Telah terbit:
Fatimah Chen Chen
karya Motinggo Busye
ZAHRA NOVEL
 
Notes: Novel ini laku keras saat pertama kali dilepas ke publik 2-3
April di Islamic Book Fair 2005.



Setiap orang mempunyai kenangan pahit dan 
indah dalam hidupnya, sebagaimana juga Chen 
Chen yang kini lebih dikenal sebagai Fatimah 
Chen Chen binti Ali Asghar.

Chen Chen pernah terdampar di Peitou, kota kecil 
yang lebih dikenal sebagai kota pelacuran. Di kota 
inilah lahir pelacur-pelacur muda yang harus 
menjual diri pada usia 12 hingga 15 tahun, di mana 
usia paling muda dibayar mahal di hotel-hotel kota 
Taipei. Ia dibawa oleh mereka yang disebut Anjing 
Taipei--gerombolan pemuda berandal yang 
umumnya anak-anak orang kaya. Chen Chen 
terseret pesta mabuk-mabukan dan seks bebas 
yang mengerikan di sebuah hotel samaran.


Siapa sangka, Chen Chen kini telah menjadi 
seorang ustadzah, pemimpin sebuah pesantren 
putri. Lika-liku dan pahit getirnya kehidupan, serta 
proses berislamnya ia, telah membentuk Chen 
Chen menjadi seorang Muslimah yang kuat dan 
tegar, bahkan setelah ditinggal mati suaminya.

*********************************************************

Novel islami karya novelis besar ini sarat akan lika-
liku perjalanan hidup serta konflik batin tokoh-
tokohnya. Fatimah Chen Chen adalah salah satu 
karya terbaik Motinggo Busye, yang pada tahun 
1990 diakui sebagai salah seorang di antara para 
penyair kelas dunia. Dalam novel ini tampak sekali 
warna puitis bahasanya. Tak heran apabila 
karyanya ini mendapat banyak perhatian dan 
pujian istimewa dari para kritikus kaliber 
internasional, seperti H.B. Jassin, Prof. Dr. Teeuw, 
dan Jakob Sumardjo.

***********************************************************

Motinggo Busye lahir di Kupangkota, Lampung, 
pada tanggal 21 November 1937. Ia telah menulis 
lebih dari 200 buku. Karya-karyanya telah 
diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, di 
antaranya bahasa Inggris, Belanda, Prancis, 
Jerman, Korea, Cina, dan Jepang. Sebagai 
penyair, karya-karyanya masuk dalam antologi 
penyair Asia (1986) dan antologi penyair dunia 
(1990). Ia tutup usia pada tanggal 18 Juni 1999 di 
Jakarta.

**********************************************************

Motinggo Busye memang sastrawan penting.... 
Prinsip Life is Beautiful menjadikan Motinggo
lebih bersemangat dalam berkarya. Komitmennya 
ini memunculkan kekaguman dari seniman lain.
--WS Rendra, penyair besar


Sebagai sastrawan, Motinggo Busye boleh disebut 
sebagai Master of Style. Ia seniman besar....
--Sutardji Calzoum Bachri, Presiden Penyair Indonesia
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke