus Kristus. Kita semua adalah orang yang terpilih dan 
disucikan, yaitu ketika kita menerima rahmat pembaptisan, dimana pada saat itu 
kita berjanji `untuk hanya mengabdi Tuhan Allah saja serta menolak semua godaan 
setan'. Maka baiklah kita setia pada janji baptis ini dan kita hayati rahmat 
pembaptisan ini di dalam hidup sehari-hari. Tuhan hidup dan berkarya 
dimana-mana dan kapan saja melalui ciptaan-ciptaanNya, terutama dalam diri 
manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Allah, maka mengabdi 
Allah berarti kita hidup dan bertindak saling melayani, saling membahagiakan 
dan mensejahterakan. Yang tidak kalah penting pada masa kini adalah `menolak 
semua godaan setan'. Godaan setan antara lain dapat menggejala dalam tawaran 
atau rayuan dalam hal harta benda/uang, jabatan/pangkat/ kedudukan atau 
kehormatan duniawi. Jika diperhatikan dan dicermati untuk menduduki jabatan 
atau fungsi tertentu di Negara kita ini sering harus dengan uang pelicin atau 
sogokan cukup besar, jutaan atau milyardan rupiah, sehingga ketika menjadi 
pejabat atau berfungsi dalam pelayanan hidup bersama mau tidak mau harus 
berbuat jahat atau korupsi. Kami berharap rekan-rekan yang percaya kepada Yesus 
Kristus tidak tergoda untuk jabatan, kedudukan atau kehormatan duniawi, yang 
disertai dengan uang pelicin atau sogokan. Biarlah karena profesionalitas atau 
kemampuan kita yang mendorong kita untuk menduduki jabatan atau fungsi 
tertentu, sehingga dalam mengemban jabatan atau fungsi `dalam nama Tuhan Yesus 
Kristus dan dalam Roh Allah kita'. Dalam atau dengan semangat iman Kristiani 
kita hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila. 

"Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku 
hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Janganlah percaya kepada para 
bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.Apabila 
nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah 
maksud-maksudnya.Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai 
penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya"(Mzm 146:1-5) .

Jakarta, 7 September 2010


Kirim email ke